Tekan Disparitas Harga, Kemenhub Tambah Rute Tol Laut

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 17 April 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
33.933 375 31.678 741
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Tekan Disparitas Harga, Kemenhub Tambah Rute Tol Laut

Kamis, 18 Februari 2021 | 08:20 WIB Last Updated 2021-02-18T19:12:52Z

MJNews.id - Kementerian Perhubungan terus melakukan optimalisasi dan akselerasi program tol laut dengan cara menambah trayek baru. Hal ini dilakukan dalam upaya menurunkan disparitas harga antara wilayah Indonesia Bagian Barat dengan Indonesia Bagian Timur.


Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Ditjen Hubla Kemenhub, Capt Antoni Arif Priyadi mengungkapkan selama ini wilayah Indonesia Timur terkenal dengan disparitas harga yang cukup tinggi. Hal itu disebabkan tingginya biaya distribusi logistik dari daerah produsen ke daerah tersebut. 


Menurutnya, hal itulah yang mendasari lahirnya program tol Laut dengan tujuan memangkas biaya logistik sehingga harga yang diterima masyarakat sebagai pengguna akhir menjadi tidak terlalu mahal dan konektivitas antar daerah terjalin. 


"Untuk tahun 2021 ini, Ditjen Hubla menambah empat trayek baru sehingga menjadi 30 trayek, melibatkan 106 pelabuhan. Terdiri atas sembilan pelabuhan pangkal, dan 97 pelabuhan singgah,” jelas Capt Antoni, di Jakarta, Rabu (17/2/2021). 


Dikatakan, rute tol Laut awalnya hanya memiliki dua trayek di tahun 2015. Seiring berjalannya waktu, trayek tersebut terus bertambah karena manfaat dari tol laut yang sudah dirasakan masyarakat secara nyata. Penambahan jumlah trayek tersebut selalu diiringi dengan penambahan jumlah pelabuhan dan kapal.


Capt Antoni menyebutkan berdasarkan data Kementerian Perdagangan, daerah yang dilewati Tol Laut saat ini masyarakatnya sudah menikmati penurunan harga barang antara 20 hingga 30 persen. Dari data tersebut menunjukkan program Tol Laut selama ini telah berhasil mengurangi disparitas harga nanti menjerat masyarakat terutama di wilayah Indonesia Timur serta daerah Tertinggal, Terpencil, Terluar dan Perbatasan (3TP).


"Membantu Indonesia Bagian Timur terbebas dari disparitas harga, maka diperlukan pelayaran yang berkesinambungan, tetap dan teratur melalui penyelenggaraan angkutan barang di laut ke seluruh wilayah Indonesia. Hal ini terjawab dengan dilakukannya penambahan rute baru Tol Laut dengan kode T-19 di Papua yang dilayani oleh penugasan kapal milik PT Pelni yaitu Kapal Logistik Nusantara 2," tuturnya. 


Ia mengungkapkan, adapun yang melatarbelakangi penetapan rute baru tersebut berdasarkan Inpres No. 9 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Papua Barat.


"Kehadiran trayek baru ini diharapkan dapat menjadi sarana memasarkan produksi lokal berupa hasil pertanian atau perkebunan serta hasil perikanan diangkut melalui kapal ke tujuan pasar yang lebih menguntungkan," tambah Capt Antoni.


(*/eds)


loading...



×
Berita Terbaru Update