Tren Positif di Masa Pandemi, Sektor Pertanian Wajib Dapat Perhatian Lebih

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 24 Februari 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
28.837 214 27.119 642
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Tren Positif di Masa Pandemi, Sektor Pertanian Wajib Dapat Perhatian Lebih

Minggu, 21 Februari 2021 | 03:00 WIB Last Updated 2021-02-21T10:34:51Z
Pemanfaatan teknologi di sektor pertanian.

MJNews.id - Pertumbuhan sektor pertanian selama 2020 tetap melaju dalam tren positif di tengah terjadinya kontraksi ekonomi nasional. Di satu sisi, para pekerja dalam sektor pertanian, khususnya petani tengah dalam krisis regenerasi lantaran tingkat kesejahteraan yang rendah.


Kepala Badan Pusat Statistik, Suhariyanto, mengatakan, dari data statistik yang ada, sektor pertanian secara umum tumbuh 1,75 persen ketika pertumbuhan ekonomi nasional minus 2,07 persen akibat pandemi virus corona.


Meski pertumbuhan pertanian melambat dari 2019, menurut Suhariyanto, capaian itu cukup menggembirakan. "Kita tidak bisa bayangkan kalau pertanian ikut terkontraksi, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa sangat dalam terkontraksi," katanya dalam webinar yang digelar Institute for Development of Economics and Finance, Rabu (17/2/2021).


Tak hanya pada 2020, ia menambahkan, pada krisis ekonomi 1998 di mana ekonomi Indonesia minus hingga 13,16 persen, sektor pertanian juga menjadi penyelamat karena tetap mencatatkan pertumbuhan positif.


"Memperhatikan itu, saya pikir kita harus berikan perhatian lebih. Tidak hanya soal output produksi, tapi mampu mengangkat kesejahteraan pelakunya, yaitu petani," katanya, seperti diwartakan Republika.co.id.


Suhariyanto menegaskan, sektor pertanian memang mengalami pertumbuhan, tapi semakin berat. Itu karena adanya kenaikan pengangguran sebanyak 2,76 juta orang pada 2020. Akibat kehilangan pekerjaan, masyarakat kembali ke desa sehingga lapangan pekerjaan di pertanian mengalami kenaikan.


BPS mencatat, per Agustus 2020, kontribusi tenaga kerja di sektor pertanian terhadap total tenaga kerja sebanyak 29,7 persen. Angka itu naik dari posisi Agustus 2019 yang sebesar 27,5 persen.


Di saat yang bersamaan, para pekerja sektor pertanian masih didominasi oleh mereka yang berpendidikan rendah. Selain itu banyak tenaga-tenaga berusia lanjut yang sudah tidak produktif. "Jadi, ini harus menjadi perhatian bersama. Bagaimana caranya agar generasi muda bisa masuk ke sektor pertanian," kata Suhariyanto.


(***)

×
Berita Terbaru Update