Walikota Deri Asta, Pertama Disuntik Vaksin Corona di Sawahlunto

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 1 Maret 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
29.204 229 27.500 647
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Walikota Deri Asta, Pertama Disuntik Vaksin Corona di Sawahlunto

Rabu, 03 Februari 2021 | 17:00 WIB Last Updated 2021-02-03T10:43:45Z
Walikota Deri Asta pertama disuntik vaksin corona di Sawahlunto. Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sawahlunto, Adrianof sedang menyuntikkan vaksin corona kepada Walikota Deri Asta. (ist)

MJNews.id - Vaksin corona mulai disuntikkan di Kota Sawahlunto. Walikota Deri Asta, orang pertama disuntik vaksin corona di kota itu, Rabu (3/2/2021).


Walikota Deri Asta disuntik vaksin corona bersama dengan pejabat esensial di Puskesmas Sungai Durian, Kecamatan Barangin. Pejabat lain yang disuntik vaksin corona, Ketua DPRD Eka Wahyu, Waka Polres Kompol Joni D, Sekretaris daerah Ambun Kadri dan Kepala Dinas Kesehatan Yasril.


Suntik vaksin corona juga diberikan pada tenaga kesehatan, termasuk dokter di RSUD Sawahlunto.


Walikota Deri Asta mengatakan, satu tahun sudah kita hidup di tengah virus corona. Kita tidak ingin hidup berlama-lama seperti ini. Bagaimana corona ini bisa segera berakhir dengan vaksin ini.


Dikatakannya, penularan virus corona telah memberikan dampak terhadap melambatnya pertumbuhan ekonomi dan melemahnya perputaran uang. Lama-lama dikhawatirkan berdampak pada resiko sosial.


Dikemukakan walikota, meski penularan virus corona di daerah ini terkendali, namun harapan dapat cepat berlalu. Ada 1.560 vial vaksin corona yang tahap awal disuntikkan bagi tenaga kesehatan.


Kepala Dinas Kesehatan Sumatra Barat, Arry Yuswandi menyebutkan, sampai kemaren warga yang terinfeksi virus corona 27 ribu orang di Sumbar dengan positif rate 7,4 persen. Meski sudah dilakukan tracing, testing dan treatment namun kasus terus bertambah.


“Vaksin ini kita harapkan bisa percepat memutus rantai penyebaran corona. Pilihan pertama vaksin corona diberikan pada tenaga kesehatan, mereka berada pada kelompok paling beresiko,” tutur Arry.


(rfd)

×
Berita Terbaru Update