Walikota Pariaman Tinjau Saluran Irigasi di Toboh Palabah dan Marabau

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 27 Februari 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
29.098 219 27.419 643
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Walikota Pariaman Tinjau Saluran Irigasi di Toboh Palabah dan Marabau

Senin, 15 Februari 2021 | 04:46 WIB Last Updated 2021-02-15T20:41:58Z
Kelompok Tani Desa Toboh Palabah dan Desa Marabau melakukan gotong royong membersihkan saluran irigasi menuju areal persawahan. (ist)

MJNews.id - Akibat tidak lancar air di saluran irigasi menuju areal persawahan masyarakat di Desa Toboh Palabah dan Desa Marabau, Kecamatan Pariaman Selatan, mengakibatkan petani setempat gagal panen.


Persoalan gagal panen petani di Desa tersebut, diungkapkan Kepala Desa Toboh Palabah, Sudirman Harun ketika coffee morning dengan Walikota Pariaman Genius Umar dan instansi terkait Senin lalu.


Keluhan para petani yang disampaikan Kepala Desa itu, direspon Walikota Pariaman Genius Umar, Minggu (14/2/2021). Masyarakat di dua Desa tersebut dan unsur pimpinan Kecamatan Pariaman Selatan turun ke lokasi menelusuri saluran irigasi melihat persoalan sebenarnya. Ternyata air tidak lancar melewati irigasi itu, sehingga tidak sampai ke areal sawah masyarakat.


Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Toboh Palabah, Rustam, mengajak para anggota petani di Desa Toboh Palabah dan Desa Marabau untuk turun bergotong royong bersama ke aliran air irigasi yang terletak di Desa Air Santok, Kecamatan Pariaman Timur.


Disebutkannya, areal sawah masyarakat setempat merupakan lahan tadah hujan. Karena mengandalkan air hujan, masa turun ke sawah tidak bisa ditentukan. Atas persoalan itu, pemerintah membangun irigasi.


"Kalau air lancar, petani bisa mengolah sawahnya tiga kali dalam setahun," ucapnya.


Lebih lanjut dijelaskan Rustam, irigasi itu dimanfaatkan kurang lebih 150 hektare lahan sawah, berada di Desa Toboh Palabah, Marabau, Cimparuh dan Bungo Tanjung yang mengandalkan air irigasi.


Diungkapkannya, kondisi saluran irigasi saat ini mulai terjadi pendangkalan dikarenakan banyaknya pasir, sampah dan bebatuan yang masuk kedalam saluran air tersebut.


Bahkan ada masyarakat memanfaatkan saluran air irigasi di beberapa titik yang terletak sepanjang saluran air di Kecamatan Pariaman Timur dipasang portal dan jaring untuk kepentingan beternak ikan. Karena digunakan untuk beternak ikan menyebabkan sampah-sampah menumpuk di jaring ikan tersebut yang mengakibatkan air tak turun ke areal persawahan di Desa Toboh Palabah, Marabau dan lainnya.


Dengan kegiatan gotong royong ini, Rustam berharap membuahkan hasil, dengan air kembali lancar menuju area persawahan. Petani mulai dengan segera untuk bercocok tanam kembali.


(sul)

×
Berita Terbaru Update