Warga Sungai Jariang Agam Korban Pengeroyokan di PT KAMU Akhirnya Meninggal

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 27 Februari 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
29.098 219 27.419 643
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Warga Sungai Jariang Agam Korban Pengeroyokan di PT KAMU Akhirnya Meninggal

Senin, 01 Februari 2021 | 20:29 WIB Last Updated 2021-02-01T22:32:36Z
Jenazah korban AS (24) digotong ke pemakaman, Senin (1/2/2021). (antara)

MJNews.id - Seorang warga Cumateh, Jorong Sungai Jariang, Kecamatan Lubuk Basung, Agam dengan inisial AS (24) meninggal dunia, Minggu (31/1/2021) malam, setelah dikeroyok sekelompok orang di Komplek PT KAMU, Rabu (27/1/2021) sekitar pukul 21.00 WIB.


Salah seorang keluarga korban, Rino Syamna Putra, Senin (1/2/2021) mengatakan korban meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Basung setelah empat hari dirawat. "Korban tidak sadarkan diri selama empat hari setelah dikeroyok warga Komplek PT KAMU Jorong Sungai Jariang, Nagari Lubuk Basung, Kecamatan Lubuk Basung," katanya.


Ia mengatakan, jasad korban telah dimakamkan di makam kaum tidak jauh dari rumah korban kemarin. Korban dikeroyok warga setelah dituduh bakal mencuri ternak warga sekitar. Sementara anak kedua dari tiga saudara itu mengalami keterbelakangan mental.


"Saya berharap pihak kepolisian bisa mengungkap kasus itu dengan menahan para pelaku pengeroyokan tersebut," katanya.


Di tempat terpisah Kapolres Agam, AKBP Dwi Nur Setiawan melalui Kasat Reskrim AKP Farel Haris membenarkan kasus kekerasan yang dilakukan secara bersama dan korban empat hari tidak sadarkan diri setelah mengalami luka pada bagian kepala, jari tangan mengalami patah tulang dan lainnya.


"Kami ke lokasi setelah mendapatkan informasi kejadian itu. Korban langsung kita bawa Mapolres Agam, namun dengan kondisi korban lemas langsung kita bawa ke RSUD Lubuk Basung," katanya.


Sebelumnya, anggota kesulitan untuk mencari keberadaan keluarga korban, karena identitas korban tidak ada. Berkat koordinasi semua pihak, keluarga korban diketahui dan keluarga korban langsung melaporkan kejadian itu ke Polres Agam.


"Kasus ini sedang dalam proses penyelidikan dan kita telah memangil 10 sebagai saksi dalam mengambil keterangan terkait kejadian itu," katanya.


(*/irm)

×
Berita Terbaru Update