Wawako Payakumbuh Lepas Prajurit Batalyon 131 Brajasakti ke Papua

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 1 Maret 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
29.204 229 27.500 647
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Wawako Payakumbuh Lepas Prajurit Batalyon 131 Brajasakti ke Papua

Senin, 01 Februari 2021 | 22:24 WIB Last Updated 2021-02-01T22:43:14Z

MJNews.id - Sebanyak 450 prajurit TNI yang akan menjalankan misi pengamanan perbatasan RI-Papua Nugini di Jayapura, Papua dilepas Wakil Walikota Payakumbuh Erwin Yunaz, dalam sebuah upacara, Senin (1/2/2021). 


Dalam upacara Satgas Pamtas RI-PNG Sektor Utara Batalyon Infanteri 131/Brajasakti TA 2021 yang digelar di markas Batalyon 131/Brs itu, turut hadir Danyon 131/Brs Letkol Inf Muhammad Erfani, Kapolres AKBP Alex Prawira, Kapolres Limapuluh Kota diwakili Wakapolres AKBP Efrizal, Dandim 0306/50 Kota Diwakili Kasdim Mayor Inf. M. Sianturi, bupati diwakili Asisten Setdakab Dedi Permana, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota Wendri Chandra, Kepala BRI dan BNI, Kadisparpora Payakumbuh diwakili Kabid Kebudayaan Riswandi, Camat Payakumbuh Timur Irwan Suwandi, serta unsur forkopimda dua daerah.


Erwin Yunaz pada kesempatan itu menyampaikan, dirinya merasa bangga dan bahagia kepada prajurit yang rela meninggalkan semuanya demi negara. Meski berbeda seragam, namun Erwin ingin hadir bersama-sama mengamankan negara, dengan tugas berbeda. "Kita berikan dukungan sepenuhnya untuk prajurit tercinta. Juga doa agar mereka diberi kekuatan dan kesehatan mengamankan negeri yang luas ini. Negeri yang memiliki kekayaan tak terhingga, perlu kerja keras mengamankannya, salah satu tugas Batalyon 131/Brs ini," ujarnya.


Selain itu, Erwin juga menambahkan, upacara ini adalah upacara kebanggaan bagi semua orang yang ikut mengamankan negara. Karena nyawa adalah taruhan bagi bangsa Indonesia. "Kita akan turut mengawal pesan danyon untuk memberikan support kepada apa yang dititipkan kepada pemerintah, selama prajurit pergi meninggalkan keluarga bertugas di Papua. Selamat jalan prajurit kebanggan kami, semoga lancar menjalankan tugas dan kembali dengan selamat ke Luak Limopuluah lagi. Misi prajurit adalah misi kami juga, meski tidak ikut ke Papua, tapi kami senantiasa merasakan perjuangan prajurit disaat bertugas," tambahnya.


Sementara itu, Danyon 131/Brs Letkol Inf. Muhammad Erfani, secara terpisah, menyampaikan, upacara ini merupakan tradisi untuk melepas satgas. Mereka berpamitan, dimana tanggal 4 akan berangkat ke pelabuhan, pada tanggal 5 dilepas oleh Pangdam dan pada tanggal 7 mereka memulai pelayaran ke daerah penugasan. "Kami sampaikan banyak terimakasih, karena dalam tahap kesiapan dibantu oleh instansi Pemko Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota, termasuk instansi lainnya. Bantuan itu bermanfaat dalam melaksanakan tugas perdamaian dan keamanan bagi NKRI," ucapnya.


Selain itu, Muhamad Erfani juga menyampaikan, kendati melepas satgas ini hanyalah tradisi, namun sesuai falsafah orang timur mengatakan dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Mereka sangat mengapresiasi bantuan sarana dan prasarana yang dititipkan kepada pasukan yang berangkat sebagai tali asih dengan warga Papua.


"Kita memberangkatkan 2/3 pasukan dan ada 2 kompi yang ditinggalkan. Kepada Forkopimda, kami menitipkan keluarga dan anggota yang ditinggalkan. Kalau ada yang bisa dikoordinasikan untuk membantu, jangan sungkan-sungkan. Meski badan berangkat, hati kami tetap di sini dan tak ada putus hubungan kita. Apapun bantuan yang bisa kami berikan kepada Pemda, kita bantu dengan maksimal," tambah Danyon menegaskan.


Sanggar Seni Pituah Bundo pimpinan Hendri Mamak, dibawah binaan Disparpora Kota Payakumbuh, turut ikut dalam upacara tersebut melaksanakan prosesi "Membagikan Kamba Budi". Menurut informasi dari Hendri Mamak, Syekh Mudo Abdul Qadim Balubuih yang memulai prosesi ini dulu saat melepas anaknya berangkat naik haji. Prosesi serupa dilaksanakan juga buat melepas prajurit Batalyon 131/Brs kali ini.


"Kalimat syahadat sebagai penenang hati yang akan berangkat, kalimat awal Asyhaduallaailaahaillallaah ditinggalkan di rumah dan kalimat kedua muhammadarrasuulullaah dibawa pergi. Semoga suatu saat dua kalimat itu bisa kembali lagi," ungkapnya.


(*/fik)

×
Berita Terbaru Update