43 Siswa SMA 1 Sumbar Diisolasi di Asrama Sekolah

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 13 April 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
33.227 349 31.051 722
sumber: corona.sumbarprov.go.id


43 Siswa SMA 1 Sumbar Diisolasi di Asrama Sekolah

Minggu, 28 Maret 2021 | 09:00 WIB Last Updated 2021-03-28T18:34:11Z
Guru disuntik vaksin Covid-19.

MJNews.id - Sebanyak 43 siswa SMA 1 Sumatera Barat yang positif Covid-19 menjalani isolasi mandiri dengan ketat di asrama sekolah.


Siswa sekolah yang berlokasi di Kota Padang Panjang itu berstatus orang tanpa gejala (OTG). "Siswa yang positif Covid-19 itu tanpa gejala. Kami menyarankan siswa yang tidak positif Covid-19 untuk dipulangkan ke daerah asalnya. Agar kasus positif Covid-19 ini tidak semakin membesar," kata Kepala Dinas Kesehatan Padang Panjang, Nuryanuwar, Sabtu 27 Maret 2021.


Kasus puluhan siswa SMA ini terjangkit virus tersebut berawal dari salah satu siswa yang kehilangan indra penciuman. "Awalnya ada satu siswa di asrama SMA 1 Sumatera Barat yang kehilangan indra penciuman. Kemudian dilakukan tes swab ke puskesmas terdekat. Hasil tes swabnya positif Covid-19," ujar Nuryanuwar.


Kemudian dilakukan pelacakan dengan siapa siswa tersebut kontak erat. "Dari hasil pelacakan, ditemukan enam orang, dan kemudian kami lakukan tes swab dan hasilnya keenam siswa itu positif Covid-19," ujar dia.


Setelah itu dilakukan tes swab terhadap 125 orang di sekolah SMA 1 Sumatera Barat dengan hasil 36 orang positif Covid-19. "Hasil tes swabnya keluar Jumat sore kemarin," papar dia.


Nuryanuwar meminta para siswa dan guru menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat. "Tetap menjaga jarak, karena kita tidak mengetahui kondisi orang lain, kemudian kalau terpaksa kalau berdekatan dengan orang lain, gunakan masker. Kemudian harus rutin mencuci tangan, sebab kita tidak mengetahui benda apa yang dipegang apakah bersih atau tidak," kata dia.


Dia menyebutkan jumlah siswa yang terpapar kemungkinan akan bertambah. Hal tersebut karena Dinkes akan melakukan penelusuran kontak dan tes swab kepada yang pernah kontak erat dengan puluhan siswa yang terpapar. “Ini sudah bisa dikatakan sebagai klaster. Klaster SMA 1 Sumbar,” jelasnya.


Menurut Nuryanuwar, adanya penularan Covid-19 dari satu orang ke puluhan siswa di asrama SMA 1 Sumbar diduga disebabkan tidak disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Siswa-siswa tersebut tidak memakai masker dan menjaga jarak dalam berinteraksi antar-sesama. “Penyebab, tidak disiplin dengan protokol kesehatan yang dibuat pemerintah,” katanya.


Dia juga mengatakan penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah berasrama ini bukan kejadian yang pertama kali di Padang Panjang. Sebelumnya, ada seratus siswa Pesantren Diniyah Putri Padang Panjang yang positif Covid-19.


Guru Divaksin

Sementara itu, sebanyak 107 tenaga pendidik menjalani vaksinasi dosis pertama, Sabtu 27 Maret 2021, di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud). Awalnya terdata 128 orang yang akan menjalani vaksinasi. 


Nuryanuwar mengatakan, di tempat yang sama juga dilakukan vaksinasi dosis kedua untuk 72 tenaga pendidik dari sebelumnya 119 yang mengikuti vaksinasi pertama. 


"Tenaga pendidik yang melaksanakan vaksin pertama maupun kedua berasal dari guru SD, TK dan PAUD. Vaksinasi ini difasilitasi Puskesmas Gunung dan Puskesmas Koto Katik," sebutnya.


Nuryanuwar mengimbau, bagi yang terdaftar dalam vaksinasi tahap II dan belum melakukan vaksinasi dosis pertama, untuk segera melakukan vaksinasi susulan di fasilator vaksin yang sudah ditetapkan, sebelum 29 Maret. Pihaknya menargetkan vaksinasi tahap II bagi pelayan publik ini bisa diselesai sebelum bulan Suci Ramadhan.


Selain itu, Nuryanuwar juga menyampaikan, Dinkes masih tetap memfasilitasi peserta vaksinasi yang tertunda karena masalah kesehatan maupun dalam perjalanan dinas luar.


(pgl)


loading...



×
Berita Terbaru Update