Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 9 Mei 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
39.166 506 35.581 855
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Aktivitas Subduksi Picu Gempa Magnitudo 5,8 di Kepulauan Mentawai

Jumat, 05 Maret 2021 | 17:01 WIB Last Updated 2021-03-05T17:43:56Z

MJNews.id - Gempa bumi dengan magnitudo 5,8 terjadi di Kepulauan Mentawai, Jumat (5/3/2021) sekitar pukul 14.32 WIB.


Berdasarkan info resmi dari BMKG, pusat gempa berada di laut dengan koordinat 1.76 LS-14 BT, di 54 kilometer barat laut Kepulauan Mentawai.


Menurut BMKG, getaran akibat gempa terasa kuat di wilayah Padang, Pesisir Selatan dan Pariaman. Goncangan atau skala gempa di wilayah itu dilaporkan BMKG sebesar III sampai IV MMI atau terasa saat berada di dalam rumah hingga membuat pintu dan jendela bergetar.


Getaran dengan skala berbeda dirasakan di Kabupaten Agam, Kota Bukittinggi, Padang Panjang, dan Payakumbuh. Di wilayah itu getaran dirasakan dengan skala II sampai III MMI atau membuat benda yang tergantung menjadi bergoyang.


“(Gempa ini dirasakan dengan skala MMI) II-III Kabupaten Agam, II-III Bukittinggi, II-III Padang Panjang, II Payakumbuh,” tulis BMKG di akun Twitter @infoBMKG.


BMKG menjelaskan gempa dengan magnitudo 5,8 di Kepulauan Mentawai merupakan jenis gempa dangkal. Peristiwa itu disebabkan aktivitas subduksi.


“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno dalam keterangan tertulisnya.


Bambang menyebut, belum ada gempa susulan selama satu jam setelah gempa itu. Meski begitu masyarakat tetap diminta tenang dan waspada. “Diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa,” ucapnya.


“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” imbuh Bambang.


Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai, Novriadi, situasi pasca gempa sudah kondusif. Belum ada laporan kerusakan maupun korban luka dan jiwa dari peristiwa ini.


“Secara umum laporan di lapangan khususnya di pusat (gempa), sudah aman. Memang gempa sangat dirasakan kuat oleh masyarakat Mentawai,” katanya kepada wartawan.


Ia menyebutkan gempa dirasakan dikisaran III hingga IV MMI. Terutama getaran kuat berada di daerah Sipora Barat Daya, Selatan dan Utara.


“Untuk warga sampai saat ini tidak ada yang mengungsi. Cuman perlu waspada juga, karena belum ada gempa susulan. Apakah ini gempa tunggal,” jelasnya.


(eds)


loading...



×
Berita Terbaru Update