Biorock Indonesia Mentawai Gagas Kerja Sama dengan Universitas Bung Hatta

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 19 April 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
34.226 365 31.834 747
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Biorock Indonesia Mentawai Gagas Kerja Sama dengan Universitas Bung Hatta

Sabtu, 27 Maret 2021 | 23:25 WIB Last Updated 2021-03-31T05:20:18Z

MJNews.id - “Universitas Bung Hatta Padang khususnya Fakultas Ilmu Kelautan (FPIK) sedang menggagas kerja sama dengan Biorock Indonesia di Kepulauan Mentawai,” ujar Dosen Universitas Bung Hata Padang, DR. Harfiandri Damanhuri, S.Pi, M.Sc, yang juga Ketua Program Pascasarjana Universitas Bung Hatta Padang. 


“Biorock yang didisain dengan baik dan diletakkan (ditempatkan) di sisi timur dari Pulau Nyangyang, salah satu pulau kecil dalam gugusan kawasan konservasi perairan di Selat Bunga Laut, Kabupaten Kepulauan Mentawai,” kata Harfiandri Damanhuri kepada MJNews di ruangan kerjanya, Jumat 25 Maret 2021.


Saat itu, ujar Harfiandri, saya berdikusi dengan pemilik (Pengelola) Resort Hidden Bay tentang Biorock. Proyek ini akan sangat berguna bagi mahasiswa, terutama Mahasiswa Ilmu Kelautan.


“Untuk itu, Dia juga mengajak saya menjadi nara sumber dalam pembuatan Film dokumenter tentang usaha kolaboratif dan pembuatan penanaman biorock. Karena ia Alexander Ribas yang berasal Brasil adalah pengelola sebuah resort di Mentawai,” ujar Harfiandri.


“Alex mengajak bekerjasama dengan Universitas Bung Hatta Padang,” ujar Harfiandri Damanuri


“Karena ia minta dukungan dalam proyek ini. Nah, jika biorock ini siap maka mahasiswa FPIK Universitas Hatta yang punya kompetensi snorkeling dan diving, di wilayah Biorock ini juga dapat juga menjadi tempat magang (intership) dan penelitian (reserarch) bagi mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK S1) dan S2,” ujar Dosen FPIK Bung Hatta Padang ini.


“Saat ini, saya punya bekal ilmu sedikit tentang karang dan ikan karang. Dapat terlibat kegiatan monitoring biorock. Melihat pertumbuhan dan perkembangan karang biorock. Untuk itu, yang terlibat juga wajib punya kompetensi (lisensi) selam (diving), punya pengalaman tentang terumbu karang dan ikan karang dan mengenal wilayah di mana Biorock ditanam dan terpasang,” ujar Harfiandri.


Untuk itu dalam pembuatan film dokumenter tentang Biorock ini juga melibatkan narasumber lain, diantaranya Pak Piet Paulus Prong, Staf Ahli (Expert) Biorock Indonesia. Paulus adalah Diving Manager/Instruktur selam dari Pulau Gangga Manado, Sulawesi Utara.


(nas)


loading...



×
Berita Terbaru Update