Diduga Bunuh Diri, Pemuda Ditemukan Tewas Tergantung di Dahan Pohon

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 17 April 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
33.933 375 31.678 741
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Diduga Bunuh Diri, Pemuda Ditemukan Tewas Tergantung di Dahan Pohon

Selasa, 16 Maret 2021 | 01:46 WIB Last Updated 2021-03-15T22:13:13Z
Ilustrasi.

MJNews.id - Rozi Saputra (29), warga Taruyan, Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam ditemukan meninggal dunia dengan kondisi tergantung di dahan pohon jeruk nipis menggunakan tali di belakang rumahnya, Senin 15 Maret 2021, sekitar pukul 11.20 WIB.


Kapolres Agam, AKBP Dwi Nur Setiawan melalui Kabag Humas Polres Agam, AKP Nurdin  mengatakan korban pertama kali dilihat oleh tetangga korban atas nama Nurhayati (60). "Nurhayati langsung berteriak melihat mayat itu sembari berlari ke rumah korban untuk membangunkan adik korban atas nama Andra Firnanda (21) yang sedang tidur," katanya.


Ia mengatakan, Andra Firnanda langsung berlari menuju belakang rumah setelah mendapatkan informasi itu. Melihat kakaknya telah tergantung dengan leher terlilit seutas tali, dengan spontan Andra Firnanda mencari alat pemotong tali dan memutuskan tali untuk menurunkan pemuda itu. "Jasad korban langsung diturunkan adiknya," katanya.


Setelah itu, anggota Polsek Matur sampai ke lokasi setelah mendapat informasi tersebut untuk penanganan dan pengamanan lokasi kejadian. Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan terhadap mayat korban.


Dari hasil pemeriksaan oleh petugas Puseksmas Matur, tidak ditemukan adanya ciri-ciri kekerasan. "Dari hasil pemeriksaan medis korban dinyatakan murni meninggal dunia akibat gantung diri," katanya.


Ia menambahkan, dari keterangan ibu korban atas nama Syafriati (52), bahwa anaknya mengalami depresi atau gangguan kejiwaan selama setahun terakhir dan sampai sekarang tidak kunjung sembuh.


Pada Februaril 2021, korban pernah mencoba bunuh diri dengan meminum racun rumput, namun korban dapat diselamatkan oleh pihak medis setelah tiga hari dirawat di RSAM Bukittinggi.


"Orang tua korban menerima kejadian ini dengan ikhlas dan jasad korban dimakamkan di makam keluarga tidak jauh dari rumahnya," katanya.


(***)


loading...



×
Berita Terbaru Update