Dinkes Sijunjung Kaji Banding Pembangunan RS Pratama ke Solsel

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 22 April 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
35.202 433 32.188 762
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Dinkes Sijunjung Kaji Banding Pembangunan RS Pratama ke Solsel

Senin, 29 Maret 2021 | 01:45 WIB Last Updated 2021-03-30T01:49:17Z
Usai temu ramah, terkait pembangunan Rumah Sakit Pratama, Rombongan Dinkes Sijunjung foto bersama dengan Kadis Kesehatan Solsel di depan bangunan RS. Pratama di Lubuk Malako. (ist)

MJNews.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sijunjung belajar lagi ke Solok Selatan (Solsel). Kali ini datang rombongan dari Dinas Kesehatan setempat mengetahui cara memperoleh hingga membangun rumah sakit Pratama. 


Rombongan Dinas Kesehatan Sijunjung dipimpin Kepala Dinas Kesehatan Sijunjung Ezwandra, dan disambut Kadis Kesehatan Solsel, H. Novirman, Direktur RS. Pratama Solsel drg. Rona Irda, KTU. RS. Pratama Solsel, Jefri serta beberapa Kabid di lingkungan Dinas Kesehatan Solsel. 


Kepala Dinas Kesehatan Sijunjung Ezwandra memarpkan tujuan dan keinginan rombongan ke Solsel, yaitu ingin kaji banding terkait pembangunan RS. Pratama. 


"Sebelum pelaksanaan dilakukan kami belajar dulu ke Solok Selatan, bagaimana perencanaan awal hingga dibangunnya rumah sakit, supaya apa yang dibuat nanti sesuai dengan manfaatnya," kata Kepala Dinas Kesehatan Sijunjung Ezwandra, kemarin.


Dia mengatakan, dasar Kabupaten Sijunjung ingin membangun rumah sakit pratama adalah jarak antara Puskesmas ke RSUD setempat sangat jauh. RSUD Sijunjung saat ini jumlah bed (tempat tidur) 116, dengan jumlah Puskesmas sebanyak 13 buah. 


Rencana lokasi pembangunan rumah sakit pratama Sijunjung yaitu di Kecamatan Kamang dimana jaraknya dengan RSUD Sijunjung 75 kilometer dengan waktu tempuh mencapai dua jam perjalanan. 


Khusus Kamang ada tiga puskesmas dengan kunjungan 74.949 Rujukan Puskesmas di Kamang kebanyakan ke Dharmasraya karena memang lebih dekat. Kunjungan Puskesemas rawat jalan 323.361 dan rawat inap 1.172


"Dengan jauhnya jarak rujukan ke RSUD Sijunjung bisa juga berakibat kematian terhadap pasien sehingga kami berkeinginan mendekatkan pelayanan ke masyarakat," ujarnya. 


Selain itu, katanya, jarak yang jauh juga akan berdampak pada perekonomian masyarakat. Walaupun biaya berobat sudah ditanggung jaminan kesehatan katanya, tetapi ada biaya yang harus ditanggung sendiri oleh pasien. 


Selain itu, salah satu alasan pembangunan rumah sakit Pratama di Sijunjung adalah salah satu dari 10 penyakit terbanyak adalah kecelakaan, hal itu disebabkan Sijunjung berada di lintas Sumatera.


Kecelakaan ini membutuhkan rujukan yang cepat dan kalau ke RSUD Sijunjung bisa dua jam dengan jarak tempuh 75 km dan ke Dharmasraya 39 kilometer dengan jarak tempuh 70 menit.


Dijelaskan Ezwandra, keinginan melakukan kaji banding ke Solsel ini, juga atas saran dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi.


Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan Novirman mengatakan, untuk rumah sakit pratama Proposal diajukan pada 2018 dan akan dibantu Rp80 miliar dengan rincian tahap awal Rp 42,6 miliar dan kalau siap Juni akan diberikan lagi sisanya.


Tetapi karena proses tender cukup lama sehingga selesainya Desember sehingga dana Rp 40 miliar belum jadi diberikan, dan Dana Rp40 miliar lagi akan di usulkan lagi untuk 2022


Adapun lahan tempat pembangun Rs. Pertama ini tanahnya masyarakat Nagari Lubuk Malako yang menyediakan seluas lima hektare dan ditarget 40 ribu masyarakat Solok Selatan akan dilayani rumah sakit pratama.


Masih menurut Novirman, kunjungan pihak Sijunjung terkait pebangunan pelayanan kesehatan adalah yang kedua. Pertama saat akan membangun RSUD Sijunjung dulu pihak dari Dinkes Sijunjung juga melakukan kaji banding ke RSUD Solsel di Muara Labuh. 


"Sekarang kali kedua Sijunjung melakukan kaji banding ke Solsel terkait pembangunan pelayanan kesehatan," kata Novirman.


(afa/ems)


loading...



×
Berita Terbaru Update