Dukung Pendataan Keluarga Nasional 2021 Wujudkan Basis Data Berkualitas

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 19 April 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
34.226 365 31.834 747
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Dukung Pendataan Keluarga Nasional 2021 Wujudkan Basis Data Berkualitas

Selasa, 16 Maret 2021 | 08:25 WIB Last Updated 2021-03-16T19:12:47Z

MJNews.id - Bupati Agam diwakili Sekdakab Martias Wanto, membuka sosialisasi pendataan keluarga nasional tahun 2021 tingkat Kabupaten Agam, di Aula Utama Kantor Bupati setempat, Senin 15 Maret 2021. 


Kegiatan ini dihadiri Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sumatera Barat, diwakili Kabid Pengendalian Penduduk, Budi Mulia, selaku narasumber, kepala OPD, camat, dan lainnya.


Sekda meminta kepada seluruh OPD dan kecamatan, untuk dapat memberikan dukungan secara maksimal, agar dalam pelaksanaan pendataan keluarga tersebut nantinya dapat berjalan dengan sukses. “Sehingga nantinya, baik pemerintah pusat maupun daerah, memiliki basis data yang valid, untuk dapat digunakan sebagai bahan perencanaan dalam mengambil suatu kebijakan,” katanya.


Hasil pendataan keluarga terutama terkait dengan perkembangan kependudukan, sangat penting sekali oleh berbagai sektor dan OPD, karena semua objek pembangunan terkait dengan data penduduk, baik secara kualitas maupun kuantitas.


“Dengan data yang baik, akan dapat disusun rencana kerja yang baik, sehingga permasalahan kependudukan, terutama di Kabupaten Agam dapat diselesaikan,” katanya. 


Sekretaris Dinas Dalduk KB PP PA Agam, Hendri Rusdian, mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menyebarkan informasi tentang kegiatan pendataan keluarga, yang akan dilakukan serentak di Indonesia, mulai 1 April sampai 31 Mei 2021 mendatang.


“Diharapkan dukungan dari semua pihak untuk menyebarkan informasi tentang pendataan keluarga,” katanya.


Pendataan keluarga ini, merupakan program nasional dari BKKBN, yang dilaksanakan setiap 1 kali dalam 5 tahun. “Pendataan terakhir dilaksanakan pada tahun 2015. Seharusnya pendataan ini kembali dilakukan pada tahun 2020, namun karena Covid-19, kegiatan ini baru bisa dilaksanakan pada tahun 2021,” katanya.


Pendataan keluarga ini bertujuan untuk mendapatkan data keluarga secara mikro yang valid dan berkualitas. Indikator pendataannya adalah, jumlah keluarga, jumlah pasangan usia subur, kepesertaan dalam keluarga berencana, dan stunting.


“Data ini nantinya akan digunakan untuk perencanaan pembangunan keluarga, intervensi program keluarga berencana, untuk pengendalian penduduk dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.


(edy)


loading...



×
Berita Terbaru Update