Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 6 Mei 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
38.261 476 34.945 834
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Gubernur Sumbar Belum Tahu Kalau Pembangunan Tol Ruas Padang - Sicincin Dihentikan

Jumat, 05 Maret 2021 | 21:25 WIB Last Updated 2021-04-17T11:29:48Z
Pintu masuk Tol Padang - Pekanbaru di Padang Pariaman.

 

MJNews.id - PT Hutama Karya Infrastruktur, akhirnya menghentikan pembangunan tol Padang - Pekanbaru, khususnya ruas Padang-Sicincin. Penghentian tersebut karena rumit dan lamanya pembebasan lahan.


Kebenaran penghentian pembangunan tersebut disampaikan Marthen Robert Singal, Project Director PT Hutama Karya Insfrastruktur Ruas Tol Padang-Sicincin, Jumat (5/3/2021).


”Betul, Jakarta sudah sampai pada keputusan menghentikan proyek tol ruas Padang-Sicincin. Ini disebabkan tidak jelasnya kapan pembebasan lahan diselesaikan,” sebut Marthen saat dihubungi via pesan WhatsApp. 


Diketahui, tol Padang - Pekanbaru ruas Padang - Sicincin peletakan batu pertamanya dilakukan Presiden Joko Widodo sejak 3 tahun lalu. Diperkirakan, pengerjaan tol saat itu hanya dua tahun, namun hingga kini pembangunan ruas tersebut tidak kunjung rampung.


Sebelumnya dijelaskan, progres saat ini sudah 36,34 persen. Terdiri dari pengadaan lahan sepanjang 6 Km dari rencana 37 Km atau 14 persen pengadaan lahan. Untuk pengadaan lahan dilakukan oleh PUPR dan BPN.


Gubernur Belum Tahu

Menariknya, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah membantah penghentian pembangunan tol tersebut. Dia mengaku tidak mengetahui kalau pengerjaan itu dihentikan.


”Siapa bilang dihentikan, saya sendiri gubernur tidak mengetahui kalau dihentikan. Tidak benar itu, hoaks itu,” sebutnya.


Sementara itu, Jumat (5/3/2021), proses pembebasan lahan tetap berlanjut di Padang Pariaman.


Sebelumnya diberitakan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumbar, Jasman Rizal menjelaskan, Jumat 5 Maret 2021, telah dilakukan pertemuan di Kantor Bupati Padang Pariaman dengan agenda penyerahan uang ganti untung pembebasan lahan jalan tol Padang-Sicincin kepada masyarakat. Pertemuan itu dihadiri oleh Wakil Bupati Padang Pariaman yang didampingi oleh Forkopimda Kabupaten Padang Pariaman, Kanwil BPN, Pejabat Pemprov Sumbar (dipimpin oleh Kepala Balitbang Prov Sumbar), PPK pengadaan tanah jalan tol Padang - Pekanbaru 1 Kemen PUPR, perwakilan BANK BRI, Kepala Bapeda dan Inspektorat Padang Pariaman.


Kata Jasman, penyerahan ganti untung terhadap lahan masyarakat kemarin di Kantor Bupati Padang Pariaman sebesar Rp14 miliar untuk 24 bidang dan 10 penggarap. Sebelumnya juga telah dibayarkan kepada masyarakat sebesar Rp36 miliar kepada 33 bidang dan 10 penggarap. Panjang ruas jalan tol Padang Sicincin adalah 36,6 Km, yang dibagi atas 2 lokasi (2 Penlok atau 2 penetapan lokasi).


Kemudian, Penlok I: 0 Km sampai 4.2 Km sudah selesai pembebasannya. Penlok II dari 4.2 Km ke 36.6 Km sedang dalam proses dan akan diberikan ganti untung.


”Sesuai laporan PPK pengadaan tanah (Siska Martha Sari) dan Kanwil BPN yang diwakili Kabid Pengadaan Tanah, dimana pengadaan tanah untuk Penlok II 4.2 ke 36,6 Km sedang dalam pengadaan tanah yang terdiri dari inventarisasi dan identifikasi, pengumuman, penilaian oleh appraisal, musyawarah, pengumpulan berkas dan pembayaran uang ganti kerugian,” tulis Jasman.


Pembayaran pembebasan lahan sudah mencapai 20,4 persen terhadap luas dari total kebutuhan lahan di penlok 1 dan 2, sedangkan target penyelesaian pembayaran pembebasan lahan diharapkan selesai sebelum Juni (sebelum lebaran) dan Kakanwil BPN berharap pembayaran selesai sebelum Lebaran.


Selanjutnya, Penlok 2, kurang lebih 600 bidang tanah sedang dinilai oleh KJPP dan sebanyak 526 bidang tanah sudah selesai musyawarah dan telah menyepakati nilai harga lahan. Dari 1.452 bidang tanah yang telah bebas 127 bidang dari total lahan yang dibutuhkan. Namun jika dari seluruh tahapan proses pengadaan tanah, progresnya sudah mencapai 57 persen.


”Secara keseluruhan, tidak ada ditemukan permasalahan ganti untung lahan masyarakat dan pembangunan jalan tol akan terus dilaksanakan,” pungkasnya. 


Diketahui, Tol Padang-Pekanbaru terbagi menjadi enam seksi, yakni Padang-Sicincin (36,6 Km), Sicincin-Bukittinggi (39,9 Km), Bukittinggi-Payakumbuh (32 Km), Payakumbuh-Bangkinang (45 Km), Bangkinang-Pangkalan (60,6 Km) dan Pangkalan-Pekanbaru (40 Km).


Dari total enam seksi tersebut, saat ini yang sudah tahap konstruksi adalah Seksi I dan Seksi VI. Rencananya beberapa lokasi tol akan dilengkapi terowongan yaitu di seksi Sicincin-Bukittinggi sepanjang 6 Km, Bukittinggi-Payakumbuh sepanjang 4 Km dan Payakumbuh-Pangkalan sepanjang 10 Km.


(eds)


loading...



×
Berita Terbaru Update