Hari Ginjal Sedunia 2021, Penderita Penyakit Ginjal Bisa Hidup Berkualitas

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 19 April 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
34.226 365 31.834 747
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Hari Ginjal Sedunia 2021, Penderita Penyakit Ginjal Bisa Hidup Berkualitas

Kamis, 11 Maret 2021 | 03:25 WIB Last Updated 2021-03-11T23:17:56Z
Para dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya penyelamat pasien penyakit ginjal foto bersama pada peringatan Hari Ginjal se-Dunia 2021. (ist)

MJNews.id - Penderita penyakit ginjal dapat hidup berkualitas sama dengan manusia normal, asal mampu disiplin menjalani aturan yang dianjurkan dokter.


Begitu disampaikan Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) Sumbar, Dr. dr. Harnavi Harun saat memberikan keterangan pers pada peringatan Hari Ginjal se-Dunia 2021, Rabu 10 Maret 2021, di ruang pertemuan Bagian Penyakit Dalam RSUP M. Djamil Padang.


"Penderita ginjal yang disiplin menjalani pola hidup sehat, kualitas hidupnya sama dengan orang sehat," kata Harnavi.


Dijelaskannya, penyakit ginjal kronis masalah kesehatan dunia dengan beban biaya tinggi. Padahal penyakit itu dapat dicegah dengan pencegahan, pengendalian dan tatalaksana hipertensi dan diabetes melitus sesuai standar. Gaya hidup manusia sekarang menjadi salah satu penyebab penyakit gagal ginjal yang menyerang kelompok usia produktif.


"Aktivitas fisik yang kurang bisa menimbulkan risiko terjadi gangguan ginjal. Untuk itu setiap kita diharapkan mampu mengetahui risiko gangguan gagal ginjal," terang Harnavi.


Menurutnya, penyakit ginjal suatu gangguan yang terjadi pada organ ginjal. Penyebabnya karena berbagai faktor seperti infeksi, tumor, kelainan bawaan, penyakit metabolik dan lainnya. 


Penyakit ginjal kronis biasanya timbul secara perlahan dan sifatnya menahun. Lebih dari 2 juta penduduk dunia mendapatkan perawatan dengan cuci darah atau transplantasi ginjal dan hanya 10 persen yang benar-benar mengalami perawatan tersebut.


Disebutkannya, untuk mengetahui ginjal seseorang bermasalah harus dilakukan chek up. Kemudian mengenali ciri-ciri seperti lemah lesu, pucat, mual, muntah hingga tidak sadarkan diri.


Ketua Panitia Pelaksana peringatan Hari Ginjal se-Dunia Sumbar, dr. Drajad Priyono menjelaskan, peringatan tahun ini mengusung tema 'Hidup Berkualitas dengan Penyakit Ginjal'.


"Peringatan Hari Ginjal se-Dunia ini bertujuan untuk mengingatkan masyarakat agar peduli pada ginjal mereka. Dari peringatan ini masyarakat tahu akibat komplikasi yang akan diderita masyarakat ketika ginjal mereka bermasalah," terang Drajat didampingi dr. DekaViotra.


Dikatakannya, sejumlah kegiatan pun telah disiapkan untuk memperingati Hari Ginjal se-Dunia dari 10-12 Maret 2021 di Unit Hemodialisis (HD) masing-masing bersama perawat dialisi dan pasien. Di mana Pernefri Korwil tersebut ada 62 unit tersebar di Sumbar, Riau, Kepri. Kemudian seminar awam secara virtual pada Sabtu, 13 Maret 2021.


"Seminar awam ini bisa diikuti semua orang. Bagi yang ingin bergabung silahkan bergabung di link zoom kami https://us02web.zoom.us/j81999224284. Metting ID: 81999224284," sebut Drajat.


Zoom meeting itu menghadirkan nara sumber berkompeten. Seperti dr. Deka Viotra dengan materi 'Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Penyakit Gagal Ginjal Kronik', kemudian dr. Drajad Priyono, (Hidup Berkualitas dengan Continuous Ambaulatory Peritoaneal Dialysis) dan Dr. dr. Harnavi Harun yang membahas tema tentang 'Peranan Nutrisi pada Pasien Penyakit Gagal Ginjal'.


Sementara, kegiatan lainnya pada Rabu (10/3) memberikan bingkisan kepada pasien penyakit ginjal di ruangan hemodialisa RSUP M. Djamil Padang. Para pasien tampak bahagia menerima bingkisan dari pada dokter tersebut.


(yke/eds)


loading...



×
Berita Terbaru Update