Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 12 Mei 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
40.017 502 36.244 878
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Jalan ke Puskesmas Lubuk Ulang Aling Rusak, Pelayanan Kesehatan Terganggu

Rabu, 31 Maret 2021 | 17:45 WIB Last Updated 2021-03-31T20:57:52Z
Begini benarlah kondisi jalan yang harus dilalui setiap hari oleh Pegawai Puskesmas Lubuk Ulang Aling, apalagi saat hujan turun, membutuhkan perjuangan ekstra. (ist)

MJNews.id - Sarana transportasi jalan menjadi hal yang sangat penting dari berbagai sarana pendukung lainnya dalam melaksanakan aktivitas pelayanan kesehatan bagi tenaga medis dan paramedis di Puskesmas Lubuk Ulang Aling. 


"Tanpa jalan yang memadai, otomatis aktivitas pelayanan kesehatan dan kegiatan kedinasan sudah pasti terhalang," kata Kepala Puskesmas Lubuk Ulang Aling (LUA), Kecamatan Sangir Batang Hari (SBH), Kabupaten Solok Selatan (Solsel), Wetra Fauza, S.KM, M.Kes.


Seperti yang selama ini dilakoni oleh seluruh tenaga medis, paramedis dan Kepala Puskesmas, jika melakukan pelayanan kepada masyarakat di tiga Nagari yang ada di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Ulang yang terletak di nagari LUA Tengah.


Bahkan yang paling parah saat adanya kegiatan yang harus diikuti ke Dinas Kesehatan maupun ke instansi lain di pusat pemerintahan di Padang Aro, beberapa titik jalan sudah rusak berat. 


Bahkan sekitar 20 meter jalan di Jorong Ratau Limo Kapeh Nagari LUA Tengah yang paling parah. Sedikit saja hujan turun, jalan tanah yang ada di daerah tersebut sudah sulit dilalui kendaraan, meski sudah gardan dua kendaraannya," kata Wetra Fauza.


Saat intensitas hujan yang cukup tinggi beberapa hari belakangan, mobil dinas Puskesmas dan mobil pribadi Lukman, pegawai kantor Camat SBH terpuruk di jalan yang sudah sangat parah, tepatnya di jalan Rantau Limo Kapeh. 


"Hari itu ada undangan di Dinkes Solsel yang mesti dihadiri petugas Puskesmas, dan persis di Jorong Ratau Limo Kapeh Nagari LUA Tengah, kendaraan terhalang oleh kendaraan Pak Lukman. Saat dibantu untuk ditarik, akhirnya kendaraan Puskesmas juga terperangkap di jalan tersebut," cerita Wetra. 


Rentang jalan dari Puskesmas LUA menuju pusat pemerintahan Kecamatan SBH di Abai, setidaknya sampai jalan yang sudah keras dan beraspal hingga ke SMA Negeri 7 Solsel di Abai, ada sepanjang 36 Km yang mesti dilalui setiap ada urusan dinas.


"Beberapa titik jalan itu rusak parah, dan yang paling berat untuk dilalui adalah yang di jorong Rantau Limo Kapeh itu sehingga rutinitas setiap mengantar laporan ke Dinas Kesehatan di Padang Aro, pihak Puskesmas harus menanggung resiko menempuh jalan yang berlumpur dan banyak lobang itu, apalagi saat turun hujan," ungkap Wetra.


Masih menurut Wetra, kondisi akses jalan dari lokasi tugasnya ke pusat pemerintahan ada dua. Satu lewat jalan Batang Hari (daerah tanah Galo, Red) dan satu lagi jalan Rajawali.


Keduanya sama jarak tempuhnya, namun lebih parah lagi bila lewat jalan Rajawali jika hari hujan. Apalagi ada jalan yang sudah putus di daerah Muaro Sangir. 


Makanya, pihak Puskesmas sangat berharap adanya upaya peningkatan akses jalan ke daerah mereka oleh Pemkab Solsel sehingga berbagai urusan kedinasan akan dapat lancar dilaksanakan, apalagi untuk memakai sistem laporan secara online tidak bisa dilakukan karena daerah itu tidak memiliki jaringan internet atau masuk daerah blangspot.


Masih menurut Wetra, wilayah kerja Puskesmas Lubuk Ulang Aling yang terletak di Nagari LUA Tengah itu ada lagi wilayah kerjanya Lubuk Ulang Aling Induk dan Lubuk Ulang Aling Selatan. Tercatat juga ada 14 jorong yang menjadi wilayah kerja, tujuh diantaranya harus dilakukan dengan mempergunakan transportasi air dengan perahu timpek, dan tujuh lagi baru bisa lewat jalan darat. 


"Jadi, resiko kerja di sini tidak saja masalah sarana jalan yang rusak berat, tapi juga masalah belum tersedianya sarana transpotasi air, seperti perahu timpek miliki kita," tambah Wetra Fauza. 


Ke depan, berbagai persoalan keterbatasan ini tentu menjadi perhatian hendaknya oleh pihak pengambil kebijakan di kabupaten, sehingga berbagai program kesehatan dan tanggungjawab pelayanan dapat terlaksana sebagaimana mestinya.


Termasuk untuk kesuksesan dalam menyampaikan laporan, menjemput berbagai obat-obatan dan kebetuhan lainnya. Juga untuk kesukseaan program penuntasan Covid-19 ini, seperti pelaksanaan vaksinasi covid.


(afa/ems)


loading...



×
Berita Terbaru Update