Alhamdulillah! Kasus Aktif Covid-19 Nasional Turun 16 Persen

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 19 April 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
34.226 365 31.834 747
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Alhamdulillah! Kasus Aktif Covid-19 Nasional Turun 16 Persen

Rabu, 10 Maret 2021 | 10:00 WIB Last Updated 2021-03-10T03:00:15Z
Wiku Adisasmito.

MJNews.id - Satgas Penanganan Covid-19 mengungkapkan adanya penurunan jumlah kasus aktif virus Corona. Satgas menyebut kasus aktif Covid-19 menurun 16 persen sejak mengalami peningkatan tajam pada minggu kedua Februari 2021.


“Setelah mengalami peningkatan tajam sejak minggu kedua Februari hingga saat ini, kasus aktif mengalami penurunan yang signifikan, atau turun sebesar 16 persen sejak minggu puncak dan pelaksanaan PPKM yang telah berlangsung sejak 11 Januari memberikan dampak pada kasus aktif yang menurun di minggu kedua Februari atau jeda 5 minggu sejak pelaksanaan PPKM,” kata juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam jumpa pers yang disiarkan di kanal YouTube Setpres, Selasa (9/3/2021).


Wiku menjelaskan dampak positif dari pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tidak bisa langsung dirasakan seminggu setelah diterapkan. Menurutnya, dampak positif PPKM terhadap penurunan kasus aktif baru bisa dilihat setelah 5 minggu penerapan PPKM.


“Ini membutuhkan waktu lebih lama daripada pembelajaran yang pernah saya sampaikan terkait PSBB DKI Jakarta bahwa dampak positif dari intervensi kebijakan baru ini akan terlihat setelah 4 minggu intervensi berlangsung pada penambahan kasus positif, namun 5 minggu untuk kasus aktif,” jelasnya seperti dikutip detikcom.


Lebih lanjut, Wiku menuturkan PPKM mikro yang saat ini sedang diterapkan membantu dalam menurunkan jumlah kasus aktif Covid-19. Pendirian posko, yang merupakan salah satu kebijakan dalam PPKM mikro, disebut berperan penting dalam mengidentifikasi masyarakat yang terpapar Corona.


“PPKM mikro memiliki peran yang penting dalam membantu penurunan kasus aktif di masyarakat, khususnya melalui posko yang ada di desa atau kelurahan, dan posko ini berperan dalam mengidentifikasi masyarakat yang terjangkit COVID-19 dan segera berkoordinasi fasilitas kesehatan untuk memberikan penanganan yang sesuai dengan standar, sehingga mereka dapat segera sembuh. Semakin efektif peran dari posko, kasus aktif dapat terus diturunkan, sehingga pandemi dapat dikendalikan dengan efektif dan tepat sasaran,” papar Wiku.


Seperti diketahui, dalam upaya mengendalikan pandemi Corona di Indonesia pemerintah telah melaksanakan program vaksinasi. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin optimistis target vaksin Covid-19 1,5 juta orang per hari tercapai pada Juli.


“Nanti bulan Juli itu yang berat, saya kira mungkin butuh 1,5 juta suntikan per hari. Bisa apa nggak? Ya tugas saya untuk harus kerja keras agar memastikan itu bisa,” kata Budi Sadikin kepada wartawan di Lippo Mall Puri Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (9/3/2021). 


Cegah Corona B117

Pemerintah memastikan akan terus berupaya mencegah varian Covid-19 B117 menyebar luas di Indonesia. Sejumlah upaya dilakukan oleh pemerintah, mulai melakukan pemeriksaan secara ketat bagi orang-orang yang datang dari luar negeri hingga pelacakan orang yang kontak erat dengan pasien positif B117.


“Pada prinsipnya pencegahan terhadap masuknya transmisi lintas negara ataupun mutasi virus Covid-19 ini terus ditingkatkan melalui proses screening yang ketat. Sesuai dengan Surat Edaran (SE) Nomor 8 Tahun 2021, dan di dalam SE ini telah diatur bahwa travelers maupun pendatang WNA tidak dapat masuk ke Indonesia kecuali mereka tergolong dalam kriteria sebagai berikut,” kata Wiku.


“Sesuai dengan Permenkumham Nomor 26 Tahun 2020, dan sesuai dengan skema perjanjian travel corridor arrangement atau TCE dan/atau mendapatkan pertimbangan atau izin khusus secara tertulis dari kementerian/lembaga. Selanjutnya, WNI yang masuk ke Indonesia wajib melakukan karantina setelah datang di Indonesia walaupun membawa hasil tes PCR negatif. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa mutasi Covid-19, seperti B117 atau yang lainnya, tidak menyebar di Indonesia,” imbuhnya.


Wiku memastikan pelacakan orang-orang yang berkontak erat dengan pasien positif B117 masih terus dilakukan. Di samping itu, Wiku menjelaskan, vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia saat ini masih efektif dalam mencegah penularan Corona B117.


“Selain itu, tracing terus dilakukan kepada masyarakat yang memiliki kontak erat dengan mereka yang terjangkit Covid-19 B117. Hingga saat ini vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia masih efektif dalam menghadapi varian B117, sehingga masih dapat digunakan dalam program vaksinasi nasional,” jelasnya.


Lebih lanjut, Wiku juga memberikan sejumlah informasi tambahan. Dia menyebut, berdasarkan hasil laporan whole genome sequencing oleh pemerintah per 7 Maret 2021, sebanyak 539 sequencing genetic yang terkumpul dan 515 di antaranya merupakan pelacakan sequence yang lengkap.


“Selain itu, sudah ditemukan 6 sampel dengan varian VUI 202012-01 yr-501yv1 B117 pada periode pengumpulan sampel di bulan Januari dan Februari 2021, yaitu tiga sampel di DKI Jakarta, 1 Kalimantan Selatan, 1 dari Sumatera Utara, dan 1 dari Sumatera Selatan,” ungkapnya.


Wiku menuturkan informasi yang dia sampaikan adalah bentuk komitmen pemerintah untuk bersikap transparan terhadap perkembangan kasus Covid-19 nasional. Dia menekankan informasi ini bukan bukan untuk membuat masyarakat panik.


“Penelitian terkait karakteristik B117 ini masih sangat terbatas, khususnya terkait perubahan perilaku virus. Pemerintah akan terus melakukan penelitian melalui pelacakan genetika maupun pemantauan perilaku virus secara konsisten dan intensif dalam rangka mencegah penambahan imported di masa yang akan datang dan mempercepat penanganan pandemi Covid-19 nasional, bahkan dunia,” sebut Wiku.


Diberitakan sebelumnya, total pasien yang terkonfirmasi positif Corona B117 di Indonesia sampai dengan kemarin jumlahnya enam orang. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya mengumumkan empat kasus Corona B117 yang ditemukan di beberapa kota.


(*/dtc)


loading...



×
Berita Terbaru Update