Kejari Padang Mulai Meneliti Berkas Kasus Aborsi

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 22 April 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
35.202 433 32.188 762
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Kejari Padang Mulai Meneliti Berkas Kasus Aborsi

Rabu, 17 Maret 2021 | 08:02 WIB Last Updated 2021-03-18T00:52:23Z

MJNews.id - Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang mulai meneliti berkas kasus dugaan aborsi menggunakan obat keras ilegal yang menjerat enam orang sebagai tersangka.


"Saat ini penelitian terhadap berkas kasus tersebut tengah dilakukan jaksa, untuk melihat apakah sudah lengkap atau belum," kata Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Padang, Selasa 16 Maret 2021.


Penelitian dilakukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) setelah pihaknya menerima penyerahan berkas dari penyidik Polresta Padang pada 10 Maret 2021 lalu.


Jaksa Kejari Padang yang ditunjuk untuk menangani kasus aborsi tersebut adalah Mulyana Safitri.


Sementara itu Mulyana Safitri menerangkan keenam tersangka diproses dalam tiga berkas terpisah (split).


Pasangan suami isteri sebagai pemilik Apotek Indah Farma berinisial I (50) dan S (50) diproses dalam satu berkas yang sama. Pemilik apotek di kawasan Jalan Ksatria, Kelurahan Ganting Parak Gadang itu berperan sebagai penjual obat keras daftar G tanpa resep dokter kepada pembeli yang akan aborsi.


Mereka dijerat dengan pasal 194 pasal 196,197, Undang-Undang RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.


Sementara dua pasangan remaja yang diduga pernah melakukan aborsi yakni AHS (20) dan ND (20) diproses dalam satu berkas, dan FS (20) serta AS (25) dalam satu berkas yang sama. Kedua pasangan tersebut dijerat menggunakan pasal 194 Undang-Undang RI nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, dan terancam pidana maksimal 10 tahun penjara.


"Kami memiliki waktu 14 hari sejak berkas diterima untuk menentukan apakah berkas sudah lengkap atau belum," katanya.


(adi)


loading...



×
Berita Terbaru Update