Kementerian Kesehatan Targetkan 40 Juta Orang Divaksin Covid-19

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 17 April 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
33.933 375 31.678 741
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Kementerian Kesehatan Targetkan 40 Juta Orang Divaksin Covid-19

Senin, 08 Maret 2021 | 01:45 WIB Last Updated 2021-03-08T21:32:52Z
Juru Bicara Vaksin Pemerintah Republik Indonesia, Siti Nadia Tarmizi.

MJNews.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan sasaran vaksinasi Covid-19 untuk seluruh warga Indonesia sebanyak 40.349.051 orang.


Juru Bicara Vaksin Pemerintah Republik Indonesia, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, sasaran vaksinasi Covid-19 dibagi dalam dua tahap.


Pertama tenaga kesehatan (nakes)sebanyak 1.468.764 dan tahap kedua kepada petugas pelayanan publik 17.327.169 orang, serta 21.553.118 lansia.


”Sasaran SDM Kesehatan divaksin meningkat dari target sasaran awal dikarenakan pada awal penyusunan belum semua SDMK didaftarkan faskes, sehingga capaian lebih 100 persen,” katanya dalam webinar Centre For Strategic And Indonesia Public Policy (CSIPP) ‘vaksinasi untuk siapa?, menggugat tranfaransi dan akuntabilitas publik’, Minggu (7/3/2021).


Saat ini status vaksinasi tahap 1 SDM Kesehatan yang sudah divaksin mencapai 1.692.016 nakes dan tunda 304.506. Sementara, untuk tahap 2 yang sudah divaksin 1.111938 dengan tunda 9.107.


Sedangkan petugas publik untuk tahap 1 sebanyak 564.847 dan tahap 2 sebanyak 2.607.”Yang sudah divaksin 541.888 tahap pertama, dan kedua 2.607 orang,” ungkapnya.


Adapun target vaksin petugas publik yang tunda sebanyak 22.959 untuk tahap pertama dan kedua 10. Sedangkan target untuk lansia dari 184.677 orang dalam dua tahap. Tahap pertama yang sudah divaksin mencapai 179.711 lansia dan tunda 4.966 lansia.


”Cakupan vaksinasi 1 melalui persentase 5.98% dan tahap 2.76 %. Untuk SDM Kesehatan 115.20%, dan tahap 2 75.71%,” jelasnya.


Sementara persentase untuk tahap II untuk petugas publik 3.13% dan lansia 0.83%. Nadia menyebutkan, cara kerja vaksin itu untuk melatih system imun dalam mengenal dan melawan pathogen (virus dan bakteri). ”Vaksinasi menciptakan imunitas spesifik guna memutus rantai penularan penyakit infeksi,” imbuhnya.


Nadia mengatakan, program vaksinasi Covid-19 penting untuk diikuti lantaran membentuk proteksi spesifik individu yang divaksin, membentuk kekebalan kelompok, dan proteksi lintas kelompok.


”Setiap orang yang mendapatkan vaksinasi akan membentuk antibodi spesifik terhadap penyakit tertentu, jumlah orang yang divaksinasi dalam masyarakat melindungi kelompok masyarakat,” paparnya.


Sementara itu, Manajer Advokasi CSIPP Ikhwan Fahrojih menyoroti transparansi data yang akan menerima vaksin. Sebab, semuanya harus memperhatikan data yang diambil dari BPJS Kesehatan, di mana 27,4 juta data penerima bantuan iuran (PBI) bermasalah. “Dari 4 tahapan vaksinasi ini datanya benar-benar bisa valid,” katanya.


Apalagi, kata dia, dengan adanya mekanisme vaksin gotong royong yang ditargetkan akan mengjangkau 20 juta orang. Sehingga, masalah data akan semakin krusial dan penting.


”Agar proses vaksinasi ini dapat menghindari korupsi dan mendukung usaha pemerintah terkait pemenuhan hak Kesehatan warga jangan sampai tertinggal,” tegasnya.


Menurut dia, perlu adanya sosialisi terkait vaksinasi tersebut agar penyebaran hoaks dan disinformasi di media sosial dapat ditangkal. Ikhwan menambahkan, sejumlah warga menolak untuk divaksin karena informasi hoaks tersebut sehingga pandemi Covid-19 kian sulit diatasi.”Tentunya kita semua ingin segera bangkit dari wabah Covid-19,” ujarnya.


(***)


loading...



×
Berita Terbaru Update