Legislator Nevi Zuairina Ajak Perempuan Pastikan Setiap Anak Peroleh Haknya

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 13 April 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
33.227 349 31.051 722
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Legislator Nevi Zuairina Ajak Perempuan Pastikan Setiap Anak Peroleh Haknya

Selasa, 09 Maret 2021 | 14:45 WIB Last Updated 2021-03-09T18:54:59Z
Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPR RI, Hj. Nevi Zuairina.

MJNews.id - Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPR RI, Hj. Nevi Zuairina mengajak seluruh perempuan Indonesia terutama para ibu untuk memastikan semua anak usia dini mendapatkan haknya. Perempuan, kata dia adalah ibu bangsa.


"Perempuan melahirkan, membesarkan dan mendidik putra-putri generasi penerus bangsa. Pastikan semua Anak Usia Dini mendapatkan haknya di mana pun berada,” ujar Nevi dalam keterangan pers terkait momen peringatan Hari Perempuan Internasional, Selasa (9/3/2021).


Legislator asal Sumatera Barat ini mengatakan ada sepuluh hak anak. Hak anak ini mesti diupayakan agar anak-anak berkualitas baik fisik maupun karakternya.


Pertama, menurut Nevi, hak pendidikan. Orangtua dan orang di sekitarnya akan memberikan stimulasi positif terhadap hak pendidikan setiap detik hidup anak.


Kedua, hak bermain. Dengan bermain yang terdidik dengan lingkungan yang baik, akan sekaligus memberikan pembelajaran bagaimana memaknai hidup dan bersosialisasi dengan sesama.


“Bermain bagi anak merupakan salah satu cara belajar sekaligus memberikan kebahagiaan kepada anak,” tutur Nevi.


Selanjutnya Politikus PKS ini mengatakan, hak yang ketiga adalah anak memiliki Akta Kelahiran dan Kartu Identitas Anak. Kemudian, keempat adalah hak pengasuhan. Anak diasuh dengan kasih sayang.


"Kasih sayang ini akan memberikan nilai positif dalam berbagai hal seperti agama, cinta Tanah Air, toleransi, dan sebagainya," ujarnya.


Yang kelima hak yang perlu diberikan kepada anak lanjut Nevi adalah hak mendapatkan gizi seimbang. Gizi seimbang ini akan mampu memerangi stunting di negeri Indonesia.


Dengan kualitas gizi yang diserap anak-anak sejak dini hingga remaja, akan membentuk kualitas fisik dan kecerdasan yang sangat baik pada generasi mendatang.


Menurut Nevi, ketika pemimpin bangsa ini dipegang calon-calon generasi yang kuat fisiknya, berkarakter dalam sikapnya, dan cerdas dalam berpikirnya maka ke depannya, harapan Indonesia sebagai negara maju di dunia akan dapat terealisasi.


“Gizi seimbang untuk anak, mesti diawali memastikan hanya ASI usia 0-6 bulan lalu ASI diteruskan sampai dua tahun dengan MPASI yang tepat,” tuturnya.


Politisi perempuan PKS itu melanjutkan hak keenam untuk diberikan kepada anak adalah kesehatan fisik anak. Kemudian, ketujuh adalah hak sehat mental, spiritual. Kedelapan adalah hak untuk bersosialisasi, berinteraksi, berkomunikasi.


"Jadi kesehatan yang diberikan kepada anak bukan saja hak fisik, tapi juga kesehatan rohani," sebutnya.


Nevi mengatakan, hak yang kesembilan yang mesti diberikan kepada anak adalah hak perlindungan. namun dirinya menyayangkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) masuk dalam Prolegnas tahun 2021. Fraksi PKS telah menolak RUU ini karena belum mengakomodasi Penghapusan Kejahatan Seksual.


Menurut Nevi, hak kesepuluh yang mesti diberikan kepada anak berkaitan dengan hak menyatakan pendapat dan didengarkan pendapatnya. Dia menyebutkan anak dapat menyampaikan pemikiran, aspirasi dan keinginannya dalam bentuk kalimat yang mudah dimengerti sehingga ke depannya, setiap anak akan mampu berdialektika baik secara keilmuan maupun sosial.


“Pendidikan Anak Usia Dini harus berpusat pada Anak dengan memerdekakan anak memilih, memutuskan lalu berkreasi sesuai minat dan ide Anak,” ujar Nevi.


(rls/eds)


loading...



×
Berita Terbaru Update