Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 12 Mei 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
40.017 502 36.244 878
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Masyarakat Berharap Jembatan Lubuk Napa Segera Diperbaiki

Selasa, 30 Maret 2021 | 06:04 WIB Last Updated 2021-03-30T00:07:34Z
Jembatan Lubuk Napa di Nagari Batu Kalang, Kecamatan Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman, yang ambruk pada Oktober 2017 sampai kini belum ada tanda-tanda akan diperbaiki.

MJNews.id - Jembatan Lubuk Napa di Nagari Batu Kalang, Kecamatan Padang Sago yang menghubungkan dengan Kecamatan Patamuan, Kabupaten Padang Pariaman, yang ambruk pada Oktober 2017 sampai kini belum ada tanda-tanda akan diperbaiki.


Putra Padang Sago, Indra Kusnadi saat diminta komentarnya mengatakan sangat prihatin atas kondisi jembatan tersebut.


"Kita sangat prihatin atas kondisi jembatan Lubuk Napa Nagari Batu Kalang yang menghubungkan dengan Kecamatan Patamuan, sejak tahun 2017 belum tanda tanda akan diperbaiki oleh Pemda Padang Pariaman," ujar Indra Kusnadi yang akrab disapa dengan Kadai itu, Senin 29 Maret 2021.


Menurut Kadai jembatan Lubuk Napa, merupakan urat nadi peningkatan ekonomi masyarakat. 


Sejak jembatan itu rusak masyarakat Padang Sago dan Padang Alai yang ingin ke Padang Panjang, terpaksa lewat Jembatan Lubuk Tano dan lanjut ke Koto Mambang serta Sicincin dengan jarak tempuh lebih kurang 20 kilometer. Tetapi kalau lewat jalur Lubuk Napa, hanya berkisar 10 kilometer.


"Kita sangat berharap kepada Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman di bawah pimpinan Suhatri Bur Rahmang dapat segera memperbaikinya", tutur Kadai kembali. 


"Jembatan ini dibangun semasa Bupati Padang Pariaman dijabat oleh Nasrul Syahrun dan rusak dimasa kepemimpinan Bupati Padang Pariaman H. Ali Mukhni, sebagai masyarakat kita tidak habis pikir kok Pemda Padang Pariaman, membiarkan berlarut-larut kepentingan umum seolah olah "basipakak" terhadap keluhan masyarakat," tukuknya lagi. 


Kadai menghimbau terutama masyarakat Padang Sago dan Padang Pariaman pada umumnya baik yang ada di kampung atau pun di rantau untuk "badoncek" dengan menghimpun infak rutin Rp 5.000 per hari per orang, apabila ada 20.000 orang yang mau terkumpul dana per hari 100.000.000 x 30 = Rp 3 miliar, kalau dikumpulkan selama setahun berarti bisa terkumpul Rp 36 miliar. Uang ini nanti diserahkan kepada Pemkab Padang Pariaman, untuk dibangunkan kepada jembatan Lubuk Napa tersebut. 


"Dalam keadaan sulit negara tidak punya dana untuk pembangunan, boleh saja rakyat ikut partisipasi," tukas Kadai lagi. 


Kepala Dinas PUPR Deni Irwan, saat dikonfirmasi, melalui WhatsApp-nya mengatakan, perencanaan/DED (detail engineering design) jembatan Lubuk Napa sudah disiapkan.


"Kita hanya menunggu ketersediaan anggaran. Mudah-mudahan bisa terealisasi dan terlaksana pembangunan jembatan Lubuk Napa ini secepatnya," ujar Deni Irwan, Senin 29 Maret 2021.


Ketika disinggung mungkinkah bisa dianggarkan pada APBD Kabupaten Padang Pariaman tahun Anggaran 2022?


Deni menjawab tergantung banggar dan Tim TPAD yang diketuai oleh Sekda Kabupaten Padang Pariaman. 


"Kalau kita di Dinas PUPR Padang Pariaman tetap mengusulkan anggaran jembatan Lubuk Napa ini dan prioritas untuk diakses masyarakat kita di sana," ulang Deni.


Deni menuturkan untuk pembangunan baru butuh dana Rp 40 miliar dan untuk rehabilitasi butuh dana Rp 6 miliar.


(aa)


loading...



×
Berita Terbaru Update