P2TP2A Kota Payakumbuh Kunjungi SMPN 4

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 19 April 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
34.226 365 31.834 747
sumber: corona.sumbarprov.go.id


P2TP2A Kota Payakumbuh Kunjungi SMPN 4

Rabu, 10 Maret 2021 | 06:01 WIB Last Updated 2021-03-09T23:01:03Z

MJNews.id - Meningkatnya kekerasan dan eksploitasi terhadap anak, mendatangkan keprihatinan semua pihak. Karena tingginya kekerasan dan eksploitasi terhadap anak, dapat mengancam generasi masa depan bangsa Indonesia.


Guna menanggulangi hal itu, Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Payakumbuh berkerjasama dengan DP3AP2KB setempat, saat mengunjungi sejumlah sekolah. SMPN 4 Payakumbuh dikunjungi sebagai tahap awal, guna berkoordinasi dengan pihak sekolah dan membantu anak-anak yang memiliki permasalahan dan berdampak pada kehidupan serta psikis anak.


Ketua P2TP2A Kota Payakumbuh Machdalena Erwin Yunaz, didampingi Kabid Perlindungan Anak Atrimon, saat mengunjungi SMPN 4 Payakumbuh, Selasa (9/3/2021), mengatakan, dalam mendidik anak dengan budaya Minang menggambarkan dengan istilah anak dipangku, keponakan dibimbing. Artinya tidak ada anak di wilayah Minangkabau yang terlantar dari sejak kecil. Karena anak sudah dididik dengan nilai-nilai agama, karena filosofi yang dianut adat bersandi sarak, sarak bersandi kitabullah.


"Namun saat ini nilai adat tersebut mulai tergerus dengan perkembangan zaman. Banyak saat ini anak-anak kurang mendapat pemahaman dari keluarga terdekat mereka. Untuk itu, pelaksanaan teknis kegiatan P2TP2A ini kami mengunjungi seluruh sekolah SMP dan SMA yang ada di Kota Payakumbuh, untuk fokus mengupayakan keberpihakan kita dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak," ujarnya.


Menurutnya, kegiatan ini penting dilakukan karena mempunyai kompetensi untuk menyebarluaskan kembali pemahaman ini ke tengah masyarakat. "Disini hak-hak ibu dan hak anak-anak akan diperjelas dan tidak sembarangan berbuat hal-hal yang dapat merugikan orang lain. Misalnya kesewenangan suami memukul istri, orang tua memukul anak kandungnya. Sehingga melalui wadah ini, kita memberi pemahaman dan pencegahan,” tambahnya.


Dikatakan, ini harus dilakukan dalam upaya mencegah kekerasan terhadap anak. Karena kekerasan yang terjadi seperti gunung es, artinya kekerasan fisik, psikis, seksual, penelantaran banyak terjadi. Namun tidak diketahui oleh masyarakat luas. Untuk itu, dibutuhkan kesadaran antar keluarga, masyarakat dan juga pemerintah dalam melindungi anak.


"Meski kasus kekerasan masih terjadi, Pemko Payakumbuh telah mampu menyelesaikan setiap kasusnya. Pemko juga mendukung penuh langkah yang dilakukan P2TP2A dalam mengatasi masalah kekerasan terlebih terhadap anak. Terbukti, hasil komitmen pemerintah dalam hal ini dibuktikan dengan Payakumbuh mendapatkan penghargaan Kota Layak Anak(KLA) tingkat Pratama selama 4 tahun berturut-turut. Dimana instansi dari dinas pendidikan, dinas kesehatan, dinas sosial, dinas ketenagakerjaan dan dinas yang membidangi agama, diharapkan nantinya dapat mendukung kegiatan ini, demi terbentuknya generasi masa depan yang unggul di Payakumbuh," katanya.


Sementara itu, Kepala SMPN 4 Payakumbuh Mardiyus, secara terpisah, mengatakan, pihaknya sangat mendukung kegiatan yang telah dilakukan Pemko Payakumbuh karena dengan adanya kunjungan dari ini, pihak sekolah dapat belajar dan lebih memahami lagi bagaimana menghadapi anak-anak yang perlu pendampingan secara khusus.


"Saya sangat berterima kasih atas kunjungan Pemko Payakumbuh khususnya DP3AP2KB. Karena dengan adanya kunjungan ini, kami dari pihak sekolah dapat belajar dan lebih memahami lagi bagaimana menghadapi anak-anak yang perlu pendampingan secara khusus. Dengan adanya kegiatan ini kami berharap anak-anak di sekolah dapat menimba ilmu dengan baik. Tanpa adanya pemikiran lain atau masalah keluarga yang turut dipikirkan oleh anak-anak," ucapnya.


(yud)


loading...



×
Berita Terbaru Update