Partisipasi Mengkhawatirkan, KPAI Berharap Vaksinasi Guru Jadi Ideal

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 13 April 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
33.227 349 31.051 722
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Partisipasi Mengkhawatirkan, KPAI Berharap Vaksinasi Guru Jadi Ideal

Jumat, 26 Maret 2021 | 09:45 WIB Last Updated 2021-03-26T19:32:53Z

 

Jasra Putra.

MJNews.id - Angka partisipasi pendidikan selama pandemi Covid-19 mengkhawatirkan. Semua pihak terpaksa tunduk pada keadaan yang tak normal. Kini guru menjalani vaksinasi. Semoga sekolah segera kembali berjalan dengan ideal.

"Pandemi membuat semuanya tidak ideal, baik sekolah maupun guru, orangtua siswa, dan anak-anak. Kebosanan menatap layar HP dan laptop dalam waktu lama dialami semua pihak, belum persoalan rumitnya akses internet di beberapa daerah," ujar Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra, Kamis 25 Maret 2021.

Di sisi lain, ucapnya, kondisi pandemi telah memaksa para pihak menerima kondisi tersebut, dan masing-masing mulai meninggalkan keluhan dan berbenah, dengan berpusat pada orientasi anak-anak tetap mendapatkan pendidikan.

Menurut Jasra, semua pihak sepakat berbenah agar putra-putri kita tetap teredukasi. Begitupun lembaga pendidikan, tidak ada pilihan, selain bermigrasi menjadi pembelajaran digital yang ramah buat pemakainya (cyber pedagogik). Hanya memang pertanyaan besarnya, apakah lembaga pendidikan sudah benar-benar berubah, atau tetap mempraktekkan aktifitas offline yang di-online-kan.

Meski untuk sebagian orang tua dan anak, menurut kepala Divisi Pengawas, Monitoring, dan Evaluasi KPAI itu, belajar sekarang sangat tidak ideal, tapi bagi orang tua yang bisa mengatasi hambatan dengan melengkapi fasilitas dengan memanfaatkan teknologi, tentu sangat menikmatinya. Apalagi anak-anak yang menguasai dan terampil berinteraksi dengan media belajar, tentu menjadi keasyikan tersendiri.

"Begitupun orang tua yang telah menemukan pola mengatur kehidupannya di masa pandemi. Dengan melakukan pendampingan belajar sambil bekerja, menyelesaikan pekerjaan rumah dan mengasuh. Tentu merasakan efektifitas dan efisiensi dalam menyelenggarakan lembaga rumah tangganya. Kebiasaan khawatir jauh dari anak anak, kini tidak lagi dirasakan. Semua bagaikan pilot, cukup 'tekan tombol' semua bisa otomatisasi dari rumah," kata Jasra.

Memang kalau bicara fasilitas rumah yang tak selengkap sekolah, imbuhnya, menjadikan partisipasi belajar menjadi sangat tidak ideal, tapi di sisi lain ada positifnya, dimana ada sebagian keluarga diliputi kebahagiaan karena tidak terpisah lama dengan anak anaknya. Mereka tidak khawatir lagi, anak anaknya mendapatkan bullying di sekolah.

Menanti selesainya guru divaksin, menurut Jasra, tentu menanti partisipasi anak-anak kembali belajar di sekolah. Sepertinya sebagian orang tua juga tidak sabar menanti, sekolah kembali dibuka.

"Dengan melihat kebijakan PPKM dan adaptasi kebiasaan baru yang telah berjalan efektif. Orang tua nampak lebih berani menyerahkan anak anaknya ke sekolah kembali. Dalam rangka mengembalikan situasi ideal anak anak untuk belajar dan menjalani berbagai kebutuhannya," sebut aktifitas asal Pasaman Barat itu.

(mus)

loading...



×
Berita Terbaru Update