Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 9 Mei 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
39.166 506 35.581 855
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Pemnag Koto Tinggi Rintis Sekolah Alam

Kamis, 04 Maret 2021 | 03:25 WIB Last Updated 2021-03-05T00:33:24Z
Tim survei sekolah alam dipimpin Walinagari Koto Tinggi, Geginda, didampingi Khalid Efendi dari PPSDM Regional Bukittinggi, Ketua KAN Koto Tinggi, Azhar Dt. Itam Tuo, Ketua Bamus Rinaldi Dt. Reno Basa dan Ketua Parik Paga Nagari, Ery Janur, Rabu (3/3/2021). (ist)

MJNews.id - Pemerintah Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, melakukan survei lokasi bakal berdirinya sekolah alam yang didampingi Khalid Efendi, Widyaiswara Ahli Madya, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemendagri Regional Bukittinggi, Rabu (3/3/2021).


Geginda Pakiah Pamuncak, Walinagari Koto Tinggi, menjelaskan, sebelumnya telah dilakukan musyawarah di ruangan kerja walinagari bersama Khalid Efendi selaku pendamping, Ketua Kerapatan Adat (KAN) Koto Tinggi, Azhar Dt. Itam Tuo, Ketua Bamus Rinaldi Dt. Reno Basa, Ketua Parik Paga Nagari Koto Tinggi, Eri Janur Malin, aparatur nagari dan Wali Jorong se Nagari Koto Tinggi.


Untuk mendirikan sekolah alam ini merujuk pada visi Walinagari Koto Tinggi, Cerdas, Agamais, Mandiri, Berbudaya untuk Kesejahteraan Masyarakat (CAMBUK), tentu dengan adanya pendampingan serta dorongan dari Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemendagri Regional Bukittinggi diharapkan terealisasi serta mendapat dukungan dari masyarakat dan semua pihak.


Ketua KAN Koto Tinggi, Azhar Dt. Itam Tuo dan Ketua Bamus Rinaldi Dt. Reno Basa, menyambut baik inovasi walinagari untuk mendirikan sekolah alam tersebut.


Survei dilakukan di 3 lokasi strategis, meliputi puncak Banto dan Bukik Luhuang Jorong Ladang Huran serta Puncak Tanah Sirah di Jorong Sungai Sariak.


Khalid Efendi menjelaskan, sekolah alam adalah sekolah dengan konsep pendidikan berbasis alam semesta. Secara fisik, bentuk sekolah ini bukanlah gedung atau bangunan, melainkan hanya saung atau rumah panggung yang dikelilingi alam. Anak juga tidak akan diberi materi di dalam ruang kelas, melainkan di kebun buah, sayur, bunga, peternakan, dan lainnya yang ada di alam.


Tujuannya, mengenalkan anak kepada lingkungan sekitarnya lewat eksplorasi langsung. Mereka juga ditekankan untuk menghargai perbedaan dan memandang keberagaman sebagai sesuatu yang perlu dipelihara. 


Namun demikian, katanya, kurikulum yang diterapkan pada sekolah alam tidak boleh menyimpang dari kurikulum yang berlaku secara nasional.


(mas/edy)


loading...



×
Berita Terbaru Update