Rifo Darma Saputra Launching Gerakan Memakmurkan Masjid dengan Satu Juta Sajadah dan Peduli Dai

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 13 April 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
33.227 349 31.051 722
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Rifo Darma Saputra Launching Gerakan Memakmurkan Masjid dengan Satu Juta Sajadah dan Peduli Dai

Minggu, 28 Maret 2021 | 07:01 WIB Last Updated 2021-03-28T18:33:46Z
Menandai program ‘Memakmurkan Masjid dengan Sejuta Sajadah dan Peduli Da’i’, yang diluncurkan tokoh perantau Minang, Rifo Darma Saputra, S.H., MM, Gubernur Sumbar Mahyeldi (kiri) menerima sajadah secara simbolis sebelum dibagikan kepada masyarakat dan masjid-masjid, Sabtu 27 Maret 2021. (ist)

MJNews.id - Sebuah mobil ambulance jenis Suzuki APV ikut mewarnai launching ‘Memakmurkan Masjid dengan Satu Juta Sajadah dan Peduli Da’i’, Sabtu 27 Maret 2021, di Gedung UPI Convention Centre, Padang.


Ambulance buka kertas itu, disediakan tokoh perantau Minang yang cukup peduli pada bidang keagamaan dan sosial kemasyarakatan, Rifo Darma Saputra, S.H., MM., untuk masyarakat Kabupaten Pasaman, berikut tiga kursi roda untuk warga Kota Padang dan Kota Solok.


Menyambut kepedulian Rifo Darma Saputra itu, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah yang langsung me-launching gerakan itu mengungkapkan kebanggaannya terhadap tokoh muda Sumbar yang menunjukkan kedermawanannya terhadap kampung halaman.


Kepedulian seperti ini, menurut gubernur, searah dengan pola pembangunan Sumatera Barat yang mengedepankan kolaborasi, sinergi dan bekerjasama dengan banyak pihak, termasuk perantau.


“Kita (Pemprov Sumbar) mengapresiasi kegiatan launching ‘Memakmurkan Masjid dengan Satu Juta Sajadah dan Peduli Da’i’ ini. Kini saatnya kita bersinergi dengan tokoh-tokoh Minang, terutama dalam memperhatikan kesejahteraan warga di Sumbar,” kata Mahyeldi.


Gubernur menyebutkan, daerah-daerah terpencil dan tertinggal masih banyak yang sangat butuh sentuhan dan perhatian bersama. Tidak melulu masalah perekonomian, bidang keagamaan juga perlu perhatian, terutama meningkatkan sarana beribadah.


Tujuan gerakan ini jelas mengajak masyarakat untuk kebaikan dan memakmurkan masjid. Gerakan ini menjadi sangat istimewa karena juga memperhatikan nasib da’i. Ini bagian dari penguatan umat. “Mari kita makmurkan masjid dengan tetap menerapkan Prokes,” papar Gubernur Sumbar.


Hadir memberi dukungan terhadap program ini, Walikota Solok Zul Elfian Umar, Pejabat Pemkab Pasaman, Tokoh Masyarakat Minang H. Nofi Candra, SE, Anggota DPRD Kota Padang, Anggota DPRD Kabupaten Solok, Pimpinan Diniyah Putri Padang Panjang Fauziah Fauzan, Pengurus MUI dan LKAAM Sumbar, Ninik Mamak, Bundo Kandung dan Organisasi Kepemudaan.


Senada, Walikota Solok Zul Elfian Umar mengaku takjub dengan program ‘Sejuta Sajadah dan Peduli Da’i’ yang diluncurkan seorang tokoh anak muda Sumatera Barat ini. “Ini sekaligus mengkiaskan, bahwa ananda Rifo mengajak kita yang tua-tua untuk mari bersujud,” katanya.


Menurutnya, Gerakan Sejuta Sajadah itu sudah bagian dari gerakan dakwah yang sepantasnya dibumikan di Ranah Minang. “Ini bagian dakwah yang harus kita gencarkan. Tujuannya selamat dunia dan akhirat,” katanya.


Ia menyebutkan, banyak tokoh kita yang diberi rezeki lebih oleh Tuhan Allah SWT, tetapi sedikit di antaranya yang digerakkan hatinya untuk memperhatikan kemakmuran masjid.


Sementara itu, tokoh perantau Minang, Nofi Candra, menilai, penyerahan sajadah dan peduli da’i pada masa pandemi Covid-19 sangat membantu masyarakat dan pemerintah daerah dalam mencegah penularan virus Corona.


Anggota DPD-RI periode 2014-2019 itu menyampaikan, karena di banyak masjid masih ada yang melepas tikar untuk melaksanakan ibadah shalat. Dengan begitu, jemaah dianjurkan untuk membawa sajadah sendiri dari rumah. “Karena itu, kegiatan sejuta sajadah ini sangat penting untuk upaya memakmurkan masjid dan masyarakat dapat melaksanakan ibadah dengan nyaman,” sebut Nofi Candra.


Pengusaha yang lebih akrab dengan sebutan NC itu ikut berharap, agar pemerintah provinsi Sumbar dan daerah lainnya terus memberikan perhatian besar kepada perantau yang memiliki ide-ide hebat seperti ini.


“Kalau saja ada 100 tokoh rantau seperti Rifo, semua masjid dan nasib guru mengaji hingga da’i di Sumbar akan sangat baik. Semoga program itu terus berlanjut hingga datang berjuta-juta sajadah ke masjid-masjid,” katanya.


Suasana launching tiba-tiba menjadi lebih syahdu dan khusuk ketika pimpinan Diniyah Putri Padang Panjang, Fauziah Fauzan El Muhammadiy mengapresiasi kegiatan Rifo Darma Saputra melalui pesannya yang dikiaskan melalui puisi ‘Sajadah Panjang’, karya Taufiq Ismail. “Semoga kejayaan Ranah Minang kembali tegak dan masjid-masjid dimakmurkan,” katanya.


Setentang gerakan memakmurkan masjid dengan sejuta sajadah itu, tokoh rantau berusia 30 tahun asal Nagari Muaro Paneh, Kabupaten Solok itu mengaku, yang menginspirasinya memunculkan Gerakan Memakmurkan Masjid dengan Sejuta Sajadah dan Peduli Da’i, bermula dari kunjungan-kunjungannya ke pelosok nagari di Sumatera Barat.


Rifo melihat, pelaksanaan ibadah dalam masa pandemi Covid-19, banyak masjid yang lengang dari jemaah karena kurang fasilitas tikar shalat, malah banyak tikarnya yang usang. “Apalagi di masa pandemi Covid-19, tikar shalat di masjid masih ada yang digulung saja, malah ada yang bisa dikatakan tidak layak pakai. Dari situ menumbuhkan inspirasi, bagaimana kita menggerakkan kembali agar masjid ramai jemaahnya,” papar Rifo.


Ketua Umum Perkumpulan Muaro Paneh Jaya (PMPJ) itu mengatakan, kondisi ini juga dampak dari pandemi Covid-19. Orang-orang diwajibkan membawa sajadah masing-masing untuk beribadah ke mushala dan masjid.


Dengan membantu memberikan sajadah, secara tidak langsung kembali menggerakkan minat masyarakat untuk datang ke masjid. Apalagi, Ramadhan tahun ini akan kembali berlangsung di tengah pandemi Covid-19 yang mau tidak mau, setiap orang datang ke rumah ibadah dengan sajadah sendiri-sendiri.


“Sejuta sajadah ini Insyaallah akan kami sebar ke seluruh kabupaten dan kota di Sumbar. Pendistribusiannya tentu saja lewat da’i yang ada di daerah masing-masing nanti,” katanya.


Selain itu, gerakan ini juga akan memberikan perhatian kepada guru-guru mengaji dan para da’i yang kondisi kehidupannya juga jauh dari kata layak. Pihaknya berupaya memberikan bantuan sandang dan pangan untuk para pejuang agama Allah SWT itu.


(***)


loading...



×
Berita Terbaru Update