Seorang Pedagang Wanita Jadi Korban Hipnotis di Pulau Punjung

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 13 April 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
33.227 349 31.051 722
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Seorang Pedagang Wanita Jadi Korban Hipnotis di Pulau Punjung

Rabu, 17 Maret 2021 | 06:45 WIB Last Updated 2021-03-18T00:44:32Z
Ilustrasi.

MJNews.id - Seorang wanita pedagang kuliner di Jalan Lintas Sumatera kilometer 1, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, menjadi korban tindak kejahatan hipnotis saat sedang berjualan di warung miliknya, Selasa 16 Maret 2021.


Suryani (42), korban hipnotis tersebut, Selasa malam menceritakan pristiwa yang menimpa dirinya. Menurutnya, peristiwa tersebut ia alami sekira pukul 14 .00 WIB, ketika membereskan barang dagangannya untuk dibawa pulang.


"Saat saya membereskan dagangan, tiba-tiba datang dua orang pria tak dikenal duduk di warung saya sembari bercakap-cakap. Salah satu dari laki- laki itu menawarkan sebentuk jimat kepada temannya, " terang Suryani.


Ia hanya mendengar dan memperhatikan gerak- gerik dan percakapan kedua pria tersebut. Dari percakapan kedua orang tersebut ia juga mendengar, satu dari laki- laki itu mengaku sebagai pegawai kejaksaan. Tak lama berselang ia diminta oleh salah satu pria tersebut untuk memegang selembar uang dua ribuan.


Kemudian laki- laki yang satunya disuruh pergi dengan membawa benda berupa jimat, yang nantinya akan diminta menebak benda apa yang dipegang Suryani. Dari percakapan kedua orang itu, dengan jimat tersebut akan membuat mata tembus pandang dan mampu menebak benda-benda yang disembunyikan.


"Setelah temannya pergi, pria yang satu lagi meminta saya untuk bersuci. Pada saat itulah tanpa sadar saya menyerahkan dompet milik saya yang berisi uang senilai Rp5 juta dan beberapa dokumen berharga lainnya," cerita Suryani.


Suryani menambahkan, tanpa ia sadari, ia pun pergi ke rumah miliknya yang tidak jauh tempat ia berjualan untuk berwudhu. Usai berwudhu ia tersadar serta langsung ingat akan dompet yang ia titipkan ke salah seorang kawanan pelaku kejahatan hipnotis tersebut.


"Setelah mengambil wudhu, saya sadar telah menyerahkan dompet kepada orang tak dikenal, dan bergegas kembali ke warung. Sesampai di warung kedua pria itu sudah tidak ada ditempat, dan saya langsung berteriak minta tolong, " ucapnya dengan nada sedih.


Mendengar suara gaduh, suami korban Wahyudin (62), yang sedang berbaring di rumah karena sedang sakit, bergegas menyusul istrinya sembari menanyakan apa yang terjadi kepada sejumlah warga yang sudah berkumpul di sana.


"Mengetahui istri saya ditimpa musibah, saya pun mengambil inisiatif, dan meminta pemilik toko yang tak jauh dari warung milik saya untuk melihat kamera pengintai (CCTV) ," kata Wahyudin.


Menurutnya, dari rekaman kamera tersebut terlihat laki-laki diduga kawanan pelaku kejahatan hipnotis tersebut keluar dari sebuah mobil minibus warna silver merk Isuzu Panther yang diparkir di seberang jalan tak jauh dari warung istrinya.


"Setelah itu saya langsung menghubungi petugas Bhabinkamtibmas Kepolisian Sektor Pulau Punjung guna melaporkan kejadian tersebut. Kuat dugaan saya komplotan itu lebih dari dua orang, karena mereka menggunakan mobil, " pungkasnya.


Terpisah, Kapolres Dharmasraya, AKBP Aditya Galayudha melalui Kapolsek Pulau Punjung, Iptu Syafrinaldi saat dikonfirmasi, mengaku belum menerima laporan resmi dari korban kejahatan hipnotis tersebut. "Tidak ada yang melapor kepada kami sehubungan kejadian tersebut," terangnya.


Ia menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap tindakan kejahatan di lingkungan masing- masing. Jangan mudah percaya kepada orang tak dikenal ataupun orang asing yang berpura- pura baik.


"Dalam kondisi ekonomi sulit saat ini, tindakan kejahatan bisa terjadi kapan dan dimana saja. Cepat laporkan kepada pihak berwajib jika ada gerak gerik yang mencurigakan agar tindakan kejahatan bisa diminimalisir," pungkasnya.


(eko)


loading...



×
Berita Terbaru Update