Tersingkir di Liga Champions, Amoruso Tuding CR7 Tak Becus

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 19 April 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
34.226 365 31.834 747
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Tersingkir di Liga Champions, Amoruso Tuding CR7 Tak Becus

Kamis, 11 Maret 2021 | 09:45 WIB Last Updated 2021-03-12T01:31:48Z
Marcio Amoruso.

MJNews.id - Tingkah Cristiano Ronaldo saat menjadi pagar hidup di laga Juventus vs FC Porto masih terus menjadi polemik. Mantan striker Bianconeri, Marcio Amoruso, menuding CR7 takut wajah gantengnya terluka gara-gara terhantam bola.


Ya, Cristiano Ronaldo dituding sebagai pihak yang bertanggung jawab atas tersingkirnya Juventus oleh FC Porto di Babak 16 Besar Liga Champions 2020-2021, Rabu 10 Maret 2021, dini hari WIB. Gara-garanya, pemain berpaspor Portugal itu tidak becus saat menjadi pagar betis.


FC Porto mendapat hadiah tendangan bebas di menit 114, sedikit di luar kotak penalti. Seperti biasa, para pemain Juventus berdiri dan berbaris membentuk pagar betis. Cristiano Ronaldo termasuk dalam barisan tersebut bersama Alvaro Morata dan Adrien Rabiot.


Ketika Sergio Oliveira melepaskan tembakan mendatar, Cristiano Ronaldo terlihat malah melompat alih-alih diam saja. Tak hanya melompat, pesepakbola berusia 36 tahun itu memalingkan badan sehingga bola lolos di kolong kakinya dan merobek jala gawang Wojciech Szczesny.


Akibatnya, FC Porto mencetak gol kedua dan Juventus pun tersingkir setelah hanya menang 3-2. Berbagai tudingan pun mengarah kepada Cristiano Ronaldo, salah satunya dari Marcio Amoruso.


“Saya tidak akan pernah memintanya lagi menjadi pagar betis. Dia takut terkena bola di wajahnya karena terlalu memedulikan citranya,” tutur Marcio Amoruso, dikutip dari Goal, Kamis 11 Maret 2021.


Celakanya, Cristiano Ronaldo tidak mendapat pembelaan dari sang pelatih Andrea Pirlo. Pria berkebangsaan Italia itu malah terkesan menyalahkannya.


“Kami memilih pemain yang siap berdiri sebagai pagar betis. Itu tidak pernah terjadi sebelumnya (menoleh ke belakang),” terang Andrea Pirlo.


“Mungkin mereka merasa posisi tendangan bebas terlalu jauh sehingga tidak merasakan adanya bahaya. Itu adalah kesalahan, tetapi biasanya tidak terjadi,” sergah pria berusia 41 tahun tersebut.


Kini, Juventus terpaksa merelakan satu trofi melayang dari pandangan mereka. Si Nyonya Tua hanya tinggal menyisakan dua kompetisi lagi untuk meraih trofi, yakni Liga dan Coppa Italia 2020-2021. Khusus untuk Coppa Italia, mereka sudah mencapai babak final dan akan menghadapi Atalanta.


(***)


loading...



×
Berita Terbaru Update