Wako Fadly Amran Usulkan 8 Program Pembangunan di Rakorenbang Sumbar

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 11 April 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
33.069 343 30.843 716
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Wako Fadly Amran Usulkan 8 Program Pembangunan di Rakorenbang Sumbar

Rabu, 10 Maret 2021 | 02:25 WIB Last Updated 2021-03-09T21:40:24Z
Walikota Padang Panjang, H. Fadly Amran Dt. Paduko Malano memaparkan program pembangunan dalam Rakorenbang tingkat provinsi, Senin (8/3/2021) di Padang. (kominfo)

MJNews.id - Walikota Padang Panjang, H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano tampil menjadi kepala daerah pertama yang menyampaikan rencana pembangunan Kota Padang Panjang dalam Rapat Koordinasi Perencanaan Pembangunan (Rakorenbang) Provinsi Sumatera Barat, Senin (8/3/2021) di Auditorium Gubernuran Sumbar. Sebanyak delapan program yang disinkronisasikan dengan visi-misi Pemrov dipaparkan di hadapan gubernur dan wakil gubernur beserta kepala daerah lainnya.


Adapun delapan usulan program yang disampaikan Fadly Amran, di antaranya lanjutan pembangunan kawasan Islamic Center, penataan kawasan rest area di Silaing Bawah, pembangunan lokasi tempat pembuangan akhir (TPA) regional, pembangunan gedung instalasi bedah sentral dan instalasi diagnostik terpadu di RSUD, rehab irigasi lintas Padang Panjang-Tanah Datar, pengadaan mesin UHT (ultra high temperature) untuk produksi susu sapi, pembangunan Padang Panjang Jogging Track dan pembangunan gedung Learning Knowledge Center (KLC).


Untuk lanjutan pembangunan kawasan Islamic Center, Pemko mengusulkan anggaran Rp62 miliar lebih dari APBD provinsi guna melanjutkan pembangunan masjid, convention hall, landscaping dan turap beton di belakang convention hall.


“Lanjutan pembangunan Islamic Center ini mensinkronkan misi meningkatkan tata kehidupan sosial kemasyarakatan berdasarkan falsafah adat basandi syarak-syarak basandi kitabullah dan program unggulan ‘Sumbar Religius dan Berbudaya’ dari Pemprov,” tuturnya.


“Di tahun 2016-2017, untuk pembangunan masjid menelan anggaran Rp66,2 miliar dan convention hall Rp5,87 miliar lebih dari APBD. Di 2018 untuk pembangunan jalan kawasan tersebut sebesar Rp10,8 niliar dari dana alokasi khusus (DAK). Pembangunan jalan dilanjutkan untuk akses bagian belakang sebesar Rp8,12 miliar lebih, juga dari DAK di 2019. Di 2021 ini, kami usulkan Rp62 miliar ke APBD provinsi. Kami juga melaksanakan review design senilai Rp85 juta di tahun ini,” papar Fadly.


Sementara untuk penataan rest area Silaing Bawah, terang Fadly, detail engineering design (DED) telah dilakukan pada 2019. Disinkronkan dengan program unggulan Sumbar Pariwisata dan Budaya: membangun industri pariwisata melalui destinasi wisata berkelas internasional dan 19 destinasi wisata unggulan, di lokasi ini dilakukan penataan lingkungan kawasan wisata terintegrasi. 


Di lokasi tersebut juga direncanakan pembangunan sentra kuliner dan UMKM Sumbar dipadupadankan dengan destinasi wisata berupa welcome area, water fountain/screen, area parkir dan terhubung ke PDIKM.


“Untuk pusat kuliner dan oleh-oleh terbesar di Sumbar ini, akan dibangun gedung tiga lantai seluas 1.700 m2. Lantai pertama untuk restoran aneka kuliner Minangkabau. Lantai II kios UMKM, dan lantai III ruang pelayanan atau serbaguna. Nanti difasilitasi dengan lift dan WiFi,” terangnya.


Sedangkan terkait diusulkannya TPA regional, ungkap Fadly lagi, lantaran pertimbangan kondisi TPA Sungai Andok yang dalam 1-2 tahun ini akan penuh. Sementara Padang Panjang memiliki keterbatasan lahan, sehingga perlu fasilitasi pembangunan TPA Regional dengan kabupaten tetangga. 


“Keterkaitan pembangunan dengan kabupaten tetangga, juga turut kami usulkan rehab irigasi lintas Padang Panjang dengan Kabupaten Tanah Datar. Yaitu untuk irigasi Batang Sibunian yang menghubungkan Paninjauan-Ganting-Ekor Lubuk-Jaho. Lalu irigasi Banda Jirek antara Paninjauan-Ganting-Sigando dan irigasi Banda Tarok di Guguk Malintang-Paninjauan,” sebut walikota muda ini.


Untuk bidang kesehatan, lanjut Fadly, perlu penambahan pelayanan di RSUD dengan pembangunan instalasi bedah sentral dan instalasi diagnostik terpadu yang diperkirakan membutuhkan anggaran Rp80 miliar. Sedangkan pengadaan mesin UHT, diusulkan dengan pertimbangan, Padang Panjang merupakan sentra sapi perah yang mensuplai lebih dari 50% kebutuhan susu di Sumbar. Mesin UHT ini digunakan untuk peningkatan daya simpan susu segar. 


“Usulan berikutnya, Padang Panjang Jogging Track berdekatan dengan kawasan wisata potensial. Mulai dari Diniyyah-Thawalib, Lubuk Mata Kucing, lubang meriam, tebing beton, Batu Limo hingga Puncak Silaing Indah. Lokasi ini memiliki view yang indah berupa sungai, tebing, persawahan dan perbukitan. Ini akan menunjang sektor unggulan pariwisata,” jelasnya.


Terakhir, kata Fadly, untuk usulan kedelapan berupa pembangunan gedung Learning Knowledge Center, terintegrasi dengan kawasan rest area. Di tempat ini akan dibangun fasilitas interactive learning hall yang dilengkapi dengan bioskop berkapasitas 50 orang, pustaka digital, dan area perkantoran.


Setelah pemaparan dari Padang Panjang, usulan berikutnya disampaikan Pemko Bukittinggi, Payakumbuh, Pemkab Solok Selatan dan Padang Pariaman.


Terhadap usulan-usulan ini, Gubernur Mahyeldi dan Wagub Audy Joinaldy mendukung sejumlah usulan. “Nanti kita bagi, mana urusan daerah, provinsi dan pusat. Nanti kita buat MoU,” tutur Mahyeldi. 


Turut mendampingi walikota saat itu Sekdako Sonny Budaya Putra, Kepala Bappeda, Rusdianto, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Alvi Sena, Kepala Dinas Perdakop UKM, Arpan, Kepala Dinas PUPR Welda Yusar, Kepala Dinas Pariwisata Maiharman, Kepala Dinas Perkim LH Wita Desi Susanti dan Direktur RSUD dr. Lila Yanwar.


(pgl)


loading...



×
Berita Terbaru Update