Warga Keluhkan Angkutan Batu Bara ke Teluk Sirih, Forum LLAJ Sumbar Bantu Fasilitasi

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 22 April 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
35.202 433 32.188 762
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Warga Keluhkan Angkutan Batu Bara ke Teluk Sirih, Forum LLAJ Sumbar Bantu Fasilitasi

Rabu, 17 Maret 2021 | 06:25 WIB Last Updated 2021-03-17T23:03:08Z
Sekretaris FLLAJ Sumbar, Era Oktaviandi melaporkan berbagai hal terkait keberadaan Forum LLAJ Sumbar yang sudah ada sejak 2011 lalu.

MJNews.id - Masyarakat di Teluk Kabung tengah mengeluhkan keberadaan truk-truk pengangkut batu bara menuju PLTU Teluk Sirih. Truk-truk tersebut telah memberikan dampak sosial cukup luas bagi warga setempat.


Keluhan itu setidaknya disampaikan Ketua Forum Masyarakat Peduli Teluk Kabung Tengah, Dian dalam pertemuan Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (FLLAJ) Sumbar di aula Dinas Perhubungan Provinsi, Selasa 16 Maret 2021.


Dian menuturkan, di sepanjang 2,5 km jalan dari Simpang Teluk Sirih hingga Teluk Buo, terdampak ruas jalan yang agak sempit. Di sana, juga padat penduduk dan terdampak sejumlah sekolah dan mushalla tempat anak-anak bersekolah dan mengaji. Ironinya, sopir truk pengangkut sering memacu kendaraannya yang sarat muatan dengan kencang tanpa mempertimbangkan keberadaan penduduk yang padat dan orang-orang yang melintas di ruas jalan yang kini juga menjadi jalan alternatif menuju Kawasan Wisata Mandeh di Pesisir Selatan. 


Makin ironi, akibat getaran truk yang keras, sejumlah lantai rumah menurutnya retak. “Kami berharap ada solusi dari persoalan ini. Kami menyadari, dengan keberadaan batu bara lewat darat ini bisa membantu perekonomian warga, tapi mohon dampaknya ini juga dipertimbangkan,” katanya. 


Dian berharap, rencana membangun jalur jalan khusus untuk batu bara lewat darat ini dapat dipertimbangkan pula. “Saya dengar dulu ada rencana membuat jalur khusus ini, semoga dapat dipertimbangkan,” harapnya. 


Sementara itu, dalam pertemuan yang dibuka Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Heri Nofiardi dan dimoderatori Sekretaris FLLAJ Sumbar, Era Oktaviandi itu, Manager PLTU Teluk Sirih, Mustika Effendi menegaskan, pihaknya sudah berupaya mencarikan jalan keluar untuk persoalan yang dialami masyarakat setempat dampak pengangkutan batu bara ke PLTU yang dipimpinnya. Mereka menyadari, jalan itu tak cuma akses untuk pasokan batu bara sebagai bahan bakar pembangkit PLTU, tapi juga jalan menuju objek wisata Mandeh. Pihaknya ditegaskan, juga sangat mendukung keberadaan kawasan wisata demi peningkatan perekonomian masyarakat dan daerah. 


Mustika memaparkan, PLTU dengan kapasitas 2 X 112 MW tersebut membutuhkan setidaknya 3.000 ton batu bara per hari. Selama ini dipasok dari Kalimantan lewat jalur darat. Namun, sesuai arahakan kementerian untuk memanfaatkan energi simpul, maka pihaknya juga memasok batu bara dari Jambi, Riau, dan Bengkulu dengan pengangkutan lewat darat. Itu pun baru 25 hingga 30 persen dari seluruh kebutuhan. “Untuk pengangkutan ini sebenarnya bukan tanggung jawab kami, melainkan pemasok dan transportir. Namun telah kami usahakan untuk mencarikan solusinya,” tuturnya. 


Era Oktaviandi yang juga Kabid Lalu Lintas dan Pembinaa Keselamatan LLPK Dishub Sumbar menduga, truk pengangkutan juga melanggar ketentuan angkutan, yakni over dimensi dan over loading. “Truk dengan tiga sumbu hanya diizinkan mengangkut 20 ton barang. Dari pantau kami di lokasi, ini sepertinya sudah ODOL dan itu sangat membahayakan tidak cuma masyarakat, tapi juga pengemudi sendiri,” tegasnya. 


Utusan Ditlantas Polda Sumbar, yakni Kasudbit Gakkum menegaskan, sebagai penegak hukum, pihaknya tak segan-segan melakukan penindakan bila truk atau pengendara lain melanggar aturan. “Kami tak pandang bulu untuk itu,” kata polisi perempuan tersebut. 


Hingga akhir pertemuan, memang belum didapatkan solusi yang tepat untuk mengatasi persoalan yang dihadapi masyarakat setempat terkait pengangkutan batu bara.


Direncanakan, pertemuan akan berlanjut di PLTU Teluk Sirih dengan mengundang pemasok batu bara dan transportir, sebagai pengangkut batu bara. 


Terlepas dari itu, baik Kadishub maupun Sekretaris FLLAJ, menerangkan, forum telah hadir sejak 2011 lalu. Keberadaannya berupaya mewujudkan lalu lintas yang aman, nyaman, dan berkeselamatan.


Semula pertemuan hanya dilakukan dua kali dalam satu tahun. Kini, dengan adanya bantuan dari Kementeri PUPR, maka forum akan semakin intens mewujudkan lalu lintas yang berkeselamatan tersebut.


Sekretaris Forum juga menegaskan, forum bukanlah semata berisi jajaran perhubungan, namun dari berbagai instansi.


(rls)


loading...



×
Berita Terbaru Update