Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 6 Mei 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
38.261 476 34.945 834
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Gempar! Ada Layanan Antigen Corona Pakai Alat Bekas di Bandara Kualanamu

Kamis, 29 April 2021 | 12:00 WIB Last Updated 2021-04-29T05:00:00Z
Penggerebekan dilakukan di laboratorium rapid test antigen Kimia Farma lantai M Bandara Kuanalamu sekitar pukul 15.45 WIB, Selasa 27 April 2021. (ist)

MJNews.id - Layanan tes antigen Corona yang menggunakan alat bekas di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara bikin geger. Polisi menggerebek lokasi dan mengamankan sejumlah orang.


Penggerebekan dilakukan di laboratorium rapid test antigen Kimia Farma lantai M Bandara Kuanalamu sekitar pukul 15.45 WIB, Selasa 27 April 2021. Sebelumnya polisi mendapati keluhan dari para calon penumpang pesawat yang mendapati hasil rapid antigen positif Covid-19 dalam kurun lebih-kurang 1 minggu. Hal inipun memicu kecurigaan.


Untuk membuktikannya, polisi melakukan penyamaran dengan berpura-pura menjadi calon penumpang pesawat yang hendak melakukan rapid tes antigen.


Usai menunggu 10 menit, anggota dari Polda Sumut itu mendapati hasil tes positif sehingga memicu perdebatan.


Polisi yang curiga mengumpulkan petugas laboratorium di Bandara Kualanamu tersebut dan memeriksa seluruh lokasi. Hasilnya ditemukan ratusan alat rapid test antigen bekas yang dikemas dan dipakai kembali.


Polisi menduga alat tes dibersihkan kembali untuk dipakai ke pasien lainnya. “Iya itu dugaan-dugaan ke arah situ semuanya didalami oleh penyidik. Makanya nanti penyidik secara komprehensif pendalaman baru nanti disampaikan,” ujar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi, di Polda Sumut, Medan, Rabu 28 April 2021.


Usai penggerebekan, polisi mengamankan sejumlah petugas yang melakukan pemeriksaan rapid test dan barang bukti ke Polda Sumut. “Udah ada. Ada lima sampai dengan enam orang petugas yang ada di salah satu ruangan itu yang melakukan pemeriksaan rapid test. Totalnya saya tidak tahu persis berapa tapi beberapa sudah kita minta keterangan,” kata Hadi seperti dikutip detikcom.


Penggerebekan dilakukan oleh Subdit 4 Krimsus Polda Sumut pada Selasa (27/4) di salah satu ruangan di Bandara Kualanamu. Hadi mengatakan penggerebekan dilakukan karena ada dugaan pelanggaran UU Kesehatan.


“Jadi benar Subdit 4 Krimsus itu melakukan penindakan terhadap dugaan Tindak Pidana UU Kesehatan. Lokasinya di salah satu ruangan di Bandara Kualanamu. Penindakan itu dilakukan kemarin sore ada beberapa orang yang sudah kita mintai keterangan, sudah kita periksa dan sampai saat ini penyidik Subdit 4 masih terus mendalami,” ujar Hadi. 


Akan Disanksi

PT Kimia Farma Diagnostik buka suara terkait dugaan tes antigen dengan alat bekas di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut). Kimia Farma menyatakan bakal memberi sanksi tegas terhadap karyawan tersebut.


“Terkait kasus yang ada, pada dasarnya kami mendukung dan men-support penuh proses pemeriksaan dan penyidikan yang dilakukan oleh kepolisian terkait dugaan penggunaan bahan medis habis pakai secara ulang,” kata Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostik Adil Bulqini kepada wartawan di kantor Angkasa Pura, Kualanamu, Rabu 28 April 2021.


Adil menyebutkan sejauh ini pihaknya melakukan berbagai kegiatan sesuai dengan SOP. Lalu, jika hal tersebut benar terjadi, bisa dipastikan bertentangan dengan prinsip yang mereka ikuti selama ini.


“Kemudian apabila itu terjadi, itu jelas bertentangan dengan prinsip-prinsip atau SOP yang kami junjung tinggi selama ini. Jadi PT Kimia Farma Diagnostik merupakan laboratorium klinik yang sudah sertifikasi. Jadi yang namanya SOP sudah menjadi budaya kami dan setiap pemeriksaan ada SOP-nya,” ujar Adil.


“Jelas bahwa pemakaian ulang dari bahan habis pakai itu tidak tercantum dalam SOP atau bertentangan dengan SOP,” sebut Adil.


Adil menegaskan bahwa pengadaan reagensia atau kit rapid test tersebut dilakukan secara terpusat di kantor pusar di Jakarta. Termasuk, sudah menentukan supplier-nya serta barangnya pun sudah lolos uji komparasi. Jadi, kata Adil, kalau dilakukan daur ulang, itu murni inisiatif dari oknum karyawannya.


“Jadi dugaan penggunaan daur ulang, kalaupun itu terjadi, itu murni inisiatif oknum karyawan kami karena kami sudah sampaikan tadi bahwa sudah ada SOP yang tidak menolerir adanya penggunaan bahan medis ini secara berulang. Apabila terbukti benar adanya itu adalah perbuatan oknum karyawan kami dan kami akan berikan tindakan tegas dan sanksi yang berat sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” sebut Adil.


Adil menuturkan sejauh ini ada tujuh orang pekerjanya diamankan di Polda Sumut. Salah satunya merupakan business manager merangkap kepala pelayanan.


“Ada tujuh orang. Satu business manager, kemudian ada analis pelaksana, kurir, serta OB,” ujar Adil.


Adil menuturkan pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan dan produk yang berkualitas kepada masyarakat. “Perlu kami tegaskan, PT Kimia Farma Diagnostik itu berkomitmen memberikan pelayanan dan produk yang berkualitas kepada masyarakat supaya masyarakat mendapat pelayanan yang baik dan memuaskan,” ucap Adil.


(*/dtc)


loading...



×
Berita Terbaru Update