Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 14 Mei 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
40.111 479 36.370 878
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Anyang Batumbuak, Minuman Khas Pariaman Saat Ramadhan

Kamis, 29 April 2021 | 18:00 WIB Last Updated 2021-04-29T11:00:00Z
Anyang Batumbuak, minuman rradisional Kota Pariaman yang hanya ada setiap bulan ramadhan tiba. (humas)

MJNews.id - Setiap bulan Ramadhan datang pasti ada saja jenis makanan dan minuman yang menjadi ciri khas daerah masing-masing, dan tentu saja jenis makanan dan minuman tersebut dicari oleh konsumennya masing-masing.


Untuk Kota Pariaman sendiri, ada satu jenis minuman yang dicari oleh konsumennya setiap Ramadhan datang, dan minuman ini hanya bisa didapatkan ketika bulan Ramadhan saja.


Anyang Batumbuak, itulah nama dari minuman tersebut. Minuman tradisional Kota Pariaman ini hanya dikenal oleh orang-orang tertentu saja, dan tidak semua orang juga yang bisa membuatnya, karena untuk anak-anak milenial saat ini mereka tidak akan mengenal minuman ini, sebab minuman ini hanya dijual di pasar tradisional saja, sedangkan mereka sekarang hanya mengenal minuman cafe saja.


Anyang Batumbuak memiliki cita rasa yang segar, apalagi diminum dalam keadaan dingin yang membuat orang yang meminumnya menjadi ketagihan untuk meminumnya setiap hari. Minuman ini juga bisa menambah energi selain untuk pelepas dahaga saja.


Di Kota Pariaman hanya satu orang saja yang menjual minuman ini yaitu, ibu Asmarina atau yang lebih dikenal dengan panggilan Manih. Manih berjualan anyang batumbuak ini sejak tahun 1984, saat Pasar Pariaman masih berlokasi di dekat stasiun kereta api.


Manih menyebutkan, Selasa 27 April 2021, anyang batumbuak ini terbuat dari bahan dasar buah ambacang, karena ambacang susah mendapatkannya bisa diganti dengan buah kuini, pisang, buah timbaba (buah nangka kecil-kecil yang tidak berhasil menjadi buah nangka), nenas, cabai merah, cabai rawit, cabai giling, asam jawa, jeruk besar, gula merah, garam, dan air secukupnya.


Buah yang menjadi bahan dasar minuman ini mudah didapatkan, akan tetapi kalau di hari biasa buah untuk bahan pelengkap minuman ini sangat sulit sekali didapatkan. Oleh karena itu beliau hanya membuat dan menjualnya pada saat bulan puasa saja.


Manih menjual minuman ini hanya dengan harga Rp.5.000/bungkusnya, biasanya sehari bisa habis 30 sampai dengan 50 bungkus sehari. Harga tersebut sangat terjangkau dengan kantong kita untuk membeli dan menikmati rasa segar dari anyang batumbuak ini.


Jika Anda tidak percaya, silahkan datang ke Pasar Pabukoan Pariaman yang berlokasi di areal Pasar Rakyat Kota Pariaman. Jika Anda coba, dijamin pasti ketagihan dibuatnya.


(hms/aa)


loading...



×
Berita Terbaru Update