Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 9 Mei 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
39.166 506 35.581 855
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Eksepsi Dikabulkan Hakim, Mantan Kepala Puskesmas Sikapak Ini Dibebaskan dari Tahanan

Kamis, 15 April 2021 | 03:00 WIB Last Updated 2021-04-14T20:00:00Z
Majelis hakim yang diketuai Juandra menyatakan menerima keberatan/eksepsi PH terdakwa Linda Syofiati di Pengadilan Tipikor Padang, Rabu 14 April 2021. (adi hazwar)

MJNews.id - Majelis hakim mengabulkan eksepsi yang diajukan penasihat hukum Linda Syofiati (50), terdakwa kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Padang, Rabu 14 April 2021. Mantan Kepala Puskesmas Sikapak, Kota Pariaman, Sumatera Barat itu dibebaskan dari tahanan.


Majelis hakim yang diketuai Juhandra dibantu hakim anggota Elisya Florence dan Hendri Joni menyatakan menerima/keberatan penasihat terdakwa karena dakwaan penuntut umum tidak memenuhi syarat yang ditentukan dalam Pasal 143 ayat 2 huruf b KUHAP.


“Menerima keberatan/eksepsi Penasihat Hukum terdakwa Linda Syofiati. Menyatakan Surat Dakwaan Nomor Register Perkara: PDS-01/L.3.11/Ft.1/03/2021 atas nama terdakwa Linda Syofiati batal demi hukum. Menyatakan pemeriksaan perkara Nomor 1/Pid-Sus-TPK/2021/Pn.Pdg atas nama Linda Syofiati tidak dapat dilanjutkan. Memerintahkan terdakwa Linda Syofiati dikeluarkan dari tahanan,” kata hakim ketua Juandra.


Sidang pembacaan putusan sela itu dihadiri Jaksa Penuntut Umum (JPU) Irisa Nadeja dan Mulyadi dan Penasihat Hukum (PH) Syahril dan Devit Candra.

PH terdakwa Syahril menyambut gembira putusan sela tersebut. “Ya kami selaku PH  terdakwa ini menilai putusan sela tersebut sangat tepat. Karena dakwaan itu harus  disusun secara lengkap sesuai Pasal 143 KUHAP, dimana tindak pidana dan berapa kerugian negaranya,” kata Syahril.


Sementara  Kasi Penuntutan Aspidsus Kejati Sumbar, Yulius Kaesar menyatakan menerima putusan sela tersebut. “Dalam waktu segera akan dilimpahkan kembali,” kata Yulius Kaesar.


Kasus ini sebelumnya disidik Ditreskrimsus Polda Sumbar. Oleh JPU, terdakwa selaku Kepala UPT Puskesmas Sikapak Kota Pariaman didakwa secara bersama-sama Wellida Anggraini selaku bendahara Puskesmas Sikapak pada bulan Maret 2013 sampai 2015 telah melakukan, turut serta melakukan perbuatan secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau orang lain atau orang lain atau suatu korporasi atau dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. Menurut jaksa, kerugian negara sebesar Rp 5.041.208.970,51 tetapi dalam rinciannya tidak seperti jumlah tersebut.


(adi)


loading...



×
Berita Terbaru Update