Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 9 Mei 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
39.166 506 35.581 855
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Erwin Yunaz: Kepala Daerah Dituntut Kreatif dan Inovatif!

Rabu, 28 April 2021 | 11:00 WIB Last Updated 2021-04-28T04:00:00Z
Wakil Walikota Payakumbuh, Erwin Yunaz.

MJNews.id - Pandemi Covid-19 yang menghantam sudah lebih dari setahun, membuat ekonomi hampir seluruh daerah lumpuh selumpuh-lumpuhnya. Kota Payakumbuh yang pertumbuhan ekonominya tidak minus, masih juga merasakan dampaknya.


Lalu muncul pertanyaan kepada kepala daerah, seberapa jauh mereka mampu dan tahan dalam kondisi pandemi Covid-19 sekarang dan bagaimana memberikan karya dalam kondisi sulit itu?


Wakil Walikota Payakumbuh Erwin Yunaz, kepada wartawan, Selasa 27 April 2021, menyebutkan, ini sebagai tantangan ketahanan seorang pemimpin di era krisis. Artinya seberapa kuat ketahanan fisik dan psikis, apakah mereka sanggup atau tidak berkreasi mengelola energi bersama untuk mendukung pemerintahan.


“Bukti siapnya duet F-Win (Riza Falepi-Erwin Yunaz) membangun kota menuju ke arah yang lebih baik, telah ditunjukkan dengan Payakumbuh berada di tatanan umurnya yang ke-50 tahun dan branding kota City of Randang sudah dikantongi,” ujarnya.


Menurut Wawako Erwin, pencapaian ini tidaklah mudah. Karena kedepan akan ditambah dengan tantangan untuk mendatangkan peluang investasi ke kota ini. 

“Kita sedang diuji dalam menggerakkan ekonomi kota. Mencari jalan untuk memenuhi kebutuhan untuk disebut sebuah kota, yaitu mendatangkan investasi. Awal dari investasi itu sendiri adalah network atau jejaring. Dan inilah yang coba kita bangun dari sekarang,” tambahnya.


Bukti dari pentingnya enterprenenurship kepala daerah adalah mereka selain dituntut menjadi CEO yang mampu bergerak dalam kondisi sulit, sekaligus harus bisa meyakinkan investor untuk bekerja sama.


“Parameter mengukur kerja pemimpin yaitu mampu mendatangkan prestasi dan membangkitkan kreativitas. Payakumbuh dulunya tidak punya identitas, satu-satunya dari 530 kota dan kabupaten di Indonesia yang melakukan rebranding. Dengan usaha yang tidak mudah, kita bisa merebut klaim kepemilikan randang dari negara lain. Ditambah kota kita juga terkenal dengan kota kuliner. Artinya ke depan kemudahan investasi akan menjadi keunggulan luar biasa dari Payakumbuh ini,” tambahnya.


Wawako juga mengatakan, sisi penting lainnya yang perlu dipertimbangkan adalah bagaimana kepala daerah sebagai tuan rumah yang baik yang menjadi pintu masuk investor. Tuan rumah terlibat banyak, dalam hal ini mereka membangun koordinasi yang baik bersama stakeholder terkait, sinergi harus ada kalau berbicara kemajuan daerah.


“Payakumbuh sampai malamnya pun ramai, tidak seperti daerah lain di Sumbar. Banyak yang bisa dikembangkan di negeri kita sendiri, outputnya adalah memberikan kemakmuran kepada masyarakat. Payakumbuh juga tengah menyambut pembangunan jalan tol, kita menyikapi potensi masa depan,” katanya.


Menariknya, Wawako Erwin Yunaz saat ini juga tengah sibuk mengeluarkan produk kreatifnya mendirikan School of Randang. Kehadiran School of Randang ini diharapkan akan menjadi wisata kuliner ikonik ke depannya di Payakumbuh.

 

“Sejauh ini testimoni cukup baik dari anak-anak sekolah yang tertarik untuk belajar randang. Dan ini baru dari anak sekolah di Payakumbuh saja. Coba bayangkan, jika yang datang adalah siswa dan siswi dari luar daerah, tentu akan memberikan potensi hidup kepada pasar kita. Inilah salah satu bentuk kreatifitas kita dengan akan banyaknya kunjungan-kunjungan ke Payakumbuh untuk belajar randang di industri,” ucap Erwin lagi.


(jrm/yud)


loading...



×
Berita Terbaru Update