Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 12 Mei 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
40.017 502 36.244 878
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Gawat! Positivity Rate Covid-19 Sumbar Pecah Rekor, Tembus 16 Persen

Minggu, 18 April 2021 | 20:25 WIB Last Updated 2021-04-18T20:20:24Z

 


MJNews.id - Angka positivity rate (PR) Covid-19 Sumatera Barat (Sumbar) menembus 16 persen. Angka ini naik dibanding beberapa waktu belakangan dengan kisaran 5 hingga 8 persen. Ing PR tertinggi di Sumbar, sepanjang virus Corona melanda dunia.


"Hari ini saya ingin sampaikan bahwa untuk pertama kali positivity rate di Sumbar tembus di angka 16 persen. Beberapa waktu sebelumnya PR Sumbar berkisar 5-8 persen," kata Tenaga Ahli Bidang Penanganan Pandemi Covid-19, Kementerian Kesehatan RI, Dr. Andani Eka Putra, dalam grup Kawal Covid Sumbar, Minggu 18 April 2021.


Dijelaskannya, PR Sumbar di level 16 persen artinya ada 16 orang positif dari setiap 100 orang yang diperiksa. Angka ini terbesar di Sumbar sejak era pandemi. Di sisi lain dia makin kuatir karena saat ini sedang berlangsung bulan suci Ramadan. Di mana kebiasaan buka bersama dan pelaksanaan protokol yang lemah, ditambah capaian vaksin umumnya rendah, akan memicu penambah kasus positif Covid-19.


"Akumulasi ini berisiko besar bagi kita di Sumatera Barat, jika tidak kita antisipasi dengan baik. Semoga ada solusi yang bagus untuk peningkatan PR 16 persen," terang dia.


Saat ini rasanya, kata Andani, tidak perlu retorika protokol. Dia akan mengusulkan ke pimpinan daerah agar memberi sanksi untuk ASN dan pekerja kantoran yang tidak memakai masker.


"Lakukan sidak oleh satgas. Datangi kantor pemerintahan, jika ditemukan ASN yang tak bermasker, kasih sanksi. Untuk kantor swasta yang tidak patuh, akan diminta tutup. Rumah makan harus melaksanakan protokol, 1 meja hanya diisi setengah dari kapasitas. Tidak patuh akan ditutup," tegasnya.


Kemudian, katanya satgas masjid harus diperkuat. Masjid yang tidak menggunakan protokol akan diberikan sanksi. Untuk buka bersama mungkin diizinkan denga setengah dari kapasitas tempat. Rasio tracing idealnya 1:15-20, itu harus dipastikan berjalan, apalagi ada kabijakan Babinsa dan Babinkamtibmas. Penguatan satgas desa dan shelter desa untuk isolasi.


"Masih banyak usulan yang lain, tapi perlu dikawal semua proses itu berjalan atau tidak," ujarnya.


Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal pun bersuara, penyebaran Covid-19 saat ini lebih dominan di perkampungan dibanding kota.


"Pertambahan kasus positif Covid-19 sekarang lebih tinggi dari kesembuhan. Kondisi ini akan berakibat dengan meningkatnya hunian rumah sakit untuk pasien Covid-19. Jumlah nakes dalam perawatan juga banyak. Sekarang juga muncul cluster-cluster baru akibat lemahnya pengawasan pelaksanaan protokol Covid-19," terang dia.


Disebutkannya, sesuai arahan Gubernur Sumbar didampingi Wagub dengan bupati dan walikota dalam rapat evaluasi Covid-19, Sabtu 17 April 2021 di Auditorium Gubernuran, diharapkan kabupaten/kota lebih memperketat pelaksanaan Perda Sumbar Nomor 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dengan melibatkan semua institusi informal yang ada di daerah masing-masing.


"Dalam pertemuan itu gubernur dan jajarannya akan mengefektifkan Nagari Tageh dan Kongsi Covid-19 serta kegiatan lain yang dianggap perlu. Di samping itu pemerintah daerah juga diminta meningkatkan tracking dan tracing serta memperbanyak PCR Test kepada warganya masing-masing. Sekarang kita tunggu keseriusan bupati dan walikota dalam memutus mata rantai Covid-19," ujarnya.


Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Arry Yuswandi mengatakan dukungan semua pihak sangat dibutuhkan dalam mengatasi peningkatan kasus Covid-19.


"Kami di lingkup jajaran kesehatan Sumbar, insya Allah, akan terus berupaya untuk melakukan upaya-upaya semaksimal mungkin. Kepatuhan terhadap protokol kesehatan sepertinya tidak bisa ditawar lagi. Upaya 3T akan kita tingkatkan lagi," sebutnya.


Sementara, hingga Minggu sudah 34.137 orang Warga Sumbar terinfeksi covid-19. Terjadi penambahan 204 orang warga sumbar positif terinfeksi covid-19. Sembuh bertambah 99 orang, sehingga total sembuh 31.777 orang


Dari 34.137 orang yang telah dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 di Provinsi Sumatera Barat dengan rincian dirawat di berbagai rumah sakit 375 orang (1,10%), isolasi mandiri 1123 orang (3,29%), isolasi Provinsi 0 orang (0%), isolasi Kab/ Kota 118 orang (0,35%). Meninggal dunia 744 orang (2,18%) dan sembuh 31.777 orang (93,09%).


(rls/eds)


loading...



×
Berita Terbaru Update