Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 17 Juni 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
48.441 628 44.295 1.108
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Ketua DPD RI Berharap Pemerintah Turut Kendalikan Harga Ayam Potong di Bengkulu

Sabtu, 10 April 2021 | 08:00 WIB Last Updated 2021-04-10T01:00:00Z
Ketua DPD RI saat makan malam bersama Wagub Bengkulu, Jumat 9 April 2021.

MJNews.id - Mendekati bulan Ramadhan 1442 Hijriah, harga sejumlah komoditas mulai mengalami kenaikan. Termasuk juga harga daging ayam potong di Bengkulu. Kondisi ini disikapi Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Ia berharap pemerintah turun tangan.


Di Bengkulu harga daging ayam potong di sejumlah pasar tradisional telah menyentuh angka Rp 40 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 30 ribu. Kenaikan ini sudah berlangsung sejak sepekan terakhir.


"Dalam sepekan terakhir, harga sejumlah komoditas mulai mengalami kenaikan. Hal ini merupakan fenomena menjelang Ramadhan. Pemerintah harus bisa mengendalikan harga tersebut agar tidak memberatkan masyarakat," kata LaNyalla, Jumat 9 April 2021. 

 

Senator asal Jawa Timur itu mengatakan, kenaikan harga komoditas ini terjadi lantaran semakin tingginya permintaan masyarakat menjelang Ramadhan dan kenaikan harga pakan ayam. 


"Dalam masa pandemi Covid-19 ini perekonomian masyarakat ikut terpukul. Kita tidak mau kondisi itu tambah dipersulit dengan harga komoditas yang merangkak naik," katanya saat makan malam bersama Wakil Gubernur Bengkulu Rosjansyah.


Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur ini menambahkan, kenaikan harga daging ayam potong sudah terjadi dari peternak. Akibatnya, pedagang di pasar tradisional terpaksa melakukan penyesuaian harga.


"Fenomena kenaikan harga menjelang Ramadhan selalu terjadi berulang-ulang. Begitu juga saat mendekati lebaran, Natal, dan lainnya. Kita berharap ada antisipasi sehingga semua bisa berjalan stabil," katanya.


Dalam kunjungannya ke Bengkulu, Ketua DPD RI didampingi Senator asal Bengkulu Ahmad Kanedi dan Eni Khairani, serta Senator Sylviana Murni (DKI), Evi Apita Maya (NTB), Bustami Zainuddin (Lampung) dan Fachrul Razi asal Aceh.


(rls/eds)

loading...

Iklan Kiri Kanan





×
Berita Terbaru Update