Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 9 Mei 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
39.166 506 35.581 855
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Mahyeldi: Perlu Penegakan Disiplin Prokes Tekan Covid-19 dan Bangkitkan Ekonomi Daerah

Jumat, 30 April 2021 | 16:25 WIB Last Updated 2021-04-30T16:10:17Z
Penegakan Disiplin Prokes.

MJNews.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bekerjasama dengan Polda dan Korem 032 Wirabraja dalam rangka menekan penyebaran virus corona (Covid-19) di Sumbar akan melakukan penertiban protokol kesehatan (prokes) masyarakat sesuai Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasan Baru (AKB).


Hal ini disampaikan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah di sela-sela kesibukan kegiatan hari ini, Jumat 30 April 2021.


Gubernur Sumbar juga menyampaikan, dilema kondisi turun naiknya penyebaran wabah covid 19 di Sumbar cukup merisaukan kita, dimana kesadaran masyarakat akan pentingnya prokes masih rendah dan cenderung mengabaikan ini terbukti masih banyak masyarakat yang diberikan sanksi sesuai Perda Nomor 6 Tahun 2020 untuk 1 Januari sampai 28 April 2021 telah 43.697 orang diberi sanksi kerja sosial dan denda administrasi, 641 pelaku usaha dan 226 penyelenggara kegiatan se-Sumbar. Menyikapi kondisi ini kita akan tetap melakukan razia Penerapan Perda Nomor 6 tahun 2020 dan juga pengawasan melalui posko-posko perbatasan.


"Turun naiknya penyebaran wabah covid 19 lebih disebabkan karena kurang disiplin prilaku prokes masyarakat (pakai masker, Cuci Tangan dan Jaga Jarak). Selain itu ada mobilitas orang datang dari luar daerah yang membawa dari kondisi perjalanannya. Karena itu pemerintah melarang mudik dan melakukan pengawasan melalui posko dan razia rutin Perda AKB 2020 dalam bulan Ramadhan dan menyambut Idul Fitri agar penanganan Covid-19 lebih terkendali," ungkap Mahyeldi.


Mahyeldi katakan, rendahnya disiplin prokes masyarakat Sumbar masih terlihatnya ditengah-tengah masyarakat terutama di daerah kabupaten dan kota masih minum pakai masker dan masih rendah presentase pelaksanaan vaksin saat ini.


"Dinas Kesehatan Sumbar agar sesegeranya meningkatkan proses vaksinasi masyarakat agar meningkatkan lebih baik. Dan kepada Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) agar juga membagi-bagikan masker di aktifitas beribadah masyarakat serta kepada Satpol PP bersama Tim Keamanan melakukan razia dan penertiban disiplin AKB dengan denda atau kurungan penjara," serunya. 


Kepala Satuan Polis Pamong Praja (Satpol PP) dan Damkar Dedy Diantolani, Sos, MM. juga melaporkan kegiata razia Tim Gabungan Penegakan Perda 6 Tahun tentang Adaptasi Kebiasaan Baru, Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. 


"Baru-baru ini telah dilaksanakan operasi penegakan Perda 6 Tahun 2020 gabungan dengan Polda Sumbar dengan rincian personil, Satpol PP dan Damkar Provinsi Sumbar : 7 orang dan Polda Sumbar : 50 orang. Razia penegakan Perda 6 Tahun 2020 fokus pada pelaku usaha diantaranya masih dalam memberikan sanksi teguran tertulis. Jika ketahuan terulang akan diberikan sansi denda atau penjara," ujarnya.


Dedy juga mengatakan, dengan adanya penegakan perda ini dapat memberikan efek jera terhadap masyarakat di Kota Padang sehingga dapat menekan angka penyebaran Covid-19 di Sumatera Barat.


"Dengan suasana Kota Padang tepatnya di kafe2 pada malam hari selalu ramai, diharapkan Tim Terpadu Penanganan Covid-19 selalu berkesinambungan dan konsisten dalam penegakan Perda No 6 Tahun 2020, terutama himbauan terhadap pelaku usaha," katanya.


Dedy juga sampaikan, semua orang yang terjaring operasi protokol Kesehatan Covid 19 ini di bawa ke Polda Sumbar untuk diberikan Rapid Antigen. Dan setelah dilakukan pemeriksaan, hasilnya Negatif (-).


(humas setdaprov sumbar)


loading...



×
Berita Terbaru Update