Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 9 Mei 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
39.166 506 35.581 855
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Mengadu ke Leonardy Harmainy, Petani Balah Aie Kekurangan Air

Rabu, 21 April 2021 | 11:25 WIB Last Updated 2021-04-21T05:17:49Z

MJNews.id - Nagari Balah Aie diapit dua sungai, Batang Langkok dan Batang Mangoi. Batang Mangoi banyak mendatangkan bencana di sepanjang alirannya.


"Saya pun merasakan bencana yang ditimbulkan Batang Mangoi. Pondok Pesantren Nurul Yakin Jabal Fiil di mana saya Ketua Yayasan, tinggal beberapa meter saja dari tepi sungai, sangat mengkhawatirkan," ujar Tokoh Masyarakat Nagari Balah Aie, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Joni Priadi.


Menurut Joni Priadi, pihaknya pusing memikirkan bagaimana cara mengamankan pondok dari amukan Batang Mangoi. Dia pun berharap kepada Anggota DPD RI, H Leonardy Harmainy Dt Bandaro Basa, S.IP., MH untuk memfasilitasi penormalan Batang Mangoi.


Meski demikian, Joni Priadi lebih memprioritaskan persoalan air bagi petani di Balah Aie. Masalah ini sudah dirasakan sejak lama. Malah sudah terjadi cekcok antara walinagari dalam suatu forum akibat kapalo banda ini. Kapalo Banda Tigo Nagari melewati Nagari Sungai Durian, Sungai Sariak dan Nagari Balah Aie.


Pada 2010 pernah diperbaiki dengan dana DAK senilai Rp10 miliar. Perbaikan didapat setelah nagari dari tiga nagari membuat usulan bersama. Kapalo Banda diperbaiki dan tali bandar diperbaiki, yang lebih banyak dilakukan di Sungai Durian, sementara ke Balah Aie belum. Akhirnya kini masyarakat Balah Aie merasakan kurangnya air untuk sawah mereka.


"Kepada Abang kami sangat meminta untuk memfasilitasi hal ini. Bagaimana air bisa sampai ke nagari kami," harapnya.


Menanggapi hal itu, Anggota DPD RI H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH mengatakan akan berupaya memfasilitasi. "Kita upayakan memfasilitasinya dengan orang PSDA. Kita akan ajak dia ke sini, melihat kondisi lapangan dan mendiskusikannya dengan tiga nagari tadi," ujar Leonardy.


Leonardy memaparkan, jika sudah melibatkan tiga nagari atau lebih, hendaknya camat diikutkan untuk memfasilitasinya.


Pj Walinagari Balah Aie, Kasril, S.E menyambut baik kedatangan Senator Leonardy ke nagarinya. Dia memaparkan kondisi nagarinya dengan harapan Leonardy turut memfasilitasi. Dia membenarkan petani di nagarinya kesulitan mendapatkan air untuk sawah mereka.


Kepada Leonardy yang datang dalam rangka evaluasi terhadap pelaksanaan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Kasril mengungkapkan bagaimana dana desa sangat bermanfaat bagi Balah Aie. 


Meski baru setahun lebih Kasril bertugas di Balah Aie, dia menyaksikan sendiri betapa dana desa dangat membantu dalam penanganan dan pencegahan Covid-19 juga membantu masyarakat Balah Aie secara lansung.


“Namun tahun ini kami agak kesulitan dalam menentukan 120 penerima BLT Dana Desa. Penerima itu nantinya bersifat tetap. Artinya menerima bantuan hingga Desember nanti,” ungkapnya.


Perjuangkan Balerong Adat

Joni Priadi juga mengharapkan agar Leonardy memperjuangkan kehadiran Balerong Adat di Padang Pariaman. “Di Agam, sebagai Datuk Bandaro Basa, Abang dan para datuk lainnya memiliki Balerong Adat atau Balai Adat. Tapi di Padang Pariaman ini tidak ada Balai Adat satu pun. Kami minta Abang mau memperjuangkan hal ini,” harapnya.


Kata Joni Priadi, di Kabupaten Padang Pariaman belum ada Balerong adat ini. Melalui Leonardy dia berharap difasilitasi. Apakah melalui DPD RI atau melalui DPR RI agar bisa diwujudkan Balerong Adat di seluruh Padang Pariaman.


Dia beralasan, membangun nagari ini bisa dilakukan dengan membangun seni dan budaya. Apalagi dalam penyampaian Leonardy tentang SDG’s Desa, ada Desa Tanggap Budaya. Artinya Kementerian Desa mengakui bahwa budaya yang dimiliki bisa menjadikan maju dan berkembang.


Menanggapi hal ini Leonardy membenarkan. Dengan mengembangkan dan memperkuat budaya yang ada, desa bisa maju, sejahtera dan mandiri. Budaya bisa menjadi daya tarik para wisatawan datang ke Padang Pariaman, khususnya ke Balah Aie untuk menyaksikan atraksi budaya yang ada. 


“Kunjungan para wisatawan itu akan memunculkan efek positif terhadap perekonomian masyarakat nagari yang dikunjunginya. Mereka berbelanja bahkan menikmati keseharian hidup bersama masyarakat setempat,” paparnya.


Leonardy menegaskan, budaya minangkabau tidak kalah dengan budaya dari daerah lain di Indonesia. Bahkan budaya minangkabau bersifat universal. “Kita yang terbiasa dengan adat dan budaya minangkabau, menganggap budaya kita biasa saja. Namun tidak demikian dari sisi pengamat, peneliti budaya di dunia. Mereka yang menilai budaya Minangkabau ini universal,” pungkasnya.


Jika Nagari Balah Aie memilih Desa Tanggap Budaya, maka potensinya harus didata dengan sebaik mungkin. Analisa pengembangan yang harus dilakukan agar budaya di Balah Aie bisa menjadi unggulan yang patut dibanggakan. Lakukan perencanaan di musyawarah nagari dan dukung segenap daya dan potensi yang dimiliki guna merealisasikan rencana tersebut.


Namun untuk merealisasikan Balerong Adat itu, Leonardy menunjukkan cara yang lebih efektif. Tokoh masyarakat dan niniak mamak di Balah Aie diajak untuk mendukung pembangunan kantor nagari atas biaya APBD Kabupaten.


Dikatakannya, sebagai anggota tim pemenangan Bupati terpilih, Joni Priadi tentu lebih leluasa mengusulkan hal ini kepada Bupati Padang Pariaman.


Walinagari Balah Aie dan walinagari di Padang Pariaman melalui forum walinagari bisa pula mendesak Bupati dalam berbagai pertemuan yang memungkinkan menyampaikannya dengan cara santun. “Saya pun dalam kesempatan pertemuan dengan Pak Bupati Padang Pariaman terpilih nantinya akan membicarakan ini. Mudah-mudahan dengan cara ini, pembangunan kantor nagari di Padang Pariaman bisa dilaksanakan atas dukungan APBD,” ujar Leonardy sembari mengajarkan cawe-nya.


Leonardy mengakui, dari berbagai kunjungannya ke nagari-nagari di empat belas kecamatan di Padang Pariaman, terpikir olehnya agar kantor walinagari harus representatif agar dapat memberikan layanan yang baik kepada masyarakatnya. Kantor walinagari akan lebih cepat dibangun dengan APBD Kabupaten Padang Pariaman.


(rls)


loading...



×
Berita Terbaru Update