Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 19 Juni 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
48.817 603 44.887 1.120
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Menteri PPN Suharso Monoarfa Kunjungan Kerja ke Limapuluh Kota

Sabtu, 10 April 2021 | 12:45 WIB Last Updated 2021-05-05T04:04:22Z
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) / Kepala Bappenas RI, Suharso Monoarfa foto bersama saat kunjungan kerja ke Kabupaten Limapuluh Kota, Jumat 9 April 2021.

MJNews.id - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) / Kepala Bappenas RI, Suharso Monoarfa melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Limapuluh Kota, Jumat 9 April 2021. 


Turut hadir Anggota DPR RI, Rezka Oktoberia dan Nurhayati, Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, Bupati Limapuluh Kota, Wakil Bupati Limapuluh Kota, Forkopimda, dan Kepala OPD.


Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Dt Bandaro Rajo mengucapkan selamat datang kepada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional RI, sembari memaparkan bentang alam Kabupaten Limapuluh Kota. 


"Kita sedang berbenah dalam pengembangan potensi yang ada di Limapuluh Kota. Di Kabupaten Limapuluh Kota, BPTU Padang Mengatas dikelola secara nasional. Harapan kami pembibitan ini betul-betul dapat ditingkatkan lagi oleh masyarakat sekitar, bibit ini bisa dimanfaatkan oleh anak nagari dan bisa dijadikan sebagai objek wisata yang tertib dan teratur," kata Safaruddin.


Perikanan di Kabupaten Limapuluh Kota juga merupakan potensi yang sangat baik untuk dikembangkan, karena dialiri 20 sungai besar, Batang Sinamar berasal dari Kabupaten Limapuluh Kota dan ada PLTA Koto Panjang. 


Selanjutnya Safaruddin Dr Bandaro Rajo memaparkan rencana pengembangan di bidang pertanian, rencananya akan dibuka lahan tidur sebesar 20 hektare dan akan dijadikan pembukaan lahan jagung, karena potensi ternak ayam di Kabupaten Limapuluh Kota merupakan yang paling besar di Sumbar, kita pun berharap kerja sama dengan Provinsi Sumbar.


"Kita mengharapkan bantuan anggaran yang besar untuk Kabupaten Limapuluh Kota, karena kami sadar APBD Kabupaten kecil dan tidak ada potensi alam untuk tambang dan hanya ada potensi alam untuk kita kembangkan, maka dengan melakukan kerja sama dengan Provinsi Sumbar. Mudah-mudahan bisa terwujud," harap Safaruddin.


Prioritas saat ini yaitu IKK Sarilamak yang belum dapat dikembangkan karena belum memiliki jalan yang layak untuk menjadi ibukota Kabupaten, dan kita berencana akan memindahkan jalan nasional ke jalan yang ada. 


"Infrastruktur Kabupaten Limapuluh Kota sangat minim, 50 persen infrastruktur jalan masih kurang layak. Kita juga berterima kasih atas bantuan Menkopolhukam, karena Kabupaten Limapuluh Kota bisa mempunyai Monumen Bela Negara serta ada 6 kementerian yang akan bekerjasama sehingga, dan ada destinasi wisata yang akan tumbuh dan akan ada 3 segitiga emas," ucap Safaruddin.


Selanjutnya Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengucapkan terima kasih kepada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional karena dan menyampaikan bahwa Kabupaten Limapuluh Kota punya potensi di bidang pertanian yang sangat besar dan sangat sesuai dengan visi kita di Provinsi Sumbar.


"Kabupaten Limapuluh Kota bertetangga dengan Riau, kita akan melakukan kerja sama dengan Riau karena 70 persen ekonomi Riau disuplai dari luar Riau. Kita akan berusaha memperlancar akses tol untuk hal tersebut," ucap Gubernur Mahyeldi.


Sementara Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa menyampaikan, akan bertanggung jawab dan dan mensosialisasi pembangunan dan kelancaran jalan tol kepada masyarakat bersama dengan Bupati dan Wabup Limapuluh Kota.


Anggota DPR RI, Rezka Oktoberia juga mengatakan bahwa sangat banyak potensi yang dimiliki Kabupaten Limapuluh Kota, dari peternakan, monumen PDRI. 


"Terima kasih kepada Gubernur Sumbar telah bersinergi agar bisa berdiri monumen dan segala infrastruktur, pengaruhnya juga besar. Kami butuh sinergi dari Pemerintah Provinsi dan Pusat untuk membangun Kabupaten Limapuluh Kota lebih baik lagi," ucap Rezka.


Rezka juga menyampaikan bahwa potensi besar adalah pariwisata dan UMKM, salah satunya Kampuang sarugo, kampuang wisata adat Limapuluh Kota, belum lama ini juga mendapatkan penghargaan. Ini juga butuh bantuan dan sentuhan dari pemerintah pusat, dan saya sangat siap besinergi di pusat untuk pembangunan Kabupaten dan Sumbar. 


Selanjutnya mengenai pembangunan Nagari Galugua, daerah yang sangat butuh diperhatikan. 24 km jalanannya adalah tanah. Jika hujan turun kendaraan susah untuk beroperasi. Memang Nagari Galugua butuh bantuan dari pemerintah pusat, ini akan diperjuangkan bersama dengan Bapenas dan infrastruktur dapat dilalui. 


Menteri Suharso Monoarfa menjelaskan bahwa dalam pertemuan internal Bappenas, kami berusaha untuk membantu daerah-daerah secara efektif, dan tidak bergantung pada APBN. Karena banyak sekali sumber pembiayaan yang bisa digerakkan untuk membangun daerah, yang instrumen aturan dan metodologinya ada.


"Kami akan mengundang Gubernur Sumbar dan Ketua DPRD, didalam workshop di Bappenas kita akan menuntaskan agar dana tersebut bisa di transfer ke daerah dan dana desa tidak menjadi iming-iming nasional dan harapan yang dikejar dari desa ke desa. Terus terang banyak sekali sumber pembiayaan dan instrumennya tersedia dan aturannya ada," kata Suharso. 


"Saya mengusulkan agar BPTU itu dijadikan aset daerah. Presiden RI senang kalau ada ide yang bisa bermanfaat dan dapat menggerakkan ekonomi. Yang jadi persoalan dari daerah adalah terpaku dengan sumber-sumber nasional," tutur Suharso Monoarfa.


(hms-sumbar/yud)

loading...

Iklan Kiri Kanan





×
Berita Terbaru Update