Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 6 Mei 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
38.261 476 34.945 834
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Miris! Butuh 12 Kapal Selam Jaga Laut Indonesia, TNI AL Cuma Punya 4

Jumat, 30 April 2021 | 08:00 WIB Last Updated 2021-04-30T01:00:00Z
KRI Nanggala-402.

 

MJNews.id - Kapal selam milik TNI Angkatan Laut (AL) sisa empat armada usai KRI Nanggala-402 tenggelam. TNI AL mengatakan pihaknya sebenarnya membutuhkan 12 kapal selam untuk menjaga perairan Indonesia.


“Kebutuhan kami minimal 12 kapal selam,” ujar Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AL, Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono, Kamis 29 April 2021.


Julius menuturkan perlu adanya keseimbangan kekuatan dengan militer negara-negara tetangga. Ia menyampaikan kondisi geostrategis juga menjadi pertimbangan kebutuhan 12 kapal selam.


“Kita perlu balancing power. Kita melihat geostrategi, negara kawasan seperti apa. Maka kita perlu menjaga keseimbangan,” ucap Julius seperti dikutip detikcom.


Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono mengatakan saat ini kapal selam milik TNI AL tersisa 4 armada. Satu berumur sama seperti KRI Nanggala-402 dan tiga lainnya berusia muda.


“Kita saat ini tinggal sisa empat kapal selam, satunya itu sejenis Nanggala, namanya KRI Cakra, nomor lambungnya 401. Kemudian yang tiga lagi kapal baru, buatan Daewoo (Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering) buatan Korea,” jelas Heri dalam konferensi pers di Mabes AL, Cilangkap, Jakarta Timur (Jaktim), Selasa (27/4) lalu.


Heri menjelaskan kondisi KRI Cakra-401 saat ini sedang overhaul. Sedangkan tiga kapal selam buatan Korea, yakni Alugoro-405, Ardadedali-404, dan Nagapasa-403, dalam kondisi siap operasi.


“(KRI Cakra-401) sekarang sedang di-overhaul. (Tiga kapal selam lainnya) saat ini kondisinya siap untuk melaksanakan kegiatan operasi,” terang Heri.


Selanjutnya Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) KSAL, Laksamana Muda TNI Muhmmad Ali, menuturkan tonase KRI Cakra-401 sama seperti KRI Nanggala-402, yakni sekitar 1.300. Keduanya merupakan kapal selam tipe U-209. 

“KRI Cakra usianya hampir sama dengan Nanggala, dia (tipe) 209, (tonase) 1.300. Sedangkan yang dari Korea Selatan ini tonasenya 1.400, itu bedanya sedikit,” jelas Ali.


Nanggala-402 Akan Diangkat

Sementara itu, kapal selam KRI Nanggala-402 akan diangkat setelah ditemukan tenggelam di perairan Bali dengan kedalaman sekitar 800 meter. Kapal yang digunakan untuk mengangkat kapal tersebut ialah Kapal Timas DSV 1201.


Hal itu dibenarkan oleh Sekretaris SKK Migas, Taslim Yunus kepada detikcom lewat pesan singkat, Kamis 29 April 2021. “Iya (menggunakan kapal tersebut),” katanya,


Dia mengatakan, kapal tersebut saat ini masih bekerja untuk ENI Merakes. “Timas yang sedang bekerja di ENI Merakes,” katanya.


Timas sendiri adalah PT Timas Suplindo. Mengutip laman perusahaan, Timas didirikan pada tahun 1989 yang kini telah berkembang menjadi perusahaan kontraktor engineering, procurement and construction (EPC) untuk pengeboran migas di darat dan lepas pantai.


Timas 1201 merupakan kapal konstruksi yang didesain untuk bekerja di perairan dalam dan dangkal. “Kapal ini menggunakan sistem pipelay mutakhir yang mampu beroperasi hingga kedalaman air 3.000 meter dan menangani pipa berlapis beton OD hingga 60 inci,” bunyi keterangan laman tersebut dikutip detikcom.


Kapal ini juga menggunakan crane berkapasitas 1.200 MT yang cocok untuk instalasi platform konvensional.


(*/dtc)


loading...



×
Berita Terbaru Update