Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 6 Mei 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
38.261 476 34.945 834
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Oknum Pegawai Lapas Kelas IIA Bukittinggi Diberhentikan Sementara dari PNS

Minggu, 18 April 2021 | 15:25 WIB Last Updated 2021-04-18T18:26:01Z
Petugas Lapas Kelas II A Bukittinggi menggelar razia di blok A dan C, Sabtu 17 April 2021 malam. (ist)

MJNews.id - Kepala Lapas Kelas IIA Bukittinggi, Sumatera Barat memberhentikan sementara, HMS (31), seorang oknum pegawai Lapas kelas IIA Bukittinggi sebagai PNS.


Pemberhentian itu terkait dengan dugaan keterlibatan yang bersangkutan dalam peredaran narkoba sebagaimana yang diungkap oleh Satres Narkoba Bukittinggi.


Kepala Lapas Bukittinggi, Marten mengatakan membenarkan HMS telah diberhentikan sementara sebagai PNS.


Pemberhentian itu dilakukan karena yang bersangkutan telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus terlibat dalam jaringan pengedar narkoba di Bukittinggi.


Pascaditangkapnya HMS bersama dua warga binaan pemasyarakatan (WBP) oleh Satres Narkoba Bukittinggi, pihaknya telah membentuk tim khusus untuk memeriksa oknum pegawai Lapas tersebut di Mapolres Bukittinggi.


"Hasil pemeriksaan kemarin terhadap yang bersangkutan, kita berhentikan sementara oknum tersebut sebagai PNS. Sampai keluar keputusan pengadilan. Jika, nanti keputusan pengadilan menyatakan yang bersangkutan bersalah. Maka dia akan diberhentikan sebagai PNS," jelas Marten. 


Selain itu, untuk mengantisipasi keberadaan barang yang dilarang di dalam Lapas, pada Sabtu 17 April 2021 malam, pihaknya beserta jajarannya kembali menggelar razia dan menggeledah blok dan kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan.


Menurut Marten, penggeledahan kamar dan badan yang dilakukan di kamar blok A dan C yang dihuni WBP kasus Narkoba usai penghuni Lapas mengelar shalat tarawih. 


Dalam razia itu Petugas berhasil mengamankan 10 unit HP, 18 buah Charger HP, 4 buah headset, 4 buah gunting dan satu buah pemanas air serta 6 buah sendok besi. 


"Barang Bukti (BB) yang kita temukan itu dilarang berada di dalam Lapas. Selanjutnya BB itu akan kita musnahkan," kata Marten, Minggu 18 April 2021. 


Sebelumnya, Satnarkoba Polres Bukittinggi merilis telah menangkap empat orang pelaku yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkoba jenis ganja, Jumat 16 April 2021.


Ke empat orang tersebut berinisial seorang pelajar TRM (17), HMS (31) yang merupakan pegawai Lapas Kelas IIA Bukittinggi, AHP, (25) dan RHS (37) yang merupakan Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Kelas IIA Bukittinggi. 


Dari tangan pelaku anggota Polres Bukittinggi berhasil mengamankan 10 kg ganja kering asal Provinsi Aceh.


(as/jef)


loading...



×
Berita Terbaru Update