Mantap! Pembangunan Fly Over Sitinjau Lawik Dimulai Tahun Depan

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 22 April 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
35.202 433 32.188 762
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Mantap! Pembangunan Fly Over Sitinjau Lawik Dimulai Tahun Depan

Kamis, 08 April 2021 | 21:00 WIB Last Updated 2021-04-08T16:50:03Z
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Suharso Monoarfa didampingi Gubernur Mahyeldi, Wagub Audy Joinaldy dan lainnya, mengunjungi Sitinjau Lawik, Kota Padang, Kamis 8 April 2021. (ist)

MJNews.id - Pembangunan fly over (jalan layang) Sitinjau Lawik masuk menjadi mega proyek nasional 2021. Jalan layang ini akan membentang sejauh 2,6 Km, yang pembangunannya akan dimulai pada 2022 mendatang. 


Pembangunan fly over ini, terdiri dari jalan dan jembatan. Bakal ada 5 tahap pengerjaan buat jalan, dan 4 tahap untuk jembatan.


Hal itu disampaikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Suharso Monoarfa, dalam kunjungan ke Sumatera Barat dan melihat langsung situasi jalan di kawasan Sitinjau Lawik tersebut, Kamis 8 April 2021.


Dikatakannya, fly over Sitinjau akan langsung dikerjakan sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat. Dia menerangkan, di tahun 2021 ada sekitar 35 mega proyek yang direncanakan di seluruh Indonesia dan diharapkan dapat berjalan tepat waktu. Salah satu mega proyek tersebut adalah pembangunan fly over Sitinjau Lawik.


”Ya benar, Fly Over Sitinjau Lawik merupakan prioritas utama kita. Ini nantinya, selain mengatasi kecelakaan akibat rute jalan yang berliku-liku, juga untuk mengatasi kemacetan karena volume kendaraan yang melewati jalur ini cukup tinggi. Pemerintah tidak main-main agar proyek ini benar-benar terealisasi. Total Rp1,28 triliun telah dianggarkan,” ucap Suharso.


Dia menambahkan, mega proyek fly over ini merupakan kolaborasi beberapa kementerian dan lembaga negara. Untuk manajemen keselamatan transportasi, diatur Bappenas. Lalu, pembangunan jalan oleh Kementerian PUPR. Masalah lingkungan dan hutan lindung otoritas Kementerian Lingkungan Hidup. Berikutnya, klasifikasi angkutan merupakan wewenang Kementerian Perhubungan, serta penegakan hukum adalah ranah kepolisian.


”Grand design segera dikoordinasikan. Semoga tahun depan mega proyek ini bisa dimulai,” terangnya.


Main Stadium Sumbar

Setelah mengunjungi kawasan Sitinjau Lawik di Padang, Kamis 8 April 2021 siang, Menteri Bappenas Suharso Monoarfa beserta rombongan pun langsung bergerak menuju daerah Sikabu, Kabupaten Padang Pariaman, guna melihat Main Stadium Sumbar.


Suharso mengakui, stadion itu sangat indah dan eksotis. Struktur, tata bangun dan fasilitas stadion juga turut dikomentari mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden tersebut. Terlebih setelah dirinya mengetahui jika dana pembangunan main stadium sepenuhnya berasal dari APBD Sumatera Barat, meski pembangunan stadion belum 100 persen rampung.


”Saya kagum dengan Main Stadion Sumbar. Strukturnya bagus, ditambah pemandangan sekeliling komplek begitu menawan. Tanpa APBN saja, Pemprov Sumbar sudah dapat membangun stadion dengan kualitas seperti ini. Apalagi jika dibantu dana pusat, pastinya lebih gagah, mendunia dan bisa menjadi stadion kebanggaan urang Minang tentunya,” ujarnya.


Apalagi, Sumbar terkenal sebagai lumbung bibit sepakbola nasional. Dia mengenang, sewaktu remaja, ia ingat akan tim PSP Padang yang menurutnya merupakan salah satu klub sepakbola terbaik di Indonesia.


”Sumbar terkenal suka melahirkan pemain sepakbola nasional. Dari bisik-bisik pak gubernur, Main Stadium Sikabu nantinya akan menjadi home base Semen Padang FC. Pasti, jika ada pertandingan, geliat ekonomi daerah, terutama warga sekitar stadium akan naik,” tambahnya.


Dia menjelaskan, ada beberapa cara untuk menyelesaikan Main Stadium Sumbar ini. Pertama, aset diserahkan ke pemerintah pusat dan pembangunan dipastikan berjalan. Kedua, melalui kerjasama dengan pihak swasta. Terakhir lewat pinjaman yang dicicil melalui mekanisme tertentu. 


Terakhir, pemilik gelar Doktor Honoris Causa dari Central Queensland University Australia ini mengatakan, semuanya tetap dikembalikan keperintah daerah. “Cara mana yang akan ditempuh,” ucapnya.


Sebelumnya, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengutarakan, main stadium akan sangat bermanfaat bagi masyarakat Sumatera Barat. Sumbar Madani yang menjadi visi misi Mahyeldi-Audy, salah satu programnya yaitu pengembangan bakat generasi muda melalui seni dan olahraga.


”Rencananya, di main stadium akan dibangun juga fasilitas olahraga lainnya, tidak hanya lapangan sepak bola. Nantinya akan ada fasilitas olahraga atletik, basket dan lain sebagainya. Di samping itu, juga diadakan kegiatan kesenian sebagai wadah generasi muda Minang menyalurkan bakat. Agendanya Sabtu dan Minggu tiap akhir pekan,” sebut Buya Mahyeldi.


Gubernur menambahkan, selain fasilitas seni dan olahraga, pemerintah daerah akan membangun fasilitas wisata edukatif di sekitar komplek stadion. Fasilitas ini diharapkan mampu menjadi alternatif hiburan bermanfaat bagi warga Sumatera Barat.


Seperti diketahui, pembangunan Main Stadium Sikabu yang dimulai sejak 2015 memakan biaya hingga Rp1,8 triliun dan masih kekurangan anggaran sebanyak Rp500 miliar hingga seluruh pengerjaan bangunan dan fasilitas rampung sempurna.


Tampak hadir mendampingi Menteri Bappenas dalam kunjungan tersebut, Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, Anggota DPRD Sumbar dan beberapa kepala OPD lingkup Pemprov.


(eds)


loading...



×
Berita Terbaru Update