Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 17 Juni 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
48.441 628 44.295 1.108
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Pengurus ISPI Sumbar Dilantik di Area Peternakan Padang Mangateh Besok

Sabtu, 10 April 2021 | 18:00 WIB Last Updated 2021-04-10T11:00:00Z
Ketua ISPI Sumbar, Basril Basyar.

 

MJNews.id - Pelantikan Ketua dan Pengurus Wilayah ISPI (Perkumpulan Insinyur dan Sarjana Peternakan Indonesia) wilayah Sumbar memang berbeda dengan acara-acara pelantikan pengurus organisasi profesi lain di Tanah Air.


Kali ini, panitia pelaksana mengambil tempat di areal peternakan Padang Mengatas di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, sebuah kawasan peternakan tersohor di wilayah Indonesia.


Kenapa pelantikan di areal peternakan?


“Ya, karena yang dilantik adalah orang-orang ahli dan pernah belajar di bidang peternakan,” kata Ketua ISPI Sumbar Dr. Ir. Basril Basyar kepada wartawan di Padang.


Katanya, pelantikan dilaksanakan, Minggu 11 April 2021 besok siang sekitar pukul 13.00 WIB, dihadiri Wagub Sumbar, Audy Joinaldy, Spt.MSc.MM. IPM. Audy sendiri adalah sarjana peternakan lulusan IPB.


Berdasarkan pembicaraan Wagub dengan pengurus, lokasi pelantikan diputuskan di Padang Mengatas, guna memberi nuansa peternakan bagi setiap undangan yang datang.


Suasana pelantikan juga disusun sedemikian rupa. Seluruh pengurus akan memakai topi "cowboy" dan baju kotak-kotak dengan celana jeans. Ibaratnya sebagai seorang pengembara. Acara akan diisi dengan musik country dan mars ISPI.


Acara pelantikan menggunakan sistem daring dan luring. Beberapa undangan dari luar daerah akan bisa mengikuti melalui aplikasi zoom.


Padang Mangateh (juga ditulis sebagai Padang Mengatas) adalah sebuah daerah peternakan yang terletak di Mungo, Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Jarak dari Kota Padang lebih kurang 136 Km dan dari Kota Payakumbuh sekitar 12 Km. Daerah ini menjadi terkenal lantaran pemandangan padang rumputnya yang mirip dengan peternakan padang rumput di Selandia Baru.


Peternakan ini secara resmi dikelola Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Padang Mengatas di bawah Kementerian Pertanian Republik Indonesia.


BPTU Padang Mengatas pertama kali didirikan Pemerintah Hindia Belanda tahun 1916. Ternak yang dikembangkan adalah kuda. Pada tahun 1935 didatangkan sapi Zebu dari Benggala, India untuk dikembangbiakkan.


Pada zaman Revolusi Kemerdekaan (1945—1949) kegiatannya terhenti. Pada tahun 1950 Wakil Presiden Dr. Moh. Hatta memerintahkan untuk dipugar kembali dan tahun 1951—1953 dijadikan sebagai Stasiun Peternakan Pemerintah dan diberi nama Induk Taman Ternak (ITT) Padang Mengatas.


Pada tahun 1955, ITT Padang Mengatas merupakan stasiun peternakan yang terbesar di Asia Tenggara, dimana ternak yang dipelihara adalah ternak kuda, sapi, kambing, dan ayam. Namun tahun 1958—1961 terjadi pergolakan PRRI, dan lokasi ITT Padang Mengatas dijadikan sebagai basis pertahanan PRRI sehingga ITT Padang Mengatas rusak berat. 


Dibenahi kembali Pemerintah Daerah Sumatra Barat tahun 1961. Tahun 1973—1974 Pemerintah Jerman mengadakan kajian di ITT Padang Mengatas maka 1974—1978 dilakukan kerjasama pembangunan kembali ITT Padang Mengatas antara pemerintah RI & Jerman melalui proyek Agriculture Development Project (ADP).


Tahun 1978 Proyek ADP berakhir dan diserahkan kepada Departemen Pertanian dengan nama Balai Pembibitan Ternak-Hijauan Makanan Ternak (BPT-HMT) Padang.


Berdasarkan keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia No.292/Kpts/OT.210/4/2002 16 April 2002 berubah nama menjadi Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) Sapi Potong Padang Mengatas dengan wilayah kerja meliputi seluruh provinsi di Indonesia.


(***)

loading...

Iklan Kiri Kanan





×
Berita Terbaru Update