Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 9 Mei 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
39.166 506 35.581 855
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Sumbar Berada di Jalur Merah Peredaran Narkoba

Senin, 12 April 2021 | 11:35 WIB Last Updated 2021-04-12T07:51:22Z
Para pejabat di Tanah Datar foto bersama usai deklarasi tolak narkoba. (ist)

MJNews.id - Kasus penyalahgunaan narkoba di Sumatera Barat terbilang cukup tinggi. Sekitar 60 ribu orang dalam rentang usia sepuluh hingga 65 tahun, sudah terpapar barang haram tersebut. Sumbar berada di jalur merah peredaran ganja, sabu-sabu, dan pil ekstasi.

‘’Sepanjang tahun 2019 lalu, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumbar berhasil menyita 450 kilogram ganja. Bila satu orang saja memakai tiga gram, maka ada 150 orang bisa memakai ganja sebanyak itu,’’ kata Kepala BNN Sumbar Brigjen Pol. Kasril Arifin, Jumat 9 April 2021, di Halaman Masjid Raya Sumaniak, Kecamatan Salimpauang.

Mengutip keterangan pers Bagian Humas dan Protokol Setdakab Tanah Datar, Senin 12 April 2021, Kasril menegaskan itu, saat meresmikan Nagari Bersih Narkoba (Bersinar), ditandai dengan pemukulan gong dan pembacaan deklarasi anti narkoba, pergaulan bebas, LGBT, minuman keras, dan perjudian, serta pembubuhan tandatangan bersama di papan deklarasi.

Bila diumpamakan dalam satu tahun Covid-19 memapar 5.000 orang warga dan seratus persennya sembuh, tegasnya, maka bila ada 5.000 orang terpapar narkoba, yang sembuh itu hanya sekitar lima persen.

‘’Kita bicara Tanah Datar. Kita minta pemerintah daerah dapat mengumpulkan penegak hukum, meminta agar pengedar narkoba dihukum seberat-beratnya. Ini tidak main-main. Pengedar 450 kilogram ganja seharusnya dihukum mati. Pemda diharap dapat mengkhususkan anggaran untuk penanganan narkoba,’’ sebutnya.

Bupati Tanah Datar yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Suhermen, pada kesempatan itu menyatakan, peredaran narkoba, pergaulan bebas, LGBT, dan minuman keras memang sudah berkembang menjadi ancaman di tengah-tengah masyarakat. Oleh sebab itu, jelasnya, dibutuhkan kerjasama dan keterpaduan gerak semua pihak untuk memberantasnya.

Sehari sebelumnya, yakni Kamis 8 April 2021, BNN Provinsi Sumbar juga melakukan deklarasi memerangi narkoba di Kampus IAIN Batusangkar, dihadiri Bupati Tanah Datar Eka Putra dan pejabat terkait lainnya.

‘’Narkoba dan obat terlarang tidak hanya merusak diri sendiri, tetapi juga menyebabkan pemakai berurusan dengan pihak berwajib. Mari sayangi diri sendiri dan keluarga dengan menghindari narkoba,’’ ajak bupati saat memberi kata sambutan.

Menurut bupati, presiden sudah menyatakan Indonesia darurat narkoba, karena sudah ada empat jutaan orang di negara ini yang terlibat penyalahgunaannya. Kabupaten Tanah Datar, tambahnya, kasus peredaran narkoba juga sudah berada pada tahap yang sangat mengkhawatirkan.

‘’Hari ini kita, mahasiswa, pemilik kos-kosan, dan pihak terkait lainnya bersama mendeklarasikan untuk memerangi narkoba, pergaulan bebas, LGBT, dan fenomena sosial negatif lainnya. Mari kia jadikan lingkungan kampus IAIN, masyarakat, dan kos-kosan bersih dari narkoba dan pergaulan bebas itu,’’ kata bupati.

(mus)

loading...



×
Berita Terbaru Update