Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 9 Mei 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
39.166 506 35.581 855
sumber: corona.sumbarprov.go.id


UMKM di Kota Payakumbuh Mulai Bangkit

Rabu, 28 April 2021 | 13:00 WIB Last Updated 2021-04-28T06:00:00Z
Wakil Walikota Payakumbuh, Erwin Yunaz saat meninjau tempat pembuatan usaha pengolahan kue kering atau cemilan jenis kipang.

MJNews.id - Wakil Walikota (Wawako) Payakumbuh, Erwin Yunaz menilai Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di daerahnya telah berangsur bangkit setelah sempat kesulitan di tengah pandemi Covid-19.


“Alhamdulillah, kita dengar dan lihat sendiri para pelaku usaha pengolahan makanan kecil atau kue yang ada di daerah ini, sudah bangkit dari keterpurukan setelah diterjang Pandemi Covid-19,” kata Erwin, Selasa 27 April 2021.


Hal tersebut disampaikannya setelah meninjau tempat pengolahan kue kering atau cemilan jenis kipang jagung dan kipang beras dengan merk dagang Kipang Daya Baru milik Weli Hendra dan tempat pengolahan kue sarang balam basaka dan garapu saga milik Sinta di kawasan Kelurahan Padang Tinggi, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh.


Ia mengatakan keberhasilan dari UMKM untuk terus bangkit dari pandemi Covid-19 tidak terlepas dari pemilik usaha untuk menjaga kualitas produk makanan yang dihasilkan.


“Produk makanan yang diproduksi selain harus memiliki cita rasa yang lezat, enak dan gurih, kemasannya juga harus menarik dan bersih guna mengundang selera konsumen untuk membeli dan mencicipinya,“ katanya.


Pemilik Kipang Daya Baru Weli Hendra mengatakan untuk produksi setiap hari, pihaknya menghabiskan 150 kilogram beras dan 150 kilogram jagung.


Untuk memproduksi usaha makanan kue kipang miliknya ini, dia melibatkan tenaga kerja sebanyak 20 orang setiap harinya yang sebagian besar tenaga kerja tersebut adalah wanita atau ibu-ibu rumah tangga.


Ia mengatakan kue kipang olahannya ini telah dipasarkan ke sejumlah daerah di Provinsi Riau, Jambi dan Sumatera Utara serta Sumbar.


“Sejauh ini modal usaha yang saya kelola masih bersumber dari dana pribadi. Artinya, pabrik kue kipang jagung dan kipang beras dengan merk Daya Baru yang saya kelola ini, belum pernah mendapatkan bantuan modal usaha dari pemerintah. Dan saya berharap untuk mendukung usaha ini diberikan dukungan permodalan usaha dari Pemko Payakumbuh,” ujarnya.


Sementara pemilik usaha kue sarang balam basaka dan garapu saga Sinta mengatakan bahwa usaha kue yang dikelolanya sempat terdampak karena pandemi dan telah mulai membaik saat ini.


Ia mengatakan setiap hari pihaknya memproduksi sebanyak 150 tim setiap hari dan garapu saga atau keripik sebanyak 160 kilogram dan melibatkan karyawan sebanyak 15 orang.


“Setiap hari usaha makanan tradisional berbahan baku ubi jalar atau rambat ini menghabiskan ubi sebanyak 35 kilogram dan bahan baku tersebut diperoleh di daerah Baso, Kabupaten Agam,” katanya. 


(hms/yud)


loading...



×
Berita Terbaru Update