Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 6 Mei 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
38.261 476 34.945 834
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Usung Konsep Sato Sakaki, Usaha Ritel Pertama Nagari Mart Resmi Dibuka

Selasa, 13 April 2021 | 09:00 WIB Last Updated 2021-05-05T04:12:05Z
Direktur Utama Nagari Mart, Nasirman Chan mendampingi Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy menggunting pita pertanda dibukanya Minang Mart di Sungai Pinang, Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman. (humas)

MJNews.id - Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Audy Joinaldy meresmikan Nagari Mart di Sungai Pinang Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman.


Nagari Mart merupakan usaha ritel pertama di Provinsi Sumbar yang mengusung konsep Sato Sakaki atau berbagi tersebut merupakan unit usaha dari PT Nagari Minang Sakato.


Peresmian Grand Opening Nagari Mart ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar, Audy Joinaldy dan Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Provinsi Sumbar, Ramal Saleh, Senin 12 April 2021.


Wagub Audy Joinaldy mengapresiasi dengan beroperasi dan dibukanya salah satu unit ritel asli Sumbar yang memiliki konsep sharing atau berbagi. Hal itu menunjukkan bahwasanya Provinsi Sumbar mampu bersaing dalam bisnis ritel atau minimarket dengan ritel yang sudah ada di Indonesia.


Ia menambahkan, dengan hadirnya Nagari Mart di Sumbar, secara umum akan memberikan motivasi tersendiri kepada masyarakat khususnya para pemuda untuk membuka usaha kredit dan inovatif dalam rangka meningkatkan perekonomian dan membuka lapangan pekerjaan.


Di Provinsi Sumbar sendiri, terdapat sekitar 1000 lebih nagari atau desa dimana jika Nagari Mart bisa bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Nagari (Bumnag) atau desa, maka peluang meningkatkan perekonomian nagari bisa dimaksimalkan.


Lebih lanjut dijelaskan, kehadiran Nagari Mart sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar dalam rangka mencetak 100 ribu entrepreneur muda di Sumbar yang mempu membuka lapangan pekerjaan.


Audy meminta kepada manajemen Nagari Mart agar menjalankan usaha dengan mengutamakan Management Well atau pengelolaan usaha yang baik. Hal yang harus diperhatikan adalah memperhatikan operasional, Sumber Daya Manusia (SDM), dan pengelolaan keuangan.


“Nagari Mart ini harus memiliki standar yang sama serta harus mulai beralih dengan menggunakan sistem digital agar pengelolaan lebih efisien dan cepat,” tukasnya.


Sementara itu, Ketua Kadin Provinsi Sumbar, Ramal Saleh mengatakan, Grand Opening Nagari Mart merupakan hal yang sudah dinantikan sejak lama. Nagari Mart bisa dikatakan menjadi batu loncatan bagi pengusaha muda untuk memulai bisnis atau usaha.


Ia mengungkapkan, di Provinsi Sumbar terdapat sekitar 600 ribu lebih pelaku usaha dimana 99 persen dari mereka adalah pelaku usaha yang bergerak di Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).


“Jika dihitung 600 ribu pelaku usaha itu jumlahnya hampir 10 persen dari penduduk Sumbar, sehingga usaha seperti Nagari Mart ini berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat,” kata Ramal.


Terpisah, Direktur Utama (Dirut) Nagari Mart, Nasirman Chan mengatakan, Nagari Mart merupakan usaha yang mengusung konsep Sato Sakaki atau saling berbagi.


Ia menambahkan, Nagari Mart mengusung tiga poin penting dalam usaha minimarket. Pertama, Nagari Mart ingin mendekatkan masyarakat dengan kebutuhan pokok atau sehari-hari sehingga mereka tidak perlu jauh pergi ke pusat kota untuk mendapatkannya. Kemudian, Nagari Mart hadir untuk membuka lapangan pekerjaan bagi anak-anak muda di Provinsi Sumbar.


“Setelah itu Nagari Mart ini konsepnya terbuka bagi setiap masyarakat baik yang tergabung dalam bentuk koperasi, asosiasi, kelompok, Bumnag, dan lainnya,” kata Aciak begitu sapaan akrab Nasirman Chan.


Nasirman menyebutkan, barang yang dijual di Nagari Mart merupakan barang atau kebutuhan sehari-hari yang sering dibutuhkan oleh masyarakat. “Kami tidak menjual pakaian, perlengkapan make up, dan lainnya karena kami hanya menjual kebutuhan sehari-hari masyarakat,” ungkapnya.


Lebih lanjut ia menjelaskan, jika nantinya ada nagari atau Bumnag yang ingin bekerjasama dengan Nagari Mart, maka pihak nagari cukup memiliki modal seperti lokasi atau tempat yang akan dipergunakan untuk Nagari Mart. Kemudian, pihak dari Nagari Mart yang akan mengelola secara profesional.


“Kami tentu berharap dengan adanya sekitar 1.000 lebih nagari di Sumbar, kami bisa mengembangkan Nagari Mart di masa depan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Sumbar,” jelasnya. 


(hms-sumbar/eds)


loading...



×
Berita Terbaru Update