Duh! 17 Daerah di Sumbar Terancam Tak Boleh Shalat Id di Masjid dan Lapangan
×

Adsense

Adsense Mobile

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 26 September 2021


Positif Kasus Aktif Sembuh Meninggal
89.140 1.401 85.625 2.114
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Duh! 17 Daerah di Sumbar Terancam Tak Boleh Shalat Id di Masjid dan Lapangan

Rabu, 05 Mei 2021 | 22:01 WIB Last Updated 2021-05-05T16:34:16Z

Kabid Penmad Kanwil Kemenag Sumbar, Syamsul Arifin.

MJNews.id - Berpedoman kepada Surat Edaran (SE) Kementerian Agama (Kemenag) RI Nomor 06 Tahun 2021, sebanyak 17 daerah kabupaten dan kota di Sumatera Barat (Sumbar) terancam tidak diperbolehkan melaksanakan Sholat Idul Fitri (Id) 1442 Hijriah di masjid maupun di Lapangan.


Apa sebab? Ternyata sebanyak 17 daerah kabupaten dan kota di Sumbar divonis oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumbar sebagai daerah zona orange. Hanya 2 daerah yakni Kota Pariaman dan Kabupaten Dharmasraya karena zona kuning. 


Ungkapan ini dikatakan Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Penmad) Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sumbar, Drs H Syamsul Arifin, M.Pd, saat dijumpai awak media ini di kantornya. 


Syamsul Arifin) mengatakan hal ini setelah mengikuti rapat internal di auditorium Kanwil Kemenag Sumbar yang dipimpin langsung Kakanwil Kemenag Sumbar, Drs H Hendri S.Ag, M.Pd, Rabu 5 Mei 2021.


Menurut Syamsul Arifin, hal ini terkait dengan hasil rapat internal Kanwil Kemenag Sumbar yang diminta arahannya dari Staf Khusus (Stafsus) Kemenag RI Hasan Basri Zagala melalui video conference (vidcon) yang dihadiri segenap Kepala Kantor (Kakan Kemenag) daerah kabupaten dan kota se-Sumbar, serta semua unsur Pejabat Utama (PJU) di Kanwil Kemenag Sumbar. 


"Jika berpedoman kepada Keputusan Dinkes Sumbar, hanya 2 daerah tersebut diatas itu saja yang diperbolehkan melaksanakan Sholat Id di masjid maupun di lapangan," paparnya.


Selebihnya 17 daerah di Sumbar sampai ini, Rabu 5 Mei 2021, tercatat sebagai daerah dengan status zona orange.


Terkait SE Kemenag RI Nomor 06 Tahun 2021 tentang pelaksanaan shalat Id dan shalat lainnya selama Ramadhan atau menjelang shalat Id 1442 Hijriah tahun 2021 ini. 


"Isi dari SE Kemenag RI tersebut penyempurnaan SE Kemenag RI Nomor 03 dan SE Kemenag RI Nomor 04 Tahun 2021, tentang Pola Pelaksanaan Ibadah (PPI) selama Bulan Ramadhan tahun 2021," katanya. 


"Intinya adalah, bagi daerah yang zona hijau dan zona kuning, hanya itulah daerah yang diperbolehkan dapat melaksanakan Sholat Id di masjid dan di Lapangan," sebutnya memperjelas isi dan tujuan dari 3 SE Kemenag RI selama Bulan Ramadhan dan memasuki Hari Kemenangan Kembali Suci (HKKS) yakni hari yang fitri.


Maka hal ini sesuai dengan SE Kemenag RI Nomor 03 dan SE Kemenag RI Nomor 04 tahun 2021.


"Artinya, daerah yang zona merah dan zona orange tidak dapat / tidak diperbolehkan dan dilarang melaksanakan shalat ID di masjid maupun di Lapangan, kecuali di rumah masing-masing bersama keluarganya. Aturan ini seperti tahun sebelumnya 2020 yang lalu," ungkapnya menyebutkan tentang pedoman yang diikat oleh aturan dan SE Kemenag RI yang didasari oleh Kemenkes RI dan Dinkes Sumbar.


Apakah Kota Pariaman dan Kabupaten Dharmasraya saja yang diperbolehkan melaksanakan shalat Id di masjid dan di lapangan?


"Ya, selebihnya sebanyak 17 daerah kabupaten dan kota di Sumbar terancam tidak diperbolehkan melaksanakan ibadah shalat Id di masjid dan di Lapangan," sambungnya. 


Seyogianya masing-masing Kakan Kemenag kabupaten dan kota dari 17 daerah yang tercatat sebagai zona orange dapat berkoordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forko Pimda) setempat. 


"Semoga saja, perjuangan masing-masing Kakan Kemenag daerah kabupaten dan kota yang zona orange, bisa berhasil meloby para Forkopimda setempat," harapnya.


Menjelang tiba jadwal shalat Id, agar masing-masing Kakan Kemenag daerah kabupaten dan kota se-Sumbar dapat memantau perkembangan dan berkoordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19 di daerah kerjanya.


"Siapa tahu daerah yang zona orange bisa berubah cepat menjadi zona kuning dan hijau. Atau juga, Kakan Kemenag se-Sumbar ini dapat menyakinkan Satgas Prokes Covid-19 di daerah kerjanya," pungkas Kabid Penmad, Syamsul Arifin.


(Obral Caniago)

loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update