Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 14 Juni 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
47.885 622 43.496 1.089
sumber: corona.sumbarprov.go.id


659 Orang Terjaring Operasi Yustisi di Tanah Datar

Minggu, 16 Mei 2021 | 17:02 WIB Last Updated 2021-05-16T16:32:23Z
Pelanggar protokol kesehatan disanksi membersihkan fasilitas umum. (ist)

MJNews.id - Tercatat 659 pelanggar protokol kesehatan Covid-19 dijaring Tim Gakkumda (Penegak Hukum Daerah) Tanah Datar selama enam kali pelaksanaan Operasi Yustisi. 


Kasatpol PP Damkar Tanah Datar, Yusnen didampingi Kasi Penegak Hukum Perda. Elfiardi, Minggu 16 Mei 2021, mengatakan, para pelanggar prokes itu berasal dari kalangan masyarakat, ASN dan lain-lain.


Aktivitas razia yang dilaksanakan selama enam kali mencakup enam lokasi yakni di kantor bupati di Pagaruyung dilaksanakan, Rabu (28/4) berhasil menjaring ASN sebanyak 94 orang. Razia di pasar Batusangkar, Kamis (29/4) dijaring 143 pelanggar.


Seterusnya, razia Senin (3/5) di Pasar Simabur terjaring 73 pelanggar prokes. Rabu (5/5) razia di Seitarab menjaring 79 pelanggar. Di Balai Jumat Lintau Buo, Jumat (7/5) diamankan 77 orang pelanggar. Sedangkan razia di pusat kota Batusangkar, dekat Baringin Sakti, Tim Gakkumda Tanah Datar menjaring lagi 190 pelanggar prokes.


Para pelanggar diberi sanksi sosial yang telah diatur dalam Perda Sumbar Nomor 6 Tahun 2020 tentang AKB, yakni membersihkan fasilitas umum.


“Usai melaksanakan sanksi sosial, para pelanggar prokes didata dalam Aplikasi Sipelada. Bagi yang masih melanggar hingga tiga kali dalam wilayah Sumatera Barat, maka pelanggar akan mendapat sanksi lebih berat denda atau penjara,” tekan Yusnen.


Dalam razia sebanyak enam kali itu, kebanyakan para pelanggar prokes tidak memakai Masker. “Para pelanggar masih kita beri teguran, dan sanksi sosial membersihkan fasilitas umum,” katanya.


Ia mengimbau masyarakat agar tetap komit menerapkan prokes dengan 3M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak) serta menghindari kerumunan.


“Usai lebaran, razia kembali dilaksanakan dengan sanksi sosial lebih ketat bagi pelanggar prokes yang terdata dalam aplikasi Sipelada. Dan pelanggarnya bisa dipidana,” tegas Kasat pol PP Damkar Yusnen mengakhiri.


(ben) 


loading...

Iklan Kiri Kanan





×
Berita Terbaru Update