Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 14 Juni 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
47.885 622 43.496 1.089
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Awas! Ada Potensi Gempa Besar di Zona Megathrust Mentawai

Kamis, 06 Mei 2021 | 05:00 WIB Last Updated 2021-05-05T22:00:00Z

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono.

MJNews.id - Gempa bumi dengan magnitudo (M) 5,7 di Tuapejat, Kepulauan Mentawai pagi kemarin, mengejutkan masyarakat Sumatera Barat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat mewaspadai potensi gempa besar.


Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan, gempa tersebut tak berpotensi menimbulkan tsunami karena magnitudonya relatif kecil untuk dapat menciptakan deformasi di dasar samudera yang dapat mengganggu kolom air laut.


“Gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia tepatnya di bidang kontak antarlempeng atau biasa dikenal sebagai zona megathrust,” kata Daryono dalam keterangannya, Rabu 5 Mei 2021. 


“Gempa ini memiliki mekanisme sumber pergerakan naik (thrust fault) yang merupakan salah satu indikasi kuat bahwa gempa ini memang terjadi di zona megathrust,” tambahnya seperti dikutip detikcom.


Dia menjelaskan, gempa ini menjadi gempa signifikan ke-2 selama Mei 2021 karena sebelumnya, pada Senin (3/5) lalu, Pulau Sipora juga digetarkan gempa dengan magnitudo 5,7. Daryono memaparkan dan menjelaskan sejarah gempa di kawasan ini.


“Pulau Sipora yang menjadi pusat 2 gempa signifikan dalam 3 hari terakhir, terletak pada Segmen Megathrust Mentawai-Siberut yang memiliki magnitudo tertarget mencapai 8,9. Sebelumnya, Pulau Sipora juga sudah beberapa kali diguncang gempa kuat seperti pada: 8 Desember 1972 (Mag 6,1), 11 Mei 1994 (Mag 6,6), 25 Februari 2008 (Mag. 7,2), dan 3 Maret 2009 (Mag. 6,2),” urainya.


Daryono meminta masyarakat mewaspadai terjadinya gempa besar. “Gempa dengan kekuatan signifikan magnitudo 5,7 pagi ini tentu patut kita waspadai bersama karena di zona ini merupakan kawasan seismic gap Sumatera yang berpotensi terjadinya gempa besar,” imbaunya.


Gempa terjadi pukul 08.24.35 WIB, Rabu 5 Mei 2021. Episentrum gempa terletak pada koordinat 2,06 Lintang Selatan dan 99,59 Bujur Timur dengan kedalaman 41 km.


BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

 

Dinding RSUD Rusak

Gempa bumi bermagnitudo (M) 5,8 yang kemudian di-update menjadi M 5,7 menyebabkan dinding Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kepulauan Mentawai retak. Petugas BPBD telah mengecek kerusakan itu.


Kepala BPDB Kepulauan Mentawai, Novriadi, mengatakan, keretakan itu sebenarnya sudah terlihat seusai gempa pada Senin (3/5) dini hari lalu. Namun retak di dinding RS semakin parah setelah gempa M 5,7 mengguncang Rabu (5/5) pagi. Kerusakan itu terdapat pada dinding ruang IGD RSUD Mentawai.


“Sebenarnya sudah terlihat saat gempa hari Senin lalu, namun gempa sekarang membuat keretakannya semakin parah,” kata Novriadi saat dimintai konfirmasi.


Dia sudah meminta manajemen RSUD Mentawai tidak lagi menggunakan ruangan tersebut sebagai tempat layanan kesehatan. Dia mengatakan dinding yang retak harus segera diperbaiki. “Ruangan itu sudah dikosongkan. Keretakan tersebut, dikhawatirkan akan berdampak nantinya,” kata dia.


“Saat ini kita sedang mendata, laporan yang masuk baru ada keretakan di gedung UGD RSUD Mentawai,” sambungnya.


Sebelumnya, gempa M 5,8 terjadi di wilayah Tuapejat, Mentawai. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kemudian memperbarui data kekuatan gempa tersebut. 


“Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempa bumi ini berkekuatan M 5,8 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M 5,7,” kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno dalam keterangannya, Rabu 5 Mei 2021.


Episentrum gempa berada pada koordinat 2,06 lintang selatan dan 99,59 bujur timur, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 1 km arah timur Kota Tuapejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumbar pada kedalaman 41 km. Hingga pukul 08.45 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).


Selain ruang IGD RSUD Mentawai di kawasan Tua Pejat, kerusakan juga terjadi pada Puskemas Bosua di Kecamatan Sipora Selatan. BPBD Kepulauan Mentawai terus melakukan pendataan atas dampak akibat gempa.


Novriadi mengatakan, kerusakan yang terjadi di Puskesmas Bosua berupa retakan pada sejumlah dinding Puskemas. “Jadi memang, selain di RSUD, kerusakan juga terjadi pada Puskesmas Bosua. Namun berbeda dengan IGD RSUD yang sudah cukup parah dan tidak layak ditempati lagi, keretakan di Puskesmas Bosua masih belum terlalu mengkhawatirkan, sehingga masih bisa dimanfaatkan untuk layanan kesehatan,” kata dia.


Selain menyebabkan keretakan fasilitas kesehatan, lindu juga menyebabkan adanya gangguan pada beberapa trafo listrik, sehingga mengganggu aliran listrik di daerah itu. “Kita sudah koordinasi dengan pihak PLN dan akan segera diperbaiki,” tambahnya.


(*/dtc)


loading...

Iklan Kiri Kanan





×
Berita Terbaru Update