Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 23 Juni 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
49.500 598 45.602 1.143
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Anak Didik Kurang Disiplin Prokes, IDAI Sumbar Sarankan PBM Lewat Daring

Senin, 17 Mei 2021 | 10:01 WIB Last Updated 2021-05-17T03:01:02Z
Murid SD sedang belajar tatap muka.

MJNews.id - Ikatan Dokter Anak Indonesia Sumatera Barat (IDAI Sumbar) belum menyarankan proses belajar mengajar (PBM) dengan cara tatap muka. Ada baiknya anak-anak belajar secara daring/online.


Itu disampaikan Tim Covid-19 Anak IDAI Sumbar dan Staf Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Andalas/RSUP M Djamil, Dr Finny Fitry Yani ketika seminar Siaga Covid-19 Antara Lebaran, Liburan dan Sekolah Gaya Baru melalui aplikasi Zoom Meeting, Selasa 11 Mei 2021.


Dalam seminar yang diselenggarakan Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK Unand/RSUP M Djamil Padang bekerjasama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia Cabang Sumatera Barat (IDAI Sumbar), LPPM Unand, Satgas Covid 19 dan Dinas Pendidikan Sumbar, Dr Finny Fitry Yani menyebutkan kalau tingkat kepatuhan anak-anak menjalani protokol kesehatan (prokes) masih kurang. Dikhawatirkan, mereka menjadi penular atau tertular virus Covid-19 untuk keluarga, guru-guru ataupun teman-teman di lingkungan sekolahnya atau rumah.


Lebih lanjut dijelaskannya, dari 1,71 juta kasus terkonfirmasi positif Corona, sekitar 11,3 persen diantaranya kasus Covid-19 pada anak. Artinya, satu dari sembilan atau 10 orang yang terinfeksi yaitu anak atau di bawah 18 tahun.


Dan ditemukan sekitar 85 persen dari kasus anak yang positif Covid-19 mengalami gejala ringan atau tanpa gejala. Tidak menutup kenyataan bahwa infeksi pada anak ini menjadi perantara penularan Corona. Karena gejala ringan atau tanpa gejala ini luput dari pemantauan anak juga memiliki tingkat kedisiplinan yang rendah.


"Sampai 8 Mei 2021 ditemukan 5.092 anak positif. Dan mulainya sekolah tatap muka dari Januari sampai Mei 2021, sekitar 2.305 orang anak positif. Angka tertinggi yaitu pada April sebanyak 963 kasus," tegasnya.


Melihat data tersebut dan kondisi suasana lebaran dan libur panjang yang merupakan kondisi rawan untuk penyebaran Covid-19, IDAI Sumbar menyarankan kalau tunda dulu tatap mukanya. Kembali proses belajar secara daring.


Sementara itu, Kepala Dinas Pendikan Sumbar Adib Alfikri mengatakan terkait proses belajar mengajar melalui daring atau luring dilakukan sesuai dengan keputusan kementrian. Namun, ia mengimbau kepada para siswa dan guru tetap jalani protokol kesehatan, mulai dari wajib memakai masker, mencuci tangan dengan sabun ataupun handsanitizer dan menjaga jarak. Dan pihak sekolah disarankan menyediakan tempat pencuci tangan/hand sanitizer bagi anak-anak dan jaga jarak serta hindari kerumunan.


Sementara itu, Ketua Panitia Pengabdian Masyarakat webinar 'Siaga Covid-19 : Peduli dan Lindungi Anak-Remaja Sumatera Barat, dr. Fitrisia Ameline mengatakan kegiatan ini memberikan informasi terbaru mengenai penyebaran, mutasi dan keparahan Corona. Kemudian mengetahui kondisi Covid-19 anak di Indonesia, khususnya Sumatera Barat. Serta mendapatkan informasi mengenai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 pada anak.


Dengan sasaran guru PAUD/TK-SD/MI-SMP/MTsN-SMA/SMK/MAN, komite sekolah, orangtua siswa, pengurus OSIS dan Kepala dinas Pendidikan kota/kabupaten.


(lgo/eds) 

loading...

Iklan Kiri Kanan





×
Berita Terbaru Update