Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 9 Mei 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
39.166 506 35.581 855
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Bupati Safaruddin Serahkan Bantuan kepada Warga Terdampak Banjir Nagari Manggilang

Minggu, 02 Mei 2021 | 12:25 WIB Last Updated 2021-05-02T20:47:31Z
Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Serahkan Bantuan ke Warga Terdampak Banjir Nagari Manggilang.

MJNews.id - Pasca banjir di Nagari Manggilang, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Bupati Safaruddin Dt. Bandaro Rajo, bersama dengan unsur Forkopimda meninjau langsung lokasi banjir dan menyerahkan bantuan kepada warga terdampak. 


Bantuan yang diserahkan memang dinilai belum mencukupi dan tidak menjadi hal yang utama yang dibutuhkan warga Nagari Manggilang yang terdampak banjir. Namun kehadiran kepala daerah bersama Forkopimda, diharapkan bisa sebagai sitawa sidingin bagi masyarakat daerah itu.


“Kami mohon maaf karena baru bisa datang ke sini (Manggilang, red). Karena kami melakukan tes Covid-19 dan sekarang hasilnya negatif. Makanya kami baru bisa datang ke sini untuk meninjau dan menyerahkan bantuan. Ini merupakan ujian kita bersama, bencana tidak ada yang menginginkan. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat bagi warga Nagari Manggilang,” ujar Safaruddin, didampingi Dandim 0306/50 Kota Letkol Kav. Ferry S. Lahe dan Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Trisno Eko Santoso, di Manggilang, Sabtu 1 Mei 2021.


Bantuan yang diserahkannya bersama dengan Kepala BPBD Limapuluh Kota Joni Amir tersebut, berupa alat dapur, alat bayi, alat kebersihan keluarga, baju ibu-ibu, terpal, beras, telur, mie instan dan air mineral.


“Hal yang terpenting bagi warga yang terdampak banjir kali ini adalah kepastian, agar banjir tidak terulang lagi di waktu-waktu ke depannya. Mudah-mudahan dengan meninjau langsung kondisi daerah ini, kita bisa mengusulkan dana ke pemerintah pusat untuk penanggulangan bencana ini,” tambahnya.


Dikatakan bupati, pihaknya akan melaksanakan survei untuk memastikan penyebab dari banjir di Nagari Manggilang, yang sudah berlangsung dalam waktu yang cukup lama. 


“Sebelumnya itu di sini (Manggilang) sudah ada perencanaan detailnya (DED) untuk diajukan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Tapi proposal nya tidak kunjung sampai dan membuat anggaran dari pusat tidak turun yang besarannya kurang lebih Rp30 miliar,” katanya.


Oleh sebab itu, ke depan pihaknya akan segera menindaklanjuti DED yang sudah ada tersebut. Dan diharapkan bisa menjadi jawaban dari masalah banjir di Nagari Manggilang.


“Kita akan berusaha agar banjir ini dapat diatasi. Jangan sampai nantinya banjir jadi menimbulkan korban jiwa dan tentunya kerugian materil yang lebih banyak. Kita juga sudah minta walinagari untuk mendata secara lengkap warga yang terdampak tahun ini dan dilengkapi dengan data-data banjir tahun-tahun sebelumnya,” ucapnya.


Sementara itu, Walinagari Manggilang Ridwan, mengatakan, pada banjir yang terjadi pada Kamis (29/4) malam lalu itu, membuat sekitar 141 rumah warga terendam banjir. 


“Dan ada 50 unit rumah yang dapurnya hanyut dan rusak berat. Diperkirakan itu kerugiannya mencapai Rp1,5 milliar. Diharapkan nanti ada tindak lanjut untuk bangunan warga kita yang rusak tersebut. Mudah-mudahan pihak-pihak terkait bisa segera memberi kepastian terkait rumah warga yang terkena dampak ini,” ucapnya.


(yud)


loading...



×
Berita Terbaru Update