Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 19 Juni 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
48.817 603 44.887 1.120
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Kutuk Kekerasan Israel ke Warga Palestina, PBB Diminta Bertindak

Minggu, 16 Mei 2021 | 18:02 WIB Last Updated 2021-05-16T17:32:18Z

MJNews.id - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengutuk keras tindakan kekerasan aparat keamanan Israel pada warga sipil Palestina. Diketahui, kekerasan terjadi dalam sejumlah bentrokan di perbatasan Palestina dan Israel.


Bamsoet menjelaskan bentrokan ini terjadi usai keputusan pengadilan Israel memerintahkan pengusiran paksa enam keluarga Palestina dari tempat tinggal mereka di kawasan Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur.


“Dunia harus mengutuk kekerasan aparat keamanan Israel terhadap penduduk sipil Palestina. Kementerian Kesehatan Gaza mencatat, hingga 14 Mei 2021, tercatat 119 orang Palestina tewas, 31 di antaranya adalah anak-anak dan 19 perempuan, akibat hujan roket yang terjadi di Jalur Gaza, perbatasan Palestina dengan Israel,” ujar Bamsoet, Minggu 16 Mei 2021.


Ketua DPR RI ke-20 ini menambahkan, kekerasan yang terjadi tak hanya meluluhlantakkan gedung, rumah, dan berbagai fasilitas publik Palestina. Ia mengungkap serangan roket Israel juga menghancurkan gedung tempat para jurnalis Associated Press (AP) bekerja.


Oleh karena itu, Bamsoet menegaskan agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera bertindak. Menurutnya, hal ini perlu dilakukan agar eskalasi pertempuran yang terjadi sejak Senin (10/5) tidak berkembang menjadi perang terbuka yang bisa mengganggu stabilitas dunia. Bamsoet pun menilai, saat ini dunia sedang dihadapi pandemi Covid-19 yang justru menuntut solidaritas global.


“PBB harus segera bertindak agar tindakan kekerasan Israel terhadap warga sipil Palestina tidak berlanjut. Israel juga harus menghentikan pembangunan pemukiman baru Yahudi di Yerusalem Timur, yang memang ilegal menurut hukum internasional. Baik Militer Israel dan Hamas (Palestina) harus menahan diri untuk segera menghentikan serangan udara agar tidak menambah korban jiwa lebih besar lagi,” kata Bamsoet dikutip detikcom.


Selain itu, Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menilai rencana Israel menggusur pemukiman warga Palestina di Sheikh Jarrah sebagai upaya pengambilalihan paksa tanah Palestina telah melanggar hukum internasional. Sebab, kata Bamsoet, batas geografis Israel dan Palestina sudah ditetapkan pada 1967 sehingga kedua belah pihak wajib menaatinya.


“Sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020, sekaligus sahabat baik bangsa Palestina sejak puluhan tahun silam, Indonesia memiliki kepentingan untuk menjaga kedaulatan dan kedamaian di tanah Palestina. PBB harus membuktikan diri sebagai penjaga perdamaian dunia dengan segera menghentikan ketegangan tersebut, sekaligus memberi sanksi kepada Israel. Jangan sampai ada kesan PBB membiarkan kekerasan yang terjadi di Palestina,” pungkas Bamsoet.


Jokowi Mengutuk

Sebelumnya, Presiden Jokowi juga mengutuk serangan Israel yang telah menyebabkan jatuhnya ratusan korban jiwa. Untuk itu, Jokowi secara tegas meminta agar agresi yang dilakukan oleh Israel ke Palestina segera dihentikan. Sebab, sudah banyak korban jiwa termasuk perempuan dan anak.


“Indonesia mengutuk serangan Israel yang telah menyebabkan jatuhnya ratusan korban jiwa, termasuk perempuan dan anak-anak. Agresi Israel harus dihentikan,” kata Jokowi dikutip dari Twitter pada Sabtu  15 Mei 2021.


Presiden Jokowi terus memantau perkembangan situasi di Palestina, karena sudah menjadi salah satu isu global. Bahkan, Jokowi beberapa hari terakhir intens melakukan komunikasi dengan sejumlah pemimpin dunia.


“Dalam beberapa hari terakhir ini, saya telah berbicara dengan Presiden Turki, Yang Dipertuan Agong Malaysia, PM Singapura, Presiden Afghanistan, Sultan Brunei Darrusalam, dan PM Malaysia,” ujarnya dikutip Vivanews.


Selain membahas soal kondisi warga Palestina di Jalur Gaza, Jokowi juga membicarakan soal tindak lanjut ASEAN Leaders’ Meeting hingga perkembangan situasi di Afghanistan dengan sejumlah pemimpin dunia tersebut.


Buruh Akan Aksi Solidaritas

Serangan Israel kepada Palestina membuat publik di seluruh dunia geram, tak terkecuali Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Mereka menyatakan akan menggelar aksi solidaritas untuk Palestina.


Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan akan menggelar aksi solidaritas pada Selasa (18/5) besok. Aksi ini akan diikuti oleh ribuan buruh yang tersebar di 24 provinsi di seluruh di Indonesia.


“Kalau saja setiap pabrik mengirimkan orang pada 18 Mei nanti dalam aksi solidaritas untuk bangsa Palestina, 5 orang saja maka kalau kalikan 5.000 hampir 25.000 orang akan ikut di dalam aksi tersebut. Jadi ribuan buruh akan turun ke jalan serempak pada 18 Mei 2021 pada jam 09.00 sampai selesai,” katanya dalam konferensi pers virtual, Minggu (16/5).


Adapun 24 provinsi yang akan melakukan aksi solidaritas untuk Palestina seperti di Aceh, Sumatera Utara, Bengkulu, Kepulauan Riau, Lampung, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat, Maluku, Maluku Utara, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Tangerang DKI Jakarta dan beberapa kota-kota besar industri lainnya.


“Untuk di Jakarta aksi akan dipusatkan di kantor perserikatan bangsa-bangsa dan Kedutaan Besar Amerika Serikat. Kemudian di daerah-daerah akan dilaksanakan di kantor-kantor gubernur atau kantor-kantor Bupati/Walikota atau kantor-kantor DPRD 1, DPRD 2,” tuturnya.


Aksi solidaritas buruh untuk Palestina disebut akan dilakukan secara damai dan mengikuti protokol kesehatan Covid-19. Seluruh peserta juga disebut akan wajib majukan rapid test antigen.


“Mengikuti standar protokol kesehatan artinya wajib rapid test antigen, memakai masker, menjaga jarak, membawa hand sanitizer. Pada prinsipnya seluruh peserta aksi KSPI dalam mendukung bangsa Palestina itu harus berkoordinasi dan mengikuti arahan petugas kepolisian yang berwenang dan petugas Satgas Covid-19 di tempatnya masing-masing,” imbuhnya.


Agenda aksi solidaritas ini adalah menuntut tentara/polisi Israel agar menghentikan penyerangan kepada Palestina. Dengan begini masyarakat umat Islam di seluruh dunia dapat dengan tenang menjalankan ibadah di Masjid Al-Aqsa.


“Hentikan Agresi Militer Israel ke Palestina khususnya Jalur Gaza. Tarik tentara-tentara Israel, polisi-polisi Israel dari Masjidil Al-Aqsa di mana itu adalah salah satu masjid yang disucikan umat Islam untuk beribadah sebagai representasi kaum muslimin di dunia dalam ritual ibadah keagamaan,” imbuhnya.


(*/dtc)

loading...

Iklan Kiri Kanan





×
Berita Terbaru Update